Showing posts with label malaikat. Show all posts
Showing posts with label malaikat. Show all posts

Saturday, December 8, 2018

Sombong

Sombong

Suatu hari Nabi Sulaiman alaihis salaam naik ke udara dengan bala tentaranya hingga bisa mendengar bacaan tasbihnya para malaikat, kemudian turun hingga telapak kakinya menyentuh lautan. Kemudian Nabi Sulaiman mendengar suara yg berkata :
" Jikalau di dalam hati anak buahmu terdapat sebiji sawi kesombongan maka dengan kesombongan itu ditenggelamkan."

Pada hari yg lain, Nabi Sulaiman alaihis salaam mengendarai singgasana kerajaannya bersama bala tentaranya di udara, kemudian beliau merasa takjub thd dirinya sendiri, maka singgsananya itu hendak membalikkannya. Nabi Sulaiman berkata :
" Tenanglah ! "
Singgasana itu berkata : "aku tdk akan tenang hingga anda juga tenang."
Singgasana itu terbuat dari emas dan sutera yg ditenun oleh para jin, lebarnya 1 farsakh X 1 farsakh, didalamnya terdapat 300.000 kursi dari emas dan perak, para Nabi duduk bersama Nabi Sulaiman di atas kursi emas dan para ulama' duduk di atas kursi perak.

Sahabat Anas -rodliyallohu anhu- berkata :
" Ketika Nabi Nuh alaihis salaam menaiki bahtera, Iblis bergelantungan pada bahtera itu, lalu Nabi Nuh berkata :
" kamu siapa?"
" saya Iblis." jawabnya.
" apa yg engkau kehendaki ?" tanya Nabi Nuh.
Iblis menjawab : " mintakan pertaubatan untukku kepada Tuhanmu."
Kemudian Allah memberi wahyu kpd Nabi Nuh bahwa taubatnya Iblis adalah dengan mendatangi kuburannya Nabi Adam alaihi salaam lalu sujud kepadanya.
Nabi Nuh memberitahukan itu kepada Iblis, Iblis berkata :
" Sewaktu masih hidup saja aku tdk mau sujud kepadanya, bagaimana mungkin aku sujud kepadanya setelah meninggal ?"

Imam An Nasafi -rohimahulloh- menuturkan bahwa Iblis -la'anahulloh- menempati neraka Jahannam selama 100.000 tahun kemudian Allah mengeluarkannya dari Jahannam, dan Allah mengeluarkan Nabi Adam dari syurga.
Kemudian Allah berkata : " wahai Iblis, inilah Adam, Aku memasukkanmu keneraka sebab dia. sekarang sujudlah kepadanya. "
Iblis berkata : " pada awwalnya aku mendurhakainya, maka pada akhirnya pun aku tdk akan menta'atinya."
Ibnu 'Uyainah berkata :
" Jika kemaksiyatan seorang hamba berasal dari syahwat maka bisa diharapkan taubat darinya, seperti Nabi Adam. dan jika kemaksiyatan berasal dari kesombongan maka tdk bisa diharapkan taubat darinya, seperti Iblis."

Nabi Yusuf alaihis salaam melihat ke cermin kemudian ia merasa takjub dengan dirinya sendiri dan berkata :
" Jikalau aku ini menjadi seorang budak, tentunya aku sebanding dengan harta yg banyak."
Maka terjadilah hal itu, saudara2nya yg ada 11 orang menjual Nabi Yusuf
seharga 22 dirham, masing2 mendapat 2 dirham kecuali Yahudza, karena dia tdk mengambil bagian sama sekali.

Ketika Allah menciptakan 'Arsy dengan 360 tiang, setiap tiang seukuran dunia, jarak antara tiang adalah 500 tahun perjalanan, Arsy mempunyai 1.600.000 kepala, setiap kepalanya mempunyai wajah, setiap wajahnya mempunyai bibir dan setiap bibirnya mempunyai lisan.
setiap lisannya digantungkan 100.000 pelita dan setiap pelita bisa memuat dunia. maka 'Arsy berkata :
" Allah tdk menciptakan makhluk yg lebih besar dariku."
Arsy merasa tinggi dan besar, kemudian Allah menundukkannya dengan seekor ular yg kepalanya terbuat dari mutiara putih, kedua matanya dari yakut merah, gigi2nya dari zamrud hijau, badannya dari emas merah, panjangnya sejauh 700.000 tahun perjalanan.
Ular itu mempunyai 70.000 sayap, setiap sayapnya terdapat 70.000 ribu bulu, setiap bulunya terdapat 70.000 wajah , setiap wajahnya terdapat 70.000 lisan yg keluar dari bibirnya bermacam bacaan tasbih dengan jumlah sebanyak tetesan air hujan, daun pepohonan dan sebanyak jumlah hari2 dunia.
Ketika Arsy melihat ular itu, ia berkata :
" Wahai Tuhanku, mengapa Engkau menciptakan ular ini ?"
" Aku menciptakannya agar engkau lupa terhadap keagunganmu dan melihat kepada keagungan-Ku. " Jawab Allah.

Ketika Allah menciptakan syurga, syurga berkata :
" akulah yg terbaik." kemudian Adam di masukkan kedalam syurga dan Adam menyelisihi perintah-Nya karena lupa, maka tahulah syurga tentang kelemahannya.
Lalu Allah menciptakan Adam, Adam melihat dirinya sendiri ketika para malaikat sujud kepadanya, maka Allah mengujinya dengan memakan buah pohon terlarang.
Ketika Allah menciptakan bumi, bumi merasa sombong lalu Allah menundukkannya dengan gunung2 yg kokoh. yg paling besar adalah gunung Qof.

Gunung merasa sombong, maka Allah menundukkannya dengan besi dengan cara memotong2 batunya.
Besi merasa sombong, maka Allah menundukkannya dengan api.
Api merasa sombong, maka Allah menundukkannya dengan air.
Air merasa sombong, maka Allah menundukkannya dengan awan dengan cara menyebarkannya kesana kemari.
Awan merasa sombong , maka Allah menundukkannya dengan angin dengan cara membawanya pergi ke timur dan ke barat.
Angin merasa sombong, maka Allah menundukkannya dengan manusia yg membangun rumah yg bisa mencegah angin.
Manusia merasa sombong, maka Allah menundukkannya dengan tidur.
Tidur merasa sombong, maka Allah menundukkannya dengan penyakit.
Penyakit merasa sombong, maka Allah menundukkannya dengan kematian.
Dan Kematian merasa sombong, maka Allah menundukkannya dengan disembelih kelak di hari kiamat diantara syurga dan neraka, yg menyembelihnya adalah Nabi Yahya alaihis salaam, waqila yg menyembelih adalah Jibril.

Wallohu a'lam.

~Nuzhatul majaalis~

Saturday, January 27, 2018

Setelah Wahyu Tak Turun Lagi, Apakah Tugas Jibril?

Hafiz, NU Online | Sabtu, 27 Januari 2018 15:01

Assalamu alaikum wr. wb.
Redaksi Bahtsul Masail NU Online, sebagaimana kita ketahui, Jibril adalah satu dari sepuluh malaikat (yang wajib diketahui) yang bertugas menyampaikan wahyu kepada para rasul. Di zaman sekarang, sudah tidak ada lagi nabi dan rasul (secara zhahir; alias meninggal) yang berhak menerima wahyu Allah. Lantas, bagaimana dengan nasib Malaikat Jibril dengan tugasnya tersebut? Apa iya malaikat Jibril sudah nganggur lantaran sudah tidak ada lagi nabi dan rasul penerima wahyu? Mohon jawabannya kiai, karena hamba benar-benar makhluk yang berstatus al-faqir. Wassalamu ‘alaikum wr.wb. (Rasyid)

Jawaban
Assalamu ‘alaikum wr. wb.
Penanya yang budiman, semoga selalu dirahmati Allah SWT. Sebagaimana yang sudah maklum bersama bahwa Jibril merupakan malaikat yang diberi tugas untuk menyampaikan wahyu kepada Nabi Muhammad SAW. Seiring dengan berakhirnya wahyu, maka tugasnya pun berakhir.

Dari sini kemudian muncul pertanyaan yang agak provokatif, apakah setelah tugas menyampaikan wahyu Jibril menjadi malaikat pengangguran? Tentu jawabanya adalah tidak, sebab tugas malaikat Jibril bukan hanya sebatas menyampaikan wahyu, tetapi ada tugas-tugas lain yang diembannya.

Dalam Kitab Al-Haba`ik fi Akhbaril Mala`ik yang ditulis oleh Jalaluddin As-Suyuthi terdapat pembahasan mengenai empat panglima malaikat yang mengelola urusan dunia. Dalam hal ini ia menghadirkan pelbagai macam riwayat, salah satunya adalah riwayat Ibnu Abi Hatim, Abus Syekh, dan Al-Baihaqi dari Ibnu Sabith.

Dalam riwayat tersebut dikatakan bahwa ada empat malaikat diberi tugas untuk mengelola dunia. Dari empat malaikat tersebut adalah Jibril yang salah satu tugasnya adalah mengurusi angin, Mikail mengurusi urusan hujan dan tumbuh-tumbuhan, dan Izrail diberi tugas mencabut nyawa. Sedang Israfil diberi tugas untuk menyampaikan perintah kepada mereka.

رُؤُوسُ الْمَلَائِكَةِ الْأَرْبَعةِ اَلَّذِينَ يُدَبِّرُونَ أَمْرَ الدُّنْيَا. (أَخْرَجَ) ابْنُ أَبِي حَاتِمٍ وَأَبُو الشَّيْخِ فِى الْعُظْمَةِ وَالبَيْهَقِيُّ فِى الشُّعَبِ عَنِ ابْنِ سَابِطٍ قَالَ: يُدَبِّرُ أَمْرَ الدُّنْيَا أَرْبَعَةٌ : جِبْريلُ وَ مِيكَائِيلُ وَ مَلَكُ الْمَوْتِ وَ إِسْرَافِيلُ فَأَمَّا جِبْرِيلُ فَوُكِّلَ بِالرِّيَاحِ وَ الْجُنُودِ وَ أَمَّا مِيكَائِيلُ فَوُكِّلَ بِالْقَطْرِ وَ النَّبَاتِ وَ أَمَّا مَلَكُ الْمَوْتِ فَوُكِّلَ بِقَبْضِ الْأَرْوَاحِ وَ أَمَّا إِسْرَافِيلُ فَهُوَ يَنْزِلُ بِالْأَمْرِ عَلَيْهِمْ

Artinya, “Empat panglima malaikat yang mengurusi urusan dunia. Ibnu Abi Hatin dan Abus Syekh meriwayatkan dalam kitab Al-‘Uzhmah dan Al-Baihaqi dalam kitab Syu’abul Iman dari Ibnu Sabith ia berkata, ‘Empat Malaikat yang mengurusi urusan dunia yaitu Jibril, Mikail, Malaikat Maut, dan Israfil. Jibril diserahi untuk mengatur angin dan para tentara, Mikail diserahi untuk mengurus hujan dan tumbuh-tumbuhan, Malaikat Maut diserahi untuk mencabut nyawa, sedangkan Israfil diserahi tugas menyampaikan perintah kepada mereka,” (Lihat Jalaluddin As-Suyuthi, Al-Haba`ik fi Akhbaril Mala`ik, Beirut, Darul Kutub Al-‘Ilmiyyah, cetakan pertama, 1985 M/1405 H, halaman 16).

Tugas lain yang diemban Jibril adalah memenuhi hajat atau kebutuhan manusia. Dalam sebuah riwayat Al-Baihaqi dari Tsabit dikatakan bahwa Allah mendelegasikan Jibril untuk mengurusi hajat manusia.

Apabila orang mukmin berdoa, Allah menahan Jibril sejenak untuk mengabulkan doanya. Hal ini terjadi karenak Allah senang mendengarkan lantunan doa orang Mukmin. Lainnya halnya apabila yang berdoa adalah orang kafir, maka Allah langsung mengintruksikan kepada Jibril untuk segara memenuhinya. Hal ini karena Allah tidak menyukai mendengar lantunan doanya.

وَأَخْرَجَ الْبَيْهَقِيُّ عَنْ ثَابِتٍ قَالَ بَلَغَنَا أَنَّ اللهَ تَعَالَى وَكَّلَ جِبْرِيلَ عَلَيْهِ السَّلَامُ بِحَوائِجِ النَّاسِ، فَإِذَا سَأَلَ الْمُؤْمِنُ ، قَالَ يَا جِبْرِيلُ: احْبِسَ حَاجَتَهُ فَإِنِّي اُحِبُّ لِدُعَائِهِ، وَإِذَا دَعَا الْكَافِر، قَالَ يَا جِبْرِيلُ أَقْضِ حَاجَتَهُ فَإِنِّي أُبْغِضُ دُعَائَهُ

Artinya, “Al-Baihaqi meriwayatkan dari Tsabit, dia berkata, ‘Telah sampai kepadaku riwayat yang menyatakan bahwa Allah SWT mendelegasikan Malaikat Jibril AS dalam urusan memenuhi hajat hidup manusia. Apabila seorang Mukmin berdoa, maka Allah pun berkata kepada Jibril AS, ‘Wahai Jibril! Tahan dulu untuk memenuhi hajatnya karena Aku sungguh sangat senang mendengar lantunan doanya.’ Apabila orang kafir berdoa, Allah pun berkata kepadanya, ‘Wahai Jibril! Penuhi apa yang menjadi hajatnya karena sesungguhnya Aku tidak suka mendengar lantunan doanya,’’” (Lihat Jalaluddin As-Suyuthi, Al-Haba`ik fi Akhbaril Mala`ik, Beirut, Darul Kutub Al-‘Ilmiyyah, cetakan pertama, 1985 M/1405 H, halaman 24).

Dua riwayat di atas dalam pandangan kami sudah cukup untuk menjawab pertanyan penanya. Simpulannya adalah bahwa setelah selesai menyampaikan wahyu kepada para nabi dan rasul, bukan berarti kemudian malaikat Jibril tidak melakukan apa-apa. Sebab, tugas yang diembannya bukan hanya sebatas itu tetapi masih ada tugas-tugas lainnya. Contohnya adalah seperti dikemukakan dalam dua riwayat di atas.

Demikian jawaban dari kami semoga bisa dipahami dengan baik. Kami selalu terbuka untuk menerima saran dan kritik dari para pembaca.

Wallahul muwaffiq ila aqwamith thariq,
Wassalamu alaikum wr. wb.

(Mahbub Ma’afi Ramdlan