Showing posts with label jihad. Show all posts
Showing posts with label jihad. Show all posts

Sunday, November 12, 2017

Kultweet Membongkar Fakta Sejarah Hari Pahlawan 10 November dan Resolusi Jihad 22 Oktober yang Disembunyikan (Lanjutan)

Kultweet Membongkar Fakta Sejarah Hari Pahlawan 10 November dan Resolusi Jihad 22 Oktober yang Disembunyikan (Lanjutan)

1. Kultweet #dutaislamcom ihwal sejarah #haripahlawan 10 November
(edisi kedua). Lanjutan dari https://chirpstory.com/li/374556. #KyaikuPahlawanku

2. Ketika Indonesia pertama kali merdeka 45, kita gak punya tentara.  Baru dua bulan kemudian ada tentara. Agustus, September, lalu pada 5 Oktober dibentuk tentara keamanan rakyat (TKR).#KyaikuPahlawanku

3. Tanggal 10 Oktober diumumkanlah jumlah tentara TKR di Jawa saja. Ternyata, TKR di Jawa ada 10 divisi. 1 divisi isinya 10.000 prajurit.
Terdiri atas 3 resimen dan 15 batalyon.#KyaikuPahlawanku

4. Artinya TKR jumlahnya ada 100.000 pasukan. Itu TKR pertama. Yg nanti menjadi TNI. Dan. komandan divisi pertama TKR itu bernama Kolonel KH. Sam’un, pengasuh pesantren di Banten.#KyaikuPahlawanku

5. Komandan divisi ketiga masih kiai, yakni kolonel KH. Arwiji Kartawinata (Tasikmalaya). sampai tingkat resimen kiai juga yang memimpin. #KyaikuPahlawanku

6. Fakta, resimen 17 dipimpin oleh Letnan Kolonel KH. Iskandar idris. Resimen 8 dipimpin Letnan Kolonel KH. Yunus anis. Di batalyon pun banyak komandan kiai. #KyaikuPahlawanku

7. Komandan batalyon TKR Malang misal, dipimpin Mayor KH. Iskandar
Sulaiman yang saat itu menjabat Rais Suriyah NU Kabupaten Malang. Ini dok arsip nasional, ada sekretariat Negara dan TNI.#KyaikuPahlawanku

8. Tapi semua data itu tidak ada di buku bacaan anak SD/SMP/SMA. Seolah tidak ada peran kiai. KH Hasyim Asy'ari yang ditetapkan pahlawan oleh Bung Karno pun tidak ditulis.#KyaikuPahlawanku

9. Jadi jasa para kiai dan santri memang dulu disingkirkan betul dari
sejarah berdirinya republik Indonesia ini.#KyaikuPahlawanku

10. Waktu itu, Indonesia baru berdiri. Tidak ada duit utk bayar tentara. Hanya paro kiai dg santri2 yg menjadi tentara dan mau berjuang sebagai militer tanpa bayaran.#KyaikuPahlawanku

11. Hanya paro kiai, dengan tentara2 Hizbulloh yang mau korban nyawa tanpa dibayar. Sampai sekarang pun, NU msh punya tentara swasta namanya Banser, ya gak dibayar. Wwkwk

12. Tentara itu baru menerima bayaran pd tahun 1950. Selama 45 sampai perjuangan di tahun 50-an itu, tdk ada tentara yang dibayar negara. #KyaikuPahlawanku

13. Kalau mau mikir, 10 Nopember Surabaya adlh peristiwa paling aneh dalam sejarah. Kenapa? Kok bisa ada pertempuran besar yg terjadi setelah perang dunia selesai 15 Agustus.#KyaikuPahlawanku

14. Sebelum pertempuran 10 November, ternyata ada perang 4 hari di Surabaya. Tanggal 26, 27, 28, 29 oktober 1945. Kok ujug2 muncul perang 4 hari di ceritanya gimana? #KyaikuPahlawanku

15. Jawabnya: Karena sebelum tanggal 26 Oktober, Surabaya bergolak,
setelah ada fatwa resolusi jihad PBNU pada tanggal 22 Oktober. Kini diperingati sbg #Harisantri.#KyaikuPahlawanku

16. Tentara Inggris sendiri aslinya tidak pernah berfikir akan perang dan bertempur dg penduduk Surabaya. Perang selesai kok. Begitu pikirnya. #KyaikuPahlawanku

17. Tp karena masarakat Surabaya terpengaruh fatwa dan resolusi jihad, mereka siap nyerang Inggris, yg waktu itu mendarat di Surabaya. Sejarah inilah yg selama ini ditutupi. #KyaikuPahlawanku

18. Jika resolusi jihad ditutupi, orang yg membaca sekilas peristiwa 10 November akan menyebut tentara Inggris ora waras. Ngapain Ngebomi kota Surabaya tanpa sebab? #KyaikuPahlawanku

19. Tp kalau melihat rangkaian ini dari resolusi jihad, baru masuk akal. "Oya marah mereka krn jendral dan pasukannya dibunuh arek2 bonek Suroboyo. #KyaikuPahlawanku

20. #Fatwajihad muncul krn Presiden #Soekarno meminta fatwa kepada
PBNU: apa yg harus dilakukan warga Negara Indonesia kalau diserang musuh mengingat Belanda ingin kembali menguasai. #KyaikuPahlawanku

21. Bung Karno juga menyatakan bagaimana cara agar Negara Indonesia diakui dunia. Sejak diproklamasikan 17 Agustus dan dibentuk 18 Agustus, tidak ada satupun negara di dunia yg mau mengakui. #KyaikuPahlawanku

22. Oleh dunia, Indonesia diberitakan sebagai Negara boneka bikinan Jepang. Bukan atas kehendak rakyat. Artinya, Indonesia disebut sbg negara yg tdk dibela rakyat.#KyaikuPahlawanku

23. Fatwa dan #resolusijihad lalu dimunculkan oleh PBNU. Gara2 itu, Inggris yg mau datang 25 Oktober tidak diperbolehkan masuk Surabaya karena penduduk Surabaya sudah siap perang.#KyaikuPahlawanku

24. Ternyata sore hari, gubernur Jawa Timur mempersilakan. "Silahkan Inggris masuk tp di tempat yg secukupnya saja". Ditunjukkanlah beberapa lokasi, kemudian mereka masuk. #KyaikuPahlawanku

25. Tanggal 26 Oktober, ternyata Inggris malah membangun byk pos2 pertahanan dgn karung2 pasir yg ditumpuk & diisi senapan mesin. #KyaikuPahlawanku

26. "Lho, ini apa maunya Inggris. Kan sudah tersiar kabar luas kalau
Belanda akan kembali menguasai Indonesia dg membonceng tentara Inggris", begitu kata arek2. #KyaikuPahlawanku

27. Pada 26 Oktober sore hari, pos pertahanan itu diserang massa. Penduduk Surabaya dr kampung2 keluar nawur pasukan inggris. Ayo tawur..tawuran..! #KyaikuPahlawanku

28. Para pelaku mengatakan, itu bukan perang mas, tp tawuran. Kenapa? Gak ada komandanya, gak ada yg memimpin. "Pokoke wong krungu jihad..
jihad… Mbah hasyim.. Mbah hasyim… #KyaikuPahlawanku

29. Berduyun-dutun, arek2 Suroboyo sudah, keluar rumah semua dan
langsung tawur sambil teriak "Allahu akbar". dan itu berlangsung 27 Oktober. #KyaikuPahlawanku

30. Mereka bergerak krn seruan jihad Mbah Hasyim itu disiarkan lewat
langgar2, masjid2, spekaker2.#KyaikuPahlawanku

31. Pada 28 Oktober, tentara ikut arus arek2, ikut gelut dgn Inggris. Massa langsung dipimpin tentara. Dalam pertempuran 28 Oktober ini, 1000 lebih tentara Inggris mati dibunuh. #KyaikuPahlawanku

32. Tp tentara tdk mau mengakui, krn Indonesia meski sdh merdeka, belum ada yg mengakui. Itu jd urusan besar tingkat dunia jika ada kabar tentara Indonesia bunuh Inggris.#KyaikuPahlawanku

33. Tentara ga mau ikut campur. Negara blm ada yg mengakui kok sudah klaim bunuh tentara Inggris. Itu semua ikhtiyar arek2 suroboyo kabeh. #KyaikuPahlawanku

34. Pada 29 Oktober pertempuran itu masih terus terjadi. Inggris akhirnya mendatangkan presiden Soekarno dan wakil presiden Mohammad Hatta utk mendamaikan.#KyaikuPahlawanku

35. Pada 30 Oktober ditandatanganilah kesepakatan damai tidak saling tembak-menembak. Yg tandatangan gubernur Jatim jg. Sdh damai, tp massa kampung tdk mau damai.#KyaikuPahlawanku

36. Pada 30 Oktober, akhirnya brigadir jenderal Mallaby digranat arek2 Suroboyo. Mati mengenaskan di tangan pemuda Ansor. Ditembak, mobilnya digranat di Jembatan Merah.#KyaikuPahlawanku

37. Sejarah kematian Mallaby ini tdk diakui oleh Inggris. Ada yg menyebut Mallaby mati dibunuh scr licik oleh Indonesia. Aneh, jenderal mati tp disembunyikan sebabnya krn malu.#KyaikuPahlawanku

38. Inggris marah betul. Masak negara kolonial kalah. Mereka malu & bingung. Perang sudah selesai, tapi pasukan Inggris kok diserang, jendralnya dibunuh. Apa ini maksudnya? #KyaikuPahlawanku

39. “Kalau sampai tanggal 9 Nopember jam 6 sore pembunuh Mallaby tidak diserahkan, dan tanggal itu orang2 surabaya masih yg memegang bedil, meriam dst,

40. -tidak menyerahkan senjata kepada tentara Inggris, maka tanggal 10 Nopember jam 6 pagi Surabaya akan dibombardir lewat darat, laut dan udara," begitu amuk jenderal tertinggi Inggris.#KyaikuPahlawanku

41. Datanglah tujuh kapal perang langsung ke pelabuhan Tanjung Perak. meriam Inggris sudah diarahkan ke Surabaya. Diturunkan pula meriam Howidser yg khusus utk menghancurkan bangunan. #KyaikuPahlawanku

42. Satu squadron pesawat tempur dan pesawat pengebom juga siap dipakai. Surabaya kala itu memang mau dibakar habis krn Inggris marah kepada pembunuh Mallaby.#KyaikuPahlawanku

43. Pada 9 Nopember jam setengah empat sore, Mbah hasyim yg baru pulang usai konferensi Masyumi di Jogja sebagai ketua, mendengar kabar arek2 Suroboyo diancam Inggris.#KyaikuPahlawanku

44. Di Surabaya, Mbah Hasyim menyaksikan sendiri bagaimana blockade mau menghancurkan Surabaya, langsung beliau menjawab dengan fatwa berikut ini:

45. “Fardhu a'in bagi semua umat Islam yg berada dlm jarak 94 kilo dr kota Surabaya utk membela kota Surabaya”. 94 kilo itu jarak dibolehkannya solat qosor. #KyaikuPahlawanku

46. Wilayah Sidoarjo, Kediri, Mojokerto, Malang, Pasuruan, Jombang datang semua krn dalam jarak radius 94 kilo. Dari Kediri, Lirboyo ini dtg dipimpin Kiai Mahrus.#KyaikuPahlawanku

47. Seruan Mbah Hasyim langsung disambut luar biasa. Bahkan Cirebon yg lebih dr 500 kilo datang ke Surabaya ikut seruan jihad PBNU. #KyaikuPahlawanku

48. Anak2 kecil bahkan orang2 dr lintas agama juga ikut perang. Orang Konghucu, Kristen, Budha semua ikut jihad. Selain Mallaby, pertempuran di Surabaya Brigadir jendral: Loder Saimen. #KyaikuPahlawanku

49. Luar biasa pengorbanan arek2 Surabaya, para kiai dan santri. Tp lihat, apa yg dilakukan pemerintah di kemudian hari kpd para kiai ini? Dimanipulasi.#KyaikuPahlawanku

50. Demikian kultweet #dutaislamcom dari Kiai Agus Sunyoto saat menghadiri bedah buku "Fatwa dan Resolusi Jihad", di Pondok Lirboyo 3 November 2017.#KyaikuPahlawanku

Wednesday, September 6, 2017

Mata uang dari Negri Akhirat

KERAMAT bag #3
Mata uang dari Negri Akhirat

(حكي) أنه كان في زمن مالك بن دينار مجوسيان يعبدان النار فقال الأصغر لأخيه الأكبر أيها الأخ انك عبدت هذه النار ثلاث وسبعين سنة و أنا عبدتها خمسا و ثلاثين سنة فتعالى ننظر هل تحرقنا كما تحرق غيرنا ممن لم عبدها فان لم تحرقنا عبدناها والا فلا، فاوقد نارا ثم قال الأصغر لأخيه الأكبر هل تضع يدك قبلي أم أنا قبلك فقال له ضع أنت فوضع الأصغر يده فأحرقت اصبعــه فنزع يده وقال آه أعبدك كذا وكذا سنة و أنت تؤذيني ثم قال ياأخي نعبد من لو أذنبنا و تركناه خمسمائة سنة لتجاوز عنا بطاعة ساعة واحدة،، فأجابه أخوه الى ذلك وقال نذهب الى من يدلنا على الصراط المستقيم فاجتمع رأيهما أن يذهبا الى مــالك بن دينار فقصداه فوافياه في سواد البصرة قد جلس للعامــة يعظهم فلما وقع بصرهما عليه قال الأخ الأكبر لأخيه لابد لي أن أسلــم وقد مضى أكثر عمري في عبادة النار فاذا أسلمت عيرني أهل بيتي و النار أحب الي من أن يعايروني فقال له الأصغر لا تفعل فان تعييرهم وقتا يزول و أن النار أبدا لا تزول،، فلم يستمع ذلك فقال له شأنك وما تريد يا شقي،،فرجع الأكبر و جــاء الأصغـــر الى مالك بن دينار مع أولاده و امرأته و جلسوا عنده حتى فرغ من  مجلسه فقام اليه و أخبره بالقصة و سأل أن يعرض عليه الاســـلام ثم أراد الشاب أن يرجع بأهله فقال له مالــك حتى أجمع لك شيئا من أصحابي فقال لا أريد شيئا ثم انصرف و دخل الخرابـــة فوجــدها بيتا معمورا، فنزل فيه فلما أصبح قالت امرأته اذهب الــى السوق واطلب عملا واشتر لنا باجرتك شيئاً نأكله فــذهب الى السوق فلم يستأجره أحد فقال في نفسه اعمل لله تعالى  فدخل خرابة أخرى وصلى فيها  الى المغرب ثم ذهب الى منزله صفر اليدين، فقالت له امرأته أمل تأتنا بشئ ،فقال لها قد عملت للملــــك اليوم فلم يعطني شيئا وقال أعطيك غدا فباتوا جياعا فلما أصبح ذهب الى السوق فل يجد عملا،، ففعل كما فعل بالأمس و ذهب الى امرأته صفر اليدين وقال لها ان الملــــــــك وعدني يوم الجمعة فلما أصبح يوم الجمعة ذهب الى السوق فلم يجد عملا ففعل كما سبق فلما كان آخر النهار صلى ركعتين و رفع يده الى السماء وقال " يــــا رب لقد أكرمتني بالاسلام و توجتني بتاج الهدى فبحرمـة هذا الدين و بحرمة هذا اليوم المبارك أنك ترفع نفقــة العيــال عن قلبي وأنا أستحي من عيالي و أخاف من تغيير حالهم لحداثة عهدهم بالاسلام"، فلما أصبح و دخل وقت الظهر ذهب الى الجامع فغلب على أولاده الجوع  فجــاء الى بيته شخص و قرع عليهم الباب فخرجت المرأة فاذا هي بشاب حسن الوجه على يده طبق من ذهب مغطى بمنديل من ذهب فقال لها خذي هذا وقولــي لزوجك هذه أجرة عملك في يومين وان زدت  زدناك فأخذت الطبق فاذا فيه  ألف دينار فأخذت دينارا واحدا و ذهبت الي الصيرفي وكان ذلك الصيرفي نصرانياً فوزن الدينار فزاد على المثقال و المثقالين فنظر الى نقشه فعــرف أنه من هدايا الآخرة فقال لها من أين لك هـــذا وفي أي محل وجدت هذا فقصــت عليه القصة فقال لها أعرضــي علي الاسلام فأســــلم ثم دفع لها ألف درهم وقال أنفقيها واذا فرغت فأعلميني فأخذتها منه و أصلحت طعاما فلما وصلى زوجــها المغرب و أراد أن ينصرف الى منزله صفر اليدين بسط منديل و صلى ركعتين و ملأ المنديل من التراب وقال في نفسه اذا سألتني قلت لها هذا دقيق  عملت به،، ثم جاء الى منزله فلما دخل اليه وجده مفروشاً مهيأً ووجد رائحة الطعـــام فوضع المنديل عند الباب كيلا تشعر امرأته ثم سألها عن حالها وعما رأى في المنزل فقصت عليه القصة فسجـــد شكراً لله فسألته عما جاء به فقال لها لا تسأليني عنه ثم ذهب الى المنديل و أراد أن يرمي التراب الذي فيه ففتحه فرآه دقيقاً باذن الله تعالى فسجد ثانياً شكراً لله عز وجل على ما أكرمه به و عبد الله حتى توفاه, رحمه الله تعالى

Tuesday, August 29, 2017

Keutamaan Ahli badar

Ustadzah Halimah Alaydrus :

Kepada para sahabat ahlu Badr (yg ikut perang Badr), Rasulullah SAW berkata : " wahai kalian para ahlu Badr, Allah telah menyampaikan bahwa kalian seluruhnya adalah penghuni surga. Dosa2 kalian semuanya telah dan akan diampuni Allah.
Surga telah d wajibkan atas kalian. Dan neraka telah diharamkan atas kalian."

Jadi jika selepas ini (perang) para sahabat ada yg berbuat dosa, mabuk, berjudi, zina dsb, dosa mereka tetap telah terampuni.

Namun adakah diantara para sahabat yg berjumlah 299 (diriwayatkan ahlu Badr berjumlah 313 dan 14 meninggal saat perang) org tsb berbuat dosa selepas itu?
Tidak ada! Sama sekali tidak ada. Karena apa?

Karena jika Allah sudah menetapkan penghujung seseorang adl surga, maka amalan2 yg di tetapkan (Allah) atas mereka semua jg adalah amalan2 penghuni surga.

Menjadi cermin untuk kita, liat diri kita amalan kita. Apakah amalan kita mendekati amalan2 penduduk surga atau neraka?

Subhanallah
Allahumma sholli 'ala sayyidina Muhammad wa 'ala alihi washobihi wasalim

Sunday, August 27, 2017

CUPLIKAN KESAKSIAN ROMO MANGUNWIJAYA TENTANG KIAI-KIAI NU PEMBELA NKRI

CUPLIKAN KESAKSIAN ROMO MANGUNWIJAYA TENTANG KIAI-KIAI NU PEMBELA NKRI:

Amat jarang Romo Mangun, agamawan dan novelis kondang itu, menulis tentang kiai. Namun dalam buku Bunga Rampai Sumpah Pemuda (terbitan Yayasan Gedung Bersejarah Jakarta & Balai Pustaka, 1986), Romo Katolik ini menulis ttg pengalamannya di Magelang sewaktu Perang Kemerdekaan... Waktu itu beliau aktif di BKR/TKR dan diberi tugas menyetir mobil truk mengangkut para anggota laskar rakyat ke front terdepan...
Yang bikin Romo Mangun kaget: suatu kali dia dapat perintah untuk membawa rombongan kiai dari desa-desa dan pesantren sekitar Magelang untuk diangkut ke medan perang di Ambarawa November-Desember 1945...
Dia menggambarkan dirinya waktu menulis kenangannya itu bahwa ia merasa kasihan dengan para kiai kita itu -- sebagian mungkin yg dilihatnya sudah tua dan sudah seharusnya lebih fokus mengurus agama saja di tempat yg aman...
Romo Mangun membayangkan seandainya para kiai itu diungsikan saja ke tempat yg aman, seperti para romo dan agamawan yg dikenalnya waktu itu yg justru berada di tempat aman, tidak terjun ke medan perang...
Tapi Romo Mangun lupa satu hal: para kiai itu bukan orang pengecut, yg mau selamat dan ngungsi di tempat aman setelah itu hidup enak ... Mereka tidak akan membiarkan Republik ini hancur dan jatuh ke tangan musuh.. Para kiai itu justru harus terjun ke medan perang, di front terdepan sekalipun, bahkan menjadi komandan laskar....
Tapi ya itulah ... cerita tentang kiai-kiai ini tidak pernah masuk dalam novel-novel Romo Mangun... kehebatan romo mangun di Kali Code banyak dipuji orang...Novel-novelnya disanjung dimana mana...
Tapi kita lupa bahwa Romo Mangun sebetulnya masgul dan geleng-geleng kepala tidak percaya ada kiai-kiai NU kaum sarungan itu yg mau menjadi anggota pasukan berani mati pembela NKRI hingga akhir hayat mereka ....
Lahumul Fatihah ....

Wednesday, June 28, 2017

TRAGEDI  MANDOR BERDARAH : MENGENANG SULTAN SYARIF MUHAMMAD AL QADRIE

TRAGEDI  MANDOR BERDARAH : MENGENANG SULTAN SYARIF MUHAMMAD AL QADRIE

Peristiwa Mandor adalah peristiwa pembantaian massal yang menurut catatan sejarah terjadi pada tanggal 28 Juni 1944. Peristiwa Mandor ini sendiri sering dikenang dengan istilah Tragedi Mandor Berdarah yaitu telah terjadi pembantaian massal tanpa batas etnis dan ras oleh tentara Jepang.

Untuk mengenang peristiwa tersebut maka Pemprov Kalbar melalui Perda  Nomor 5 Tahun 2007 menetapkan 28 Juni Sebagai Hari Berkabung Daerah Provinsi Kalimantan Barat.

Salah satu korban dalam peristiwa tersebut adalah Sultan Syarif Muhammad Al Qadrie, yang saat itu merupakan Sultan Kesultanan Pontianak.

Syarif Muhammad Alqadrie, lahir di Pontianak 8 Januari 1872. Putera tertua Sultan Syarif Yusuf Alqadrie dan Syarifah Zahra Alqadrie ini dilantik sebagai Sultan Pontianak Keenam pada  6 Agustus 1895 ketika ia masih berumur 23 tahun.

Sultan Syarif Muhammad, yang memerintah dalam dua zaman, Belanda dan Jepang, telah mendorong terjadinya banyak perubahan di Pontianak. Dalam bidang sosial, ia pertama kali berpakaian kebesaran Eropah sebagai pakaian resmi disamping pakaian Melayu dan mendorong berkembangnya pendidikan dan kesehatan. Di bidang ekonomi, ia melaksanakan perdagangan dengan dalam dan luar negeri seperti dengan Kerajaan Riau, Palembang, Batavia, Banten, Demak, Banjarmasin, Singapura, Johor, Malaka, Hongkong, dan India. Ia juga mendorong masuknya modal swasta Eropah dan Cina. Khususnya di sektor pertanian dan industri, Sultan Muhammd mendorong petani Melayu, Bugis, Banjar dan Cina mengembangkan perkebunan karet, kelapa dan kopra serta industri minyak kelapa untuk diekspor ke luar negeri. Dalam bidang politik, ia memfasilitasi berdiri dan berkembangnya organisasi politik yang dilakukan baik oleh kerabat kesultanan maupun oleh tokoh-tokoh masyarakat lainya.

Peranannya dan kegiatan masyarakat dalam kegiatan di bidang terakhir ini menyebabkan Sultan Muhammad dicurigai dan dibenci oleh dua pemerintahan Belanda dan Jepang. Pada April 1942, Sultan Syarif Muhammad Al Qadri mengundang para kepala swapraja di Istana Kadriyah Pontianak. Mereka berkumpul dan membahas situasi daerah yang semakin tidak menentu. Selanjutnya dirumuskan bahwa ketakutan, penderitaan dan kemelaratan dialami penduduk dapat diatasi jika pihak Jepang dapat diusir dari daerah Kalimantan Barat.

Penangkapan skala besar terjadi pada 24 Januari 1944 di Keraton Kadriah, Sultan Muhammad, kerabat kerajaan dan keluarga ditangkap oleh pasukan Kempeitai Jepang. Sultan Muhammad yang pada ketika itu baru saja selesai makan sehabis salat tahajud, diberitahu tentang apa yang sedang terjadi. “Tidak apa-apa, Jepang sedang mencari orang-orangnya,” ucap Sultan dengan tenangnya. Mungkin sesungguhnya kalimat itu masih akan berlanjut, tetapi keburu muncul tentara Jepang yang langsung menangkapnya. Semula Sultan akan diperlakukan juga seperti korban-korban lainnya. Tapi Sultan menolak dan dengan berwibawa berkata tidak akan lari.

Dengan senyum mengembang di wajahnya, Sultan berjalan dengan lancar menuju para serdadu yang telah menunggu di muka Istana. Dengan pakaian biasa serta sarung dan tasbih bergantung di lengannya, terucap salam dari mulut Sultan. Sesekali tangannya memberi isyarat sebagai respon dari ucapan salam yang dilontarkannya. Bahkan Sultan memutar-mutar tasbih di jari telunjuknya terus mengucap kalimat takbir, kalimat yang terlontar dari mulut  Sultan yang juga seorang ulama tersebut.

Peristiwa penangkapan Sultan Syarif Muhammad Al Qadri serta seluruh anak laki-lakinya juga seluruh menantunya—kecuali Syarif Hamid dan Syarif Ibrahim Al Qadri—dan keluarga kerajaan baik di dalam maupun di luar kompleks keraton berlangsung sampai pukul 03.00 subuh. Keesokan harinya pada 25 Januari 1944 telah berkembang berita penangkapan sultan dan keluarganya, peristiwa penangkapan sultan serta pembesar kerajaan telah menggemparkan penduduk Pontianak, namun tak seorangpun berani bertanya karena takut ancaman kekejaman militer Kempeitai Jepang. Korban pembunuhan yang dilakukan militer Jepang terhadap sultan dan keluarganya di lingkungan Keraton Kadriah, para tokoh masyarakat, ulama dan cendekiawan menjadi perjalanan sejarah kelam bagi penduduk Pontianak. Korban pembunuhan dalam lingkungan Keraton Kadriah Pontianak sedikitnya sebesar 31 jiwa. Peristiwa tersebut sangat menyulitkan guna mencari calon pengganti sultan, karena baik para putra maupun keluarga terdekat ikut ditawan dan dibunuh.

Dua tahun kemudian tempat dimana jenazah Sultan Muhammad dikuburkan baru dapat ditemukan, dengan petunjuk dari seorang penggali kuburannya bernama Mat Kapang yang selamat dari pembantaian Jepang. Saat digali kembali, jasad Sultan yang shalih itu masih utuh seperti orang yang baru saja meninggal dunia. Bahkan, menurut kesaksian para penggali, pakaian dan tasbihnya pun masih tampak bagus. Jasad Sultan Syarif Muhammad Alkadrie kemudian dimakamkan kembali di makam para sultan Pontianak di Batulayang.

#KamekPontianak