Showing posts with label nikah. Show all posts
Showing posts with label nikah. Show all posts

Tuesday, May 14, 2019

Setelah Akad Nikah, Suami Dianjurkan Baca Doa Ini

BincangSyariah.Com – Akad nikah merupakan jalan untuk menghalalkan ikatan hubungan antara lelaki dan wanita. Setelah akad nikah, biasanya kedua mempelai masih mempunyai sikap malu-malu satu sama lain. Untuk mencairkan keadaan tersebut, karena itu suami harus pintar mencari solusi. Syekh Abu Bakar Syatha dalam kitab I’anatut Thalibin di antaranya memberikan solusi berikut.

ويسن للزوج الأخذ بناصيتها أوّل لقائها، وأن يقول بارك الله لكل منا في صاحبه

Disunahkan bagi seorang suami untuk menggapai dan dan mengecup ubun-ubun istri saat pertama kali bertemu sambil berdoa bārakallah li kullin minna fi shahibihi (Ya Allah, berikanlah keberkahan pada kami satu sama lain untuk pasangan kami).

Thursday, March 28, 2019

TIDAK PERLU OBAT DAN KE DOKTER, ISTRI PUN BISA CEPAT HAMIL

TIDAK PERLU OBAT DAN KE DOKTER, ISTRI PUN BISA CEPAT HAMIL

Diriwayatkan bahwa Nabi Muhammad ﷺ bersabda: Jibril mengajariku sebuah obat yg tdk usah butuh pd obat lain dan dokter.

Kemudian Sahabat Abu Bakar, Umar, Utsman dan Ali, bertanya Obat apa itu wahai Rasulullah? Sesungguhnya kami membutuhkan obat itu, Lalu Nabi Muhammad ﷺ bersabda : Ambillah sedikit air hujan dan bacakanlah surat Al-Fātihah, Al-Ikhlash, Al-Falaq, An-Nās, dan ayat Al-Kursiy. Masing² dibaca sebanyak 70X. Dan diminum waktu pagi dan sore selama 7 hari.

Demi Dzat yg telah mengutusku dg hak sbagai seorang Nabi, sungguh Jibril telah berkata kepadaku: ” Sesungguhnya, barangsiapa yg minum air tersebut, maka Allah akan menghilangkan segala penyakit dari tubuhnya dan Allah akan menyembuhkan dari semua sakit dan penyakit, dan barang siapa yg meminumkan air tersebut pd istrinya, lalu tidur bersamanya, maka istri akan bisa hamil dg idzin Allah.
Dan air tersebut jg bisa menyembuhkan mata, menghilangkan sihir, menghilangkan dahak, menyembuhkan sakit dada, sakit gigi, pencernaan, sembelit, kencing tidak lancar dan tidak butuh dibekam (cantuk) dan banyak kemanfaatan lain yg tak dpat menghitungnya kecuali Allah Ta'ala.

Annawadir 142.

(ﻓﺎﺋﺪﺓ) ﺭﻭﻱ ﺃﻧﻪ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻗﺎﻝ ﻋﻠﻤﻨﻲ ﺟﺒﺮﻳﻞ ﺩﻭﺍﺀ ﻻ ﺃﺣﺘﺎﺝ ﻣﻌﻪ ﺇﻟﻰ ﺩﻭﺍﺀ ﻭﻻ ﻃﺒﻴﺐ ﻓﻘﺎﻝ ﺃﺑﻮ ﺑﻜﺮ ﻭﻋﻤﺮ ﻭﻋﺜﻤﺎﻥ ﻭﻋﻠﻲ ﺭﺿﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﻬﻢ ﻭﻣﺎ ﻫﻮ ﻳﺎﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ؟ ﺇنا ﺑﻨﺎ ﺣﺎﺟﺔ ﺇﻟﻰ ﻫﺬﺍ ﺍﻟﺪﻭﺍﺀ ﻓﻘﺎﻝ ﻳﺆﺧﺬ ﺷﻴﺊ ﻣﻦ ﻣﺎﺀ ﺍﻟﻤﻄﺮ ﻭﺗﺘﻠﻰ ﻋﻠﻴﻪ ﻓﺎﺗﺤﺔ ﺍﻟﻜﺘﺎﺏ ﻭﺳﻮﺭﺓ ﺍﻹﺧﻼﺹ ﻭﺍﻟﻔﻠﻖ ﻭﺍﻟﻨﺎﺱ ﻭﺁﻳﺔ ﺍﻟﻜﺮﺳﻲ ﻛﻞ ﻭﺍﺣﺪﺓ ﺳﺒﻌﻴﻦ ﻣﺮﺓ ﻭﻳﺸﺮﺏ ﻏﺪﻭﺓ ﻭﻋﺸﻴﺔ ﺳﺒﻌﺔ ﺃﻳﺎﻡ ﻓﻮ ﺍﻟﺬﻱ ﺑﻌﺜﻨﻲ ﺑﺎﻟﺤﻖ ﻧﺒﻴﺎ ﻟﻘﺪ ﻗﺎﻝ ﻟﻲ ﺟﺒﺮﻳﻞ ﺇﻧﻪ ﻣﻦ ﺷﺮﺏ ﻣﻦ ﻫﺬﺍ ﺍﻟﻤﺎﺀ ﺭﻓﻊ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻦ ﺟﺴﺪﻩ ﻛﻞ ﺩﺍﺀ ﻭﻋﺎﻓﺎﻩ ﻣﻦ ﺟﻤﻴﻊ ﺍﻷﻣﺮﺍﺽ ﻭﺍﻷﻭﺟﺎﻉ ﻭﻣﻦ ﺳﻘﻲ ﻣﻨﻪ ﺍﻣﺮﺃﺗﻪ ﻭﻧﺎﻡ ﻣﻌﻬﺎ ﺣﻤﻠﺖ ﺑﺈﺫﻥ ﺍﻟﻠﻪ تعالى ﻭﻳﺸﻔﻲ ﺍﻟﻌﻴﻨﻴﻦ ﻭﻳﺰﻳﻞ ﺍﻟﺴﺤﺮ ﻳﻘﻄﻊ ﺍﻟﺒﻠﻐﻢ ﻭﻳﺰﻳﻞ ﻭﺟﻊ ﺍﻟﺼﺪﺭ ﻭﺍﻷﺳﻨﺎﻥ ﻭﺍﻟﺘﺨﻢ وﺍﻟﻌﻄﺶ ﻭﺣﺼﺮ ﺍﻟﺒﻮﻝ ﻭﻻ ﻳﺤﺘﺎﺝ ﺇﻟﻰ ﺣﺠﺎﻣﺔ ﻭﻻ ﻳﺤﺼﻰ ﻣﺎ ﻓﻴﻪ ﻣﻦ ﺍﻟﻤﻨﺎﻓﻊ ﺇﻻ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ ﻭﻟﻪ ﺗﺮﺟﻤﺔ ﻛﺒﻴﺮﺓ ﺍﺧﺘﺼﺮﻧﺎﻫﺎ والله تعالى أعلم.

Monday, March 4, 2019

ADAKAH BATASAN USIA MINIMAL MENIKAH?

ADAKAH BATASAN USIA MINIMAL MENIKAH?

PERTANYAAN

Assalamu’alaikum Ustadz izin bertanya, apakah dalam 4 madzhab ada ketentuan mengenai ketentuan usia untuk menikah ? Apakah setiap orang yang baru saja aqil baligh langsung boleh menikah ? Bagaimana sebenarnya ketentuan pembatasan usia pernikahan dalam hukum Islam ? Maaf ustadz, pertanyaan ini saya ajukan untuk tugas akhir saya. Terimakasih. (Fulan)

JAWABAN

Oleh : Muafa (Mokhamad Rohma Rozikin/M.R.Rozikin)

Wa’alaikumussalam Warohmatullah Wabarokatuh.
Tidak ada batasan usia pernikahan.
Anak kecil sah pernikahannya sebagaimana sahnya pernikahan orang dewasa.

Dalam Al-Qur’an dijelaskan bahwa seorang lelaki bisa saja menikahi wanita menopause sebagaimana menikahi wanita yang belum haid. Jika mereka ditalak, maka masa iddahnya adalah 3 bulan.

Ayat dalam Al-Qur’an ini secara implisit menunjukkan pernikahan itu tidak dibatasi usia. Allah berfirman,

{وَاللَّائِي يَئِسْنَ مِنَ الْمَحِيضِ مِنْ نِسَائِكُمْ إِنِ ارْتَبْتُمْ فَعِدَّتُهُنَّ ثَلَاثَةُ أَشْهُرٍ وَاللَّائِي لَمْ يَحِضْنَ} [الطلاق: 4]

“Perempuan-perempuan yang tidak haid lagi (monopause) di antara perempuan-perempuanmu jika kamu ragu-ragu (tentang masa iddahnya), maka masa iddah mereka adalah tiga bulan; dan begitu (pula) perempuan-perempuan yang tidak haid. (Ath-Tholaq; 4)

Dalam kitab-kitab fikih, malah ada keterangan situasi dimana seorang wanita menikah dengan lelaki yang masih berusia kurang dari dua tahun. Jika suaminya ini disusui sampai 5 kali, maka mereka tercerai secara otomatis karena menjadi mahram. Ibnu Qudamah berkata,

وَلَوْ طَلَّقَ زَوْجَتَهُ ثَلَاثًا، وَهِيَ تُرْضِعُ مِنْ لَبَنِ وَلَدِهِ، فَتَزَوَّجَتْ بِصَبِيٍّ مُرْضِعٍ، فَأَرْضَعَتْهُ، فَحَرُمَتْ عَلَيْهِ (المغني لابن قدامة (8/ 181)

“Jika dia mentalak istrinya tiga kali sementara dia bisa menyusui dari susu (yang dia berikan dengan susu yang sama untuk) anaknya, kemudian dia (wanita itu) menikah dengan seorang bayi yang menyusu, kemudian dia (wanita itu) menyusuinya (bayi yang sudah menjadi suaminya itu) maka wanita itu menjadi haram baginya” (Al-Mughni, juz 8 hlm 181)

Jadi, tidak ada batasan usia pernikahan dalam Islam. orang sebelum baligh, bahkan anak-anak tetap sah pernikahannya.

Wallahua’lam

Versi Situs:

Friday, January 18, 2019

Ekspektasi Penghasilan Pasangan

Rabu, 16 Januari 2019

by Adhitya in Our Stories

for Dads

Beberapa hari yang lalu, lini masa sempat ramai oleh sebuah cuitan di mana seorang perempuan mencari jodoh dengan penghasilan bulanan minimal 30 juta. Yang menarik juga adalah reaksi pro-kontra yang datang menanggapi cuitan tersebut.

Beberapa minggu yang lalu juga sempat ramai diperbincangkan – pria-pria lajang yang memiliki pegangan ‘Mencari jodoh yang mau diajak susah’. Meski terpisah, tema dari kedua cuitan ini memiliki kaitan erat.

Sebenarnya, apakah ada patokan minimum dari seorang pria untuk dapat menikah? Apakah pola pikir ‘mencari jodoh yang diajak susah’ adalah pola pikir yang benar? Kita mencoba menjawab kedua pertanyaan itu dengan rujukan agama (dalam kasus ini, agama Islam).

Tanggungan

Hukum waris dalam Islam menetapkan bahwa seorang muslim mendapat 2/3 warisan sedang muslimah mendapat 1/3. Yang banyak orang tidak tahu adalah, hukum 2/3 dan 1/3 ini ditetapkan karena anak laki-laki lah yang bertanggung jawab merawat orang tua (jika mereka tidak berdaya). Kewajiban ini tidak berlaku pada anak perempuan. Warisan 2/3 ini dianggap sebagai kompensasi dari kewajiban mengurus/merawat orangtua (jika mereka tidak berdaya) di masa hidup. Dapat kita bayangkan, suami yang berumur 40 harus memutar akal membagi penghasilannya untuk bayar sekolah anak, belanja dapur, dan membayar invoice rumah sakit ibunya. Yang kita lihat itu bukanlah toxic masculinity (bahwa semuanya harus ayah yang tanggung) – tapi memang itu yang ditetapkan agama.

Tidak ada orangtua yang berniat menyusahkan anak mereka. Impian semua orangtua adalah hidup menuju hari senja dengan memiliki bekal yang cukup untuk sendiri. Itu sebabnya mayoritas dari kita tidak menunggu orang tuasakit dahulu sebelum menikah. Sayangnya, kadang kala kondisi itu (orangtua mandiri) tidak terjadi. Dan saat tidak terjadi, maka anak laki-laki yang wajib membantu. Kita harus ingat bahwa bakti pertama seorang muslim adalah pada orangtuanya dan ini berlaku selamanya. Sedangkan bakti seorang istri adalah kepada suaminya hanya di masa pernikahan.

Katakanlah sebuah keluarga memiliki 2 orang anak yang sudah besar. Budi (kakak pria) dan Wati (adik wanita). Agama mengajarkan jika orang tua tidak lagi mampu merawat diri atau membutuhkan bantuan, maka kewajiban merawat dan menolong orangtua jatuh ke tangan anak laki-laki, Budi. Tanggung jawab Budi tidak sampai di sana. Jika orangtua tidak lagi mampu merawat diri dan tidak mampu merawat anak perempuannya, maka Budi juga bertanggung jawab mengasuh, menafkahi dan melindungi (termasuk menyekolahkan) sang adik perempuan, Wati – sebuah tanggung jawab yang hanya putus setelah Wati menikah. Setelah menikah, Wati akan menjadi tanggungan suami. Singkatnya, di bahu setiap pria muslim terdapat kewajiban 2 keluarga - keluarga di mana dia sebagai anak dan keluarga di mana dia sebagai kepala keluarga.

Beban ini cukup banyak. Maka dari itu, perkataan bahwa sebaiknya pria itu memiliki penghasilan yang tinggi - sama sekali tidak salah. Apakah angkanya harus 30 juta? Angka dapat bervariasi sesuai kebutuhan (bukan keinginan). Pria yang pasrah dengan penghasilan seadanya, tidak mau berusaha lebih baik, pria yang kurang berusaha maksimal akan sulit menanggung 2 beban keluarga ini. Pria yang mencukupi diri saja kesulitan, akan lebih sulit untuk merawat orangtuanya, apalagi jika memutuskan untuk menikah.

Jadi untuk pertanyaan ‘Sebenarnya berapa sih penghasilan pria yang pantas untuk menikah?’ jawabannya adalah: tidak ada angka yang pasti, namun sebaiknya penghasilan sang pria mampu untuk mencukupi (1) merawat orangtua (hanya jika mereka butuh) dan (2) nafkah anak-istri dengan pantas.

Bagaimana jika seorang muslim lajang hanya mampu memenuhi satu dari dua kewajiban itu? Jawabannya cukup mudah: Berusahalah lebih baik. Mungkin dengan cari kerja dengan penghasilan lebih baik? Mungkin dengan membuka usaha? Mungkin dengan mengambil 2 pekerjaan? Yang jelas, seorang muslim tidak dapat lepas dari 2 kewajiban ini. Ada hadist yang menyatakan:

Apabila sudah mampu, maka segeralah menikah. Apabila belum mampu, maka, berpuasa lah.

Bagaimana jika sang pria memiliki istri yang mapan? Apakah sebaiknya nafkah pria dipakai untuk merawat orang tua sedangkan hasil kerja istri dipakai untuk anak istri?

Jawabannya: Tidak. Kemapanan istri tidak menggugurkan kewajiban seorang muslim untuk merawat ayah ibu sambil menafkahkan keluarga sendiri di saat yang sama. Lagi-lagi, ini bukan toxic masculinity bahwa suami harus jadi yang terkuat. Agama memang menetapkan tugas mencukupkan nafkah anak istri tetap berada pada suami. Agama menetapkan harta istri tidak boleh dipakai suami kecuali dengan izin istri. Agama menetapkan suami tidak boleh memaksa meminta. Suami boleh meminta tolong pada istri. Istri boleh menolak atau membantu. Jika membantu, maka dihitung sebagai sedekah. Sedekah paling utama dari seorang wanita, adalah kepada suaminya.

Bagaimana jika kebutuhan merawat orangtua baru datang setelah pernikahan? Contoh: seorang muslim sudah menikah, sudah cukup menafkahi anak istri, namun tiba-tiba orangtua jatuh sakit dan butuh perawatan. Mana yang harus diprioritaskan oleh sang muslim? Di sinilah masuk ke dalam bahasan prioritas.

Prioritas

Bagi seorang muslim, merawat/menolong/mencukupi orangtua (saat mereka sudah tidak mampu) lebih utama dari mencukupi istri. Ujian seorang married muslim adalah seberapa keras dia berusaha melakukan kedua hal - merawat orangtua dan mencukupi anak istri. Sedangkan ujian seorang married muslimah adalah apakah dia bersedia bersabar menjadi prioritas kedua saat sang suami tiba-tiba harus merawat orangtuanya.

Married muslim yang baik tidak akan pernah malas bekerja. Married muslim yang baik tidak akan pernah meminta istri ‘Mau ya diajak susah’ hanya karena dia malas berusaha lebih baik. Mungkin, muslim seperti ini tidak layak menikah sama sekali.

Satu-satunya kesempatan di mana married muslim dapat mengajak istri susah adalah saat dia sudah berusaha yang terbaik. Di titik itu, dia dapat berkata ‘Mau ya diajak susah karena ayah/ibuku sedang butuh bantuan’. Married muslimah yang baik akan dapat melihat usahanya dan akan dapat mengerti.

Adalah salah bagi seorang suami jika dia mementingkan skin care istri sedangkan lalai membeli obat yang ibunya butuhkan. Pun salah apabila seorang istri berpikir skin carenya lebih penting dari obat yang ibu mertua butuhkan.

Pun salah bagi suami untuk memanjakan anak istri dengan cara berlebih sementara orangtua sendiri terlantar.

Pun salah bagi seorang suami jika dia memanjakan orang tua dan adik-adik dengan kemewahan sedang dia menutut anak istri hidup dalam kesempitan.

Pun salah bagi seorang istri untuk berpikir bahwa semua penghasilan suami adalah milik anak istri – karena di dalam penghasilan suami, terdapat kewajibannya untuk berbakti pada orangtua (jika mereka membutuhkan)

Ujian paling penting bagi suami adalah: apakah dia sudah berusaha cukup baik untuk menjadi penjaga ayah/ibu dan anak istrinya? Agar jika suami sampai harus berkata ‘Mau ya susah sebentar’ sang istri tahu, dia sudah berusaha maksimal.

Ujian paling penting bagi istri adalah: apakah dia sadar dalam prioritas suami, orang tua lebih penting dari dirinya? Agar jika sampai suami berkata ‘Mau ya susah sebentar’ dia tahu, perkataan itu keluar dari orang yang berbakti pada orangtua.

Saturday, October 20, 2018

PASANGAN MAKRUH

PASANGAN MAKRUH

(Ringkasan Mauidhoh alm KH. Syaerozi)

Saat walimatul arsy putra pengasuh PP Mambaul Maarif Denanyar, Umar bin KH Zainal Arifin Abu Bakar dan Muzadlifah Nur binti KH M Slamet Jakarta di Denanyar, Sabtu (17/2/2018), KH Saerozi Lamongan menjelaskan pasangan yang makruh. ’’Lelaki juwelek menikah dengan perempuan cuwantik itu makruh,’’ ucapnya disambut ger-geran ribuan tamu yang hadir termasuk Gus Ipul.

’’Karena mengganggu ketenangan lingkungan,’’ tambahnya, kembali disambut ger-geran. Ketika si istri memperkenalkan sang suami, bisa jadi dia dituduh telah diguna-guna. ’’Nemu nok endi   Nduk arek lanang koyok ngunu,’’ ucapnya, lagi-lagi disambut tawa hadirin. ’’Malah bisa menimbulkan fitnah. Banyak yang mendoakan agar si suami segera mati. Akeh sing arep-arep rondone,’’ ucapnya.

Inginkan menikah dengan cewek secantik apapun, menurut Kiai Saerozi adalah hak kita. Sah-sah saja. Demikian pula perempuan ingin menikah dengan cowok seperti apapun juga haknya. Sah-sah saja. ’’Tapi mbok yo bercermin. Modalku iki koyok opo. Biar tidak menyusahkan yang ngelamarno, karena bolak-balik ditolak,’’ ucapnya.

Kiai Saerozi juga berpesan agar ibu-ibu tidak gampang menyampaikan segala yang terlintas dibenaknya kepada suami. Lihat rumah bagus, ngomong ke suami. Lihat kursi bagus, ngomong ke suami. Walaupun istri maunya ngomong saja, itu sudah membebani pikiran suami. ’’Sebab perempuan itu bawaannya ngomong, laki-laki bawaannya mikir. Semakin banyak wanita ngomong, semakin banyak pula suami mikir. Kalau suami banyak mikir, ususnya jadi kaku. Akhirnya banyak suami yang mati duluan,’’ tuturnya.

Sebanyak 85 persen penyakit, kata Kiai Saerozi, disebabkan oleh pikiran. ’’Tidak ada penyakit yang disebabkan oleh omongan. Itulah sebabnya orang sakit jiwa badannya sehat-sehat. Sakit flu dan pilek saja tidak pernah, karena tidak pernah mikir,’’ paparnya disambut tawa hadirin.

Diminta atau tidak, kata Kiai Saerozi, suami cari uang itu pasti untuk istri. Hanya saja suami tidak berani ngomong akan belikan ini,  akan belikan itu. ’’Sebab kalau suami ngomong duluan, istri nagihnya ngalah-ngalahi bank. Dan istri selalu ingat, tak pernah lupa omongan suami,’’ ucapnya disambut ger-geran ribuan tamu yang hadir.

Sebenarnya, Kiai Saerozi menjelaskan empat maqolah. Saya datang hanya menangi dua yang terakhir. Orang mencari kenikmatan pada kemewahan, padahal adanya kenikmatan itu pada kesehatan. Semewah apapun, kalau tidak sehat, pasti rasanya tidak nikmat. Sebaliknya, sesederhana apapun jika sehat, pasti nikmat.

Orang mencari rezeki  di bumi, padahal adanya rezeki itu aslinya di langit. Rezeki itu pemberian Allah, bukan hasil jerih payah kita. ’’Hanya saja Allah memberikannya bersamaan usaha kita. Makanya Rosulullah SAW bersabda, harrik yadak, unzil alaika rizqo, gerakkan tanganmu niscaya Allah pasti menurunkan rezeki kepadamu,’’ jelasnya.

Nyambut gawe yang paling baik itu apa? ’’Yang sesuai hatimu. Istafti qolbak. Tanya hatimu. Jadikan kerjamu adalah hiburanmu,’’ pesannya.

Kerja apapun, jika hati kita senang, hasilnya pasti bagus. ’’Ngulang kok seneng, anak rame seperti apapun tidak ngersulo. Alhamdulillah aku teko arek-arek rame. Kalau tidak senang ngulang, anak rame bisa ditutuki,’’ urainya.

Senang itu tanda bersyukur. Jika hati kita senang dalam melakukan apapun, Allah yang akan membangun, menyempurnakan dan memberikan hasil terbaik. ’’Guru ngulang kok atine suweneng, muridnya pasti pinter-pinter,’’ bebernya.

Inilah sebabnya, murid selalu dianjurkan untuk menyenangkan hati guru. Jangan sampai menyakiti hati guru. KH Djamaludin Ahmad sering menyampaikan dawuh. Kata beliau, dawuh ini juga sering disampaikan KH Mahrus Ali Lirboyo. Intinya, murid yang menyakiti guru akan diuji tiga hal. Pertama, hilang ilmunya. Kedua, lidahnya ketul tidak bisa menyampaikan ilmu. Ketiga, jadi orang fakir miskin sebelum wafat

  
Semoga Allah menjadikan kita semua orang-orang yang menyenangkan bagi semua makhluk Allah.

(Rojiful M)

Tuesday, September 11, 2018

PERNIKAHAN

PERNIKAHAN

bukan ingin menulis tentang hukum nikah atau hikmahnya, karena saya tak ingin terjebak dalam tanya jawab masalah perjodohan yang akhirnya melukai para jomblo. Disini saya lebih ingin menulis tentang bagaimana bapak menyikapi masalah perjodohan ataupun pernikahan.

Kebetulan hari ini(senin,10 september) adalah hari terakhir bulan besar, bulan dimana undangan nikahan berjajar. Memasuki tahun baru islam, sekaligus memasuki bulan muharram, bulan dimana orang jawa melarang melakukan pernikahan menurut tradisinya.

Tolong, jangan tanyakan hukum dalam islam menikah dibulan syuro pada saya. Sebagaimana jangan tanyakan hukumnya makan bakso berkuah es campur. Hehehe saya tak ahli dalil apalagi bahtsul masail.

Meskipun bapak setiap hari ngaji kitab kuning, tapi bapak juga sangat menghormati budaya jawa yang dipesankan oleh orang tua. Seperti weton dan bulan jawa. Bukan masalah harinya, tapi ada ilmu kebijaksanaan orang tua didalamnya(ilmu titen).

Meskipun toh sebenarnya, disetiap hal bapak selalu mendahulukan istikhoroh(meminta petunjuk yang terbaik) pada Tuhan.

Ada satu pesan yang saya selalu ingat dari bapak tentang istikhoroh: " lek arep njalok disitikhorohne, sakdurunge kudu noto ati. Apik elek e hasil kudu ditompo lan dilakoni(ketika akan meminta diistikhorohkan, sebelumnya harus menata hati. Bagus jeleknya hasil harus diterima dan dijalani).

Pesan ini, akan sangat berpotensi bentrok pada calon pasangan yang sudah suka sama suka. Maka, untuk yang satu ini, bapak biasanya pesan: "lek wes seneng yo ra usah njalok istikhoroh. Langsung ae dinikah(kalau sudah suka ya gak usah minta istikhoroh. Langsung saja dinikah).

Ketika sudah menikah, bapak seringkali berpesan pada manten anyar: "biasanya, para orang tua ingin anaknya bertempat tinggal dirumah atau minimal dekat dengan orang tua. Tapi saya anjurkan pada pengantin anyar untuk meminta pada ALLAH agar ditempatkan dimanapun selama membawa keberkahan dan kebaikan dunia akhirat. Bagaimana caranya? Yaitu dengan istiqomah membaca:

رب انزلني منزلا مباركا وانت خيرالمنزلين

Dibaca 11kali setiap bakda sholat fardlu. Tetapi, Saya sendiri(bapak) dulu mengamalkan doa ini selama 11 tahun ketika dipondok, setiap hari sebanyak 1000 kali." (Sampai sekarang bapak masih mewiridkan doa ini setiap bakda sholat fardlu sebelas kali).

Memang, dalam setiap wiridan bapak selalu all out. Beliau tak berhitung. Selalu mencurahkan segenap kemampuan untuk wiridan. Tak banyak tapi sungguh.

Maka, bila kita juga ingin ditempatkan pada kelas vip. Maka wiridannya juga jangan yang ekonomi(sedikit). Hehehe

Namun wiridan ini satu hal, dan berikhtiar dengan usaha badan hal lainnya. Maka disamping wiridan doa ini, bapak menganjurkan para pengantin baru untuk tetap menggerakkan tangan(berUSAHA). Sesuai dengan dawuh nabi dalam hadis qudsi:
يا عبدي حرك يدك ارزق عليك

(Wahai hambaku, gerakkan tanganmu maka akan saya berikan rezeki kepadamu)

Hanya perlu diingat, dalam berusaha pun harus disertai ilmu USAHA.

من اراد الدنيا فعليه بالعلم
(Barang siapa yang menginginkan hasil pada dunia, maka dia harus menguasai ilmunya dunia)

Demikian ringkasan pesan yang biasanya disampaikan oleh bapak disetiap resepsi pernikahan. Bapak memang selalu singkat dalam mauidloh ataupun berdoa. Kata beliau: seng paling penting isine jelas tur pas(yang paling penting adalah isinya jelas dan pas).

#salamKWAGEAN

Sunday, December 10, 2017

Seks education ala islam

Seorang suami boleh melakukan aktivitas seks dengan istrinya kapan saja dan dengan gaya apa saja, kecuali yang dilarang oleh syara’, seperti menyetubuhi isteri ketika sedang haid atau nifas, saat istri menjalankan puasa fardhu, atau saat berihram haji atau umrah atau melalui anusnya.

نِسَآؤُكُمْ حَرْثٌ لَّكُمْ فَأْتُوْا حَرْثَكُمْ أَنَّى

Istri-istrimu adalah (seperti) tanah tempat kamu bercocok-tanam, maka datangilah tanah tempat bercocok-tanammu itu bagaimana saja kamu kehendaki. (Q.S. 2 Al Baqarah 223)

Masalah agama yang berkaitan dengan aktivitas seksual tidak perlu ditutup-tutupi. Untuk kepentingan hukum, Rasulullah saw tidak segan-segan menerangkannya seperti hadits berikut ini.

عَنْ خُزَيْمَةَ بْنِ ثَابِتٍ قَالَ قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ اللهَ لاَ يَسْتَحْيِى مِنَ الْحَقِّ ثَلاَثَ مَرَّاتٍ لاَ تَأْتُوا النِّسَاءَ فِى أَدْبَارِهِنَّ

Dari Khuzaimah bin Tsabit ia berkata, Rasulullah saw bersabda : Sesungguhnya Allah tidak malu dalam hal kebenaran, beliau berkata sampai tiga kali.  Jangan kalian mendatangi isteri-isteri melalui anus mereka. (H.R. Ibnu Majah no. 1999, Ahmad no. 22496, Ibnu Hibban no. 4200).

Di bawah ini akan kami sampaikan beberapa farwa ulama, di ataranya adalah :

Syaikh Zainuddin Al-Malibari dalam kitabnya menegaskan

يَجُوْزُ لِلزَّوْجِ كُلُّ تَمَتُّعٍ مِنْهَابِمَا سِوَىَ حَلْقَةِ دُبُرِهَا وَلَوْ بِمَصِّ بَظْرِهَا

Diperbolehkan bagi seorang suami untuk bersenang-senang dengan isteri dengan semua model kesenangan (melakukan semua jenis aktivitas seksual) kecuali lingkaran di sekitar anusnya, walaupun dengan menghisap klitorisnya. (Kitab Fathul Mu'in, Juz III, halaman 387)

Syaikh Ibnu Qudamah (bermadzhab Hanbali) dalam kitabnya menegaskan

وَيُبَاحُ لِكُلِّ وَاحِدٍ مِنَ الزَّوْجَيْنِ النَّظَرُ إلَى جَمِيْعِ بَدَنِ صَاحِبِهِ وَلَمْسُهُ حَتَّى الْفَرْجِ لِمَا رَوَى بَهْزُ بْنُ حَكِيْمٍ عَنْ أَبِيْهِ عَنْ جَدِّهِ قَالَ : { قُلْتُ : يَا رَسُوْلَ اللهِ، عَوْرَاتُنَا مَا نَأْتِي مِنْهَا وَمَا نَذَرُ ؟ فَقَالَ : اِحْفَظْ عَوْرَتَكَ إلَّا مِنْ زَوْجَتِكَ وَمَا مَلَكَتْ يَمِيْنُكَ } رَوَاهُ التِّرْمِذِيُّ وَقَالَ : حَدِيْثٌ حَسَنٌ ؛ وَلِأَنَّ الْفَرْجَ يَحِلُّ لَهُ اْلِاسْتِمْتَاعُ بِهِ، فَجَازَ النَّظَرُ إلَيْهِ وَلَمْسُهُ، كَبَقِيَّةِ الْبَدَنِ

Diperbolehkan bagi pasangan suami-istri melihat dan menyentuh semua bagian tubuh pasangannya, termasuk alat vitalnya. Pendapat ini didasarkan pada riwayat Bahaz bin Hakim, bahwa kakeknya bertanya kepada Rasulullah : Wahai Rasulullah saw mana aurat yang boleh kami buka dan mesti kami tutup? Rasul menjawab : Tutup auratmu kecuali untuk istrimu dan budakmu. Diriwayatkan Tirmidzi, status kekuatan hadits ini adalah hasan. Mengapa diperbolehkan? Karena alat vital adalah tempat istimta’ (bersenang-senang) dan diperbolehkan melihat dan menyentuhnya, seperti anggota tubuh lainnya. (Kitab Al-Mughni, Juz XV, halaman 79)
Imam Qurthubi dalam kitab tafsirnya menegaskan :

وَقَدْ قَالَ أَصْبَغُ مِنْ عُلَمَائِنَا: يَجُوْزُ لَهُ أَنْ يَلْحَسَهُ بِلِسَانِهِ

Imam Ashbagh salah satu ulama dari kalangan kami (Madzhab Maliki) telah berpendapat : Boleh bagi seorang suami untuk menjilati kemaluan isteri dengan lidahnya. (Kitab Tafsir Al-Qurthubi, Juz XII, halaman 232).

Namun menurut Qadli Abu Ya’la salah seorang ulama di kalangan madzhab Hanbali berpandangan bahwa aktivitas tersebut sebaiknya dilakukan sebelum melakukan hubungan badan (jima’).
Syaikh Abdurrahman bin Abdullah Al-Ba’ali dalam kitabnya menegaskan :

وَقَالَ الْقَاضِيْ: يَجُوْزُ تَقْبِيْلُ الْفَرْجِ قَبْلَ الْجِمَاعِ وَيُكْرَهُ بَعْدَهُ

Al-Qadli (Abu Ya’la Al-Kabir) berkata, boleh mencium kemaluan isteri sebelum melakukan hubungan badan dan dimakruhkan setelahnya. (Kitab Kasyfu Mukhadirat war Riyadhul-Zahirat Li Syarhi akhsharil Mukhtasharat, Juz I, halaman 415)

Syaikh Ibnu Qudamah dalam kitabnya menegaskan

وَيُسْتَحَبُّ أَنْ يُلَاعِبَ امْرَأَتَهُ قَبْلَ الْجِمَاعِ، لِتَنْهَضَ شَهْوَتُهَا فَتَنَالَ مِنْ لَذَّةِ الْجِمَاعِ مِثْلَ مَا نَالَهُ

Dan dianjurkan (disunnahkan) agar seorang suami mencumbu istrinya sebelum melakukan jima’ supaya bangkit syahwat istrinya, dan dia mendapatkan kenikmatan seperti yang dirasakan suaminya. (Kitab Al-Mughni, Juz XIV, halaman 46).

(Ust. Achmad Anas).

Tuesday, October 3, 2017

KISAH CINTA IMAM AHMAD

KISAH CINTA IMAM AHMAD

Siapa yang tidak kenal Imam Ahmad bin Hambal? Pemimpin Ahlussunnah wal Jamaah yang hafal 1 juta hadits beserta sanadnya dan menjadi salah satu imam madzhab yang masih eksis madzhabnya sampai sekarang.

Di balik kehebatan beliau ternyata tersimpan sebuah kisah cinta yang luar biasa. Kisah itu bermula ketika beliau mencari jodoh untuk dijadikan istri.

Saat itu beliau memohon kepada bibinya agar dicarikan wanita yang baik untuk dinikahi.

Tak lama setelah itu bibinya datang membawa kabar, "Ada dua gadis kakak-beradik. Kakaknya berkulit hitam dan buta sebelah mata. Sedangkan adiknya berkulit putih kemerahan, fisiknya sempurna dan wajahnya cantik."

Sungguh sebuah perbandingan yang tidak seimbang dari segi fisik. Lelaki manapun yang berorientasi fisik pasti akan memilih jawaban yang sama ketika disodori dua pilihan semacam itu.

Tapi tidak demikian dengan Imam Ahmad. Beliau justru balik bertanya kepada bibinya, "Siapa di antara keduanya yang paling sempurna akal dan agamanya?"

Ternyata arah perhatian beliau tertuju ke sana. Beliau sama sekali tidak terlalu ambil pusing dengan warna kulit dan postur tubuh, termasuk kondisi mata.

Beliau malah menanyakan tentang akal dan agama.

Maka bibinya menjawab, "Kakaknya lebih sempurna akalnya dan agamanya."

Ternyata, wanita yang berkulit hitam dan buta sebelah mata itu yang lebih sempurna akal dan agamanya.

Tanpa pikir panjang, Imam Ahmad langsung memutuskan jawaban, "Saya memilih kakaknya."

Barangkali kita bertanya-tanya tentang alasan beliau memilih wanita itu?

Di situlah beliau ingin menyampaikan bahwa "hakikat" wanita itu cuma "satu" dan dimiliki oleh setiap wanita. Tapi akal dan agama, tidak semua wanita memilikinya.

Kisah di atas saya sarikan dari ceramah Mufti Brunei Darussalam Yang Berhormat Pehin Datu Seri Maharaja Dato Paduka Seri Setia Dr. Ustaz Haji Awang Abdul Aziz bin Juned, kemarin pagi.

Di akhir kisah, Mufti berpesan, "Kecantikan yang sebenarnya adalah kecantikan agama dan akal wanita."

Kisah di atas juga pernah disampaikan sebelumnya oleh Syaikh Abdul Hamid Kisyk, ulama besar Al Azhar Kairo Mesir.

Semoga bermanfaat.

Friday, July 21, 2017

AMALAN UNTUK MEMUDAHKAN MENDAPAT JODOH YANG BAIK.

AMALAN UNTUK MEMUDAHKAN MENDAPAT JODOH YANG BAIK.
.
Alhabib Quraisy Baharun memberikan Ijazah amalan ini agar dimudahkan rezeki dan jodoh, Silahkan dibaca setiap hari di waktu ashar sebanyak 40x selama 40 hari bersambung tdk terputus .
.
Semoga bermanfaat.
.
رَبِّ إِنِّي لِمَا أَنْزَلْتَ إِلَيَّ مِنْ خَيْرٍ فَقِيرٌ.
“Rabbiy Inniy limaa anzalta ilayya min khairin faqir” (Wahai Tuhan, sungguh terhadap kebaikaMuaku sangat butuh atas pemberian anugerah Mu),
.
Fadhilah :
.
doa ini adalah doa Nabi Musa as, kemudian Nabi Musa as didatangi calon istrinya dan sekaligus mendapat pekerjaan. doa ini tercantum pada QS Al Qashash 24).
.
Allahuma sholi 'ala sayidina Muhammad nabiyil umiyi wa 'alihi wa shohbihi wa salim
.
Silahkan Tag & share ~
=====================
Please like and follow :
=> Video Dakwah Islami
=> Dakwah Para Habaib dan Ulama Was Sholihin
Instagram : https://www.instagram.com/dakwah_ulamaku/ (dakwah_ulamaku )

Thursday, July 13, 2017

CINTA, KASIH SAYANG, DAN PERNIKAHAN

iki dawuh e KH. Asrori Kedinding

UNTAIAN NASEHAT KH AHMAD ASRORY AL ISHAQY RA

"CINTA, KASIH SAYANG, DAN PERNIKAHAN"
Mangkane konco-konco wedok..konco-konco lanang.., jangan sekali-sekali menolak cinta..lebih-lebih menyalahkan orang, yang orang tadi itu mencintaimu.. ”Woook…arek iku seneng karo aku…sorry..”. Ojok lho..gak ilok lho (ngomong ngunu iku).. Perkoro awakmu gak iso nrimo, perkoro awakmu gak gelem, iku hakmu. Tapi tentang cintanya seseorang terhadapmu, ojok sekali-kali awakmu nyalahno..ojok.. Engko angel lho jodomu… Karena apa?. Kita pun nggak tau..dalam al qur’anul karim, Allah ta’ala telah berfirman: “‘asaa an tuhibbuu syay-an wa Huwa syarrul lakum wa ’asaa an takraHuu syay-an waHuwa khayrul lakum“.. Ada kalanya Engkau mencintai sesuatu, tapi sesuatu itu tidak baik untuk kamu. Adakalanya kamu membenci sesuatu, tapi kenyataannya sesuatu tersebut menjadikan baik untuk kamu.

Belum tentu orang yang kamu benci itu tidak bisa membahagiakan kamu…Ojok nolak cinta..ojok.. Mbarakno angel lho jodone engkok..Yo ojo koen trimo…”Enggeh ya Allah..matur sewu-ewu sembah nuwun kulo ya Allah..lha koq wonten tiyang ingkang nyintai dateng kulo ya Allah… minongko nyuwun agunge pangapunten ya Allah..lha koq manah kulo niki ya Allah… koq dereng saget nampi ya Allah..,” ngono lho…

Ojo koen tolak ojok.. iki (nang kene) onok ndak sing nolak cinta?. Gak ilok lho yo..ojok..temen..niku mbarakno nopo?. Mbarakno angel jodone..ojok…. ”Nggeh leres ya Allah …pancen leres niku cinta dateng kulo ya Allah…kulo mboten nyalahaken ya Allah..namung nopo.o koq kulo niki ya Allah..koq dereng saget nampi ya Allah..manah kulo..,” lho ngono lho…Ojok ngguyu..

Angel..cinta niku angel..(saling) cinta belum tentu jodoh..dan andai kata pun diberi jodoh oleh Allah, belum tentu jodoh itu sampai dibawa mati besok di akhirat.. Onok wong niku cinta..sempat saling cinta..tapi gak sempat rabi.. Onok wong sempat rabi, (tapi) gak sampek sempurno rabine, kenyataane diparingi pegatan karo gusti Allah..onok..

Gak tentu nggeh..kadang-kadang iku onok, barang wes rabi temen..engkok sing lanang disuwun disek nyowoe dening gusti Allah. Engkok sing wedok; rondoe rabi maneeh. Lho durung tentu… jodoh niku ada kelas-kelasnya. Belum tentu besok sampai akhirat.. durung tentu….. Pun yak nopo kiro-kiro?. Ojok nolak cinta ojok….

Mangkane ojo gampang nolak..didilok disik.. ”Arek iku seneng karo aku..mboten nolak kulo ya Allah…kulo dilok mawon ya Allah..adakah sesuatu yang..,” lho ngeeeeten lho..”yang istimewa yang akan mengena di dalam hati saya ya Allah”…lho…ngono mestine niku..

Sing nggarakno mutus cinta niku wong lanang nopo wong wedok seh?. Hayo tak takon saiki?.. Sing mbarakno gara-gara mutus cinta niku wong lanang nopo wong wedok..?. “Kau yg memulai..kau yang mengakhiri..”. Hayo? sopo kiro-kiro?… podo wae.. Gak lanang, gak wedok.. nopo? gampang mutusno cinta…ojok… Ojok gampang nrimo cinta..ojok gampang mutus cinta..kabeh mau: nrimo, mutus cinta..dibalekne menyang gusti Allah..liwat nopo? Liwat istikhoroh!.

Wong rabi niku nopo?…saling mengisi…saling memenuhi, nopo (ibarate)?..tumbu oleh tutup.. lak tumbu karo tutupe niku podo nopo mboten?. Seje..tapi wong mergo cocok..dadi apik.e.. Sing wadahe butuh tutup..tutupe butuh wadah.. Ayok ngomongo…kiro-kiro tutup gak onok wadahe, ya opo kiro-kiro?..utah nopo mboten? utah.. Wadah gak onok tutupe? Ayo?..Sido mambu opo ndak?… Ojok ngguyu… Lho, ngeeten lho..ojok yo.. Jangan sekali-kali kita tertipu oleh cinta..dan kita pun jangan sampai terbius oleh indahnya cinta..ojok.. Ayok..lek wes awakmu simpati karo arek-arek..nek wes awakmu seneng menyang koncomu..sak durunge nemeen..ayok cepet-cepet istikhoroh menyang gusti Allah…”Baikkah dia untuk saya ya Allah?”,..ngono lhoo…

Lha barang wes rabi yo opo?. Menempuh hidup baaru..hidup baru yang mana?. Sifat-sifat, akhlaq-akhlaq yang telah tidak diridloi oleh Allah, diganti dengan kehidupan yang baru yang diridloi oleh Allah.. Wong kepengen jodoh iku duduk ketemune wong wedok ambek wong lanang, duduk.. Sing dijodohno, sing ditemokno niku nopo?: pikirane karo atine…cocok nyocoki.. Lho, cocok-nyocoki niku ilmune Allah..sirrine Allah..tidak cukup hanya diracik..hanya direkayasa di dalam ilmu dan pikiran.. ”Aku tak rabi karo iko..”. “Opo.o?..”, “Sudah mapan…”, waduh.. ”Anaknya direksi..anaknya direktur..”, nggeh ta?..”Kekayaannya telah cukup, pendidikannya sukses..dan penghidupannya pun telah mendapat pekerjaan”…cukup?. Gak cukup…lha kenyataane, barang wes rabi..entek cintae..kasih sayange gak onok? apa yang terjadi?. “Saya cari anak yang berpendidikan”..”Saya cari anak (dengan kriteria tertentu)….” Harus (kah seperti itu)? Harus.. tapi gak cukup… (masih perlu) diistikhorohi maneh…menyang gusti Allah.. ya opo bisa menimbulkan kasih sayang sampek tekane pati?..lho kasih sayang ini yang kita nggak tau….

Makane kadang-kadang ada suatu ucapan, nggeh ta? Di dalam kartu-kartu undangan niku nopo?. Ucapan nopo niku? “Selamat menempuh hidup baru” sing dibarui niku nopo?. Ayo ngomongo… ayo-ayo diilmuni… “Selamat menempuh hidup baru” sing dibarui iki opo?. Lho, wong loro jarene, hehe.. nganyeng iki. Lho ngene loh rek… sing dimaksudno “Menempuh hidup baru” nggeh.. Wong rabi iku gak seneng rabi…wong rabi iku gak karep rabi, opo maneh sampek kebelet rabi..mergo seneng, karep, kebelet iku onok batese [baca: nggak selamanya]..kapan-kapan gampang gak senenge..hayo nggeh nopo mboten..?. Niki lho…sak piro kuate seneng niku sak piiro..? nek olehe rabi niku gak nggowo iman?..iyo nek seh haram..mbecak kepengen rapet.. kadang nek numpak motor sir-siran niku, kursi siji digawe wong loro..nggeh ta?. Mergo sek haram.. sek seneng.. sek karep..ngoper perseneleng niku angel gak opo-opo pokok.e mepet..enggeh?..

Tapi wong seneng, karep, niku enten batese..mbesok nek wes halal..disikuuut..”Rono-rono dek…rono-rono mas…sek kesel aku..sesek ki lho”..Nggeh ta…? nek wes haaalal?..niku nopo? nek ing ndalem olehe cinta gak diparingi nggowo iman..engkok disik…

Wong rabi niku nopo?: butuh raaabi..lho sing dibutuhi niku nopo?. Sing dibutuhi niku duduk rabine.. duduk..(tapi) cocoke jodone, atine, karo wong sing dicintai..yo opo carane?; nangis menyang gusti Allah..: ”Ya Allah..kulo niki ya Allah..ngeten-ngeten tok mawon kulo niki ya Allah….sek dereng saget istiqamah kulo ya Allah..sek dereng saget thuma’ninah kulo ya Allah..niki kekurangan kulo ya Allah..niki apes kulo ya Allah..kulo kepingin ya Allah..bareng arek wedok..bareng arek lanang ya Allah..sing pundi arek wedok, arek lanang kolo wau ya Allah…bisa memenuhi kekurangan-kekurangan yang ada pada diri saya ya Allah..untuk menghadap istiqamah..thuma’ninah ke hadiratmu ya Allah….”

Artinya cinta iku opo seh?. Artinya cinta iku butuh dikuatkan dengan kasih sayang…sing dimaksudno kasih niku nopo?. Nek wong niku cintae niku bener..nggeh ta…cinta bukan untuk memiliki..cinta hanya untuk membahagiakan orang yang dicintainya…pengorbanan yang paling besar adalah mengorbankan orang yang dicintainya.. menjadi milik orang lain demi untuk kebahagiaanya.

Maksude cinta niku membahagiakan wong sing dicintai….tandane wong cinta niku nopo?: Kasih; asih.. Artine kasih niku npo?: Memberi.. Nek wes kepetuk niku nopo? Ngalah…Mangkane..nek wong manten anyar niku nopo? Koq seneng?. Nopo.o, koq mbarang manten anyar niku koq enak kabeh rasane?. Tapi barang wes rabi rodok suwe koq gak patek enak?…Opo.o barang manten anyar koq guyub?. Opo.o barang manten anyar koq mesra?. Koq enak..barang rabi wes rodok suwe koq rodok sikut-sikutan..?. Mergo opo?. Cumak siji thok..karena di antara kedua mempelai, di antara suami istri niki nopo? saling mengalah..saling mendahulukan…tidak ada yang saling menuntut..”Dek mangano dek”..”Emoh mas.. ngenteni sampean wae”..nggeh ta?.. ”Mas… sampean mangan mas…”. “Gak enak dek…gak bareng awakmu..linggiho disik koen… mengko mari awakmu aku.”

Lho, niki lho yang membawa langgenge cinta niku… nopo? kasih…saling memberi..saling mengerti dengan orang yang dicintainya..saling mengalah..

Lha nek wes rodok suwe saling menuntut.. ”Ooook wong wedok gak ngerti kewajibane…”. Lhak iyo to…? ”njalok enake tok..”. Wong wedok yo ngono sisan nang wong lanang… ”Wong lanang njaluk menange dewe..gak ngerti susahe wong wedok..”. Lho, niki lho…tidak saling memberi…iki sing mbarakne nopo? (mbarakne) Cinta niku rodok kabur…

Lha nek wes kasih…timbul sayang..apa artinya sayang itu apa?. Dituntun orang yang disayangi..di dalam menuntun itu bagaimana?..memberi sesuatu dan menolak sesuatu..nek sekirane gak dadi apik.e…”Dek..dek..ojok ngono dek…nek lungguh ngene dek…nek mangan ojok ngono dek…ojok kon pangan iki dek…”. “Sing apik akhlaqmu mas…kudune ngene mas..nek koen ngene mas..ndadekno gak apik mas..”,: (dadi) dituntun endi dalan sing apik..nek sek durung iso nuntun dalan sing apik, iku berarti durung sempurna olehe sayang…”.

*transkrip pengajian Romo Yai Achmad Asrori Al Ishaqiy RA saat bihalal di masjid petrokimia Gresik tahun 1995

Thursday, May 18, 2017

Pernikahan syaikh said romadhon al buti

* Saat Abahku memaksaku untuk menikah

"Aku ingat,saat itu usiaku masih 18 Thn,Tiba-tiba abahku memintaku untuk segera menikah,beliau sepertinya condong kpd pendapat sebagian ulama yg menyatakan :

"WAJIB(jika ia mampu) bagi seorang ayah menikahkan anaknya jika ia sudah dewasa,dan sudah dipandang "perlu" untuk menikah"

pendapat ini berdasarkan Hadits Riwayat Al Baihaqi dari Abdullah Bin Abbas,Rasulullah Saw bersabda :

"من ولد له ولد فليحسن إسمه و أدبه فإذا بلغ فليزوجه فإن بلغ و لم يزوجه فأصاب إثما فإنما إثمه على أبيه"

"Barang siapa yg memiliki seorang anak,maka berikan ia nama yg baik, dan ajarkan ia adab yg baik, jika ia sudah baligh maka nikahkanlah,jika ia sudah baligh,dan sang ayah belum menikahkannya,lantas ia jatuh dalam perbuatan dosa,maka yg menanggung dosanya adalah ayahnya"

Aku betul- betul terkejut Ketika abahku menawarkanku untuk menikah di waktu  itu,aku sama sekali tdk menyangka,krn memang aku masih belum siap,aku sama sekali belum mempunyai fikiran untuk menikah.

Akhirnya aku tolak permintaan beliau,aku meyakinkannya bahwa aku sama sekali belum tertarik untuk melepas masa lajangku,akan tetapi beliau masih tetap bersikukuh atas pendapatnya,beliau mengambil kitab Ihya' Ulumuddin,membuka Bab Nikah,dan mulai membacakan untukku Kalam-kalam Imam Ghozali tentang pernikahan dan keutamaan-keutamaannya.

Melihat teguhnya pendirian beliau,aku merasa jika terus menolak ini akan membuatku jatuh dlm kedurhakaan,akhirnya terpaksa aku menerima tawaran beliau.

Demi itu,beliau melamar seorang gadis untukku(namanya Amiroh),umurnya beberapa tahun lebih tua dariku,dan demi berbakti kpd abahku,aku terima gadis pilihan beliau itu.

aku tahu,waktu itu abahku tdk memiliki biaya yg cukup untuk pernikahanku,akhirnya beliau memilih untuk menjual kitab-kitab berharga yg ada di perpustakaannya,dan akupun menikah.

Suatu hari,pada waktu subuh sekitar seminggu dari pernikahanku,abahku menggedor-gedor pintu kamarku,berkali-kali ia memanggil namaku,aku yg masih tidur di waktu itu langsung terbangun,dari balik pintu aku mendengar beliau berkata :

" semalam aku mendapat kabar gembira yg seharusnya membuatmu bersujud syukur,tapi sekarang engkau masih tidur,??"

Aku bergegas membuka pintu,penasaran apa kiranya kabar gembira yg membuat abahku sampai menggedor -gedor pintu kamarku di waktu sepagi ini..?

Beliau tersenyum lantas bercerita :

"Tadi malam aku bermimpi Rasulullah Saw mengunjungi rumah kita bersama segerombolan lelaki,aku yakin mereka adalah para sahabat Nabi,beliau berkata padaku :

"Kami datang untuk mengucapkan selamat untuk SAID atas pernikahannya"

Itu adalah "Bisyaroh"(kabar gembira)pertama yg aku dapatkan setelah aku menikah,yg membuatku merasa sangat beruntung dan bahagia akan pernikahanku,kabar gembira itu diiringi berbagai kebaikan dan barokah yg selalu menyertai keluarga kami hingga hari ini.."

Jangan gagal paham dulu,cerita diatas adalah pengalaman pribadi Assyahid Syaikh M.Said Romadhon Al Buty yg terekam dalam kitabnya "Hadza Walidi" Hal 61-62.

Dulu,sebuah pertanyaan sempat terbesit di hati saya,mengapa Guru Saya,Habib Umar menikahkah putra-putranya dlm usia yg masih sangat muda..?Kedua putra beliau,Sayyid Salim dan Sayyid Muhammad beliau nikahkan sebelum umur mereka genap 20 tahun.

Setelah membaca kisah Syaikh Buty dan Hadits riwayat Baihaqi diatas,akhirnya pertanyaan saya mulai terjawab,alasan Habib Umar(yg juga Alasan Syaikh Mulla,ayah Syaikh Buty)adlh untuk menjaga ketaqwaan dan kesucian putranya dizaman yg penuh dgn kemaksiatan dan kemunkaran ini.

Toh padahal Tarim ini bisa dikatakan kota yg sangat bersih dari "pemandangan" maksiat,disini semua wanita berpakaian tertutup dan bercadar,(jadi gak mungkin ada penampakan paha-paha gentayangan :p )Tapi itulah bentuk kekhawatiran dan kepedulian seorang Ayah akan ketaqwaan dan kesucian anaknya.

Kode keras bagi para orang tua yg malah merelakan anak-anaknya (memacari/dipacari) orang,dan dgn santainya malah berkata : " maklum lah,namanya juga anak muda.. "

Juga sindiran bagi anda yg masih belum mampu menjaga mata dari pandangan Haram,belum bisa menjaga diri dari Hubungan Haram,tapi sampai skrng masih membujang dan belum menikah.. Jadi KAPAN.. ? Kapan-kapan :)

*Muhammad Ismael Al Kholilie, Tarim-Hadhramaut-Yaman.

Friday, April 28, 2017

MENIKAH ADA TIGA UJIAN

MENIKAH ADA TIGA UJIAN :

1. Susah mencari rizqi yang halal di daerah sendiri.
2. Tidak sabar menghadapi tingkah laku yang tidak baik dari istrinya.
3. Adanya istri dan anak menjadikannya lalai kepada Allah Subhanahu wata’ala.

Maka untuk menanggulanginya ada TIGA cara agar pasangan suami-istri langgeng:
1. Istiqomahkan NGAJI.
2. Perbanyak SEDEKAH.
3. Lazimkan Ibadah WAJIB dan SUNNAH.

*Abu Hamid Muhammad bin Muhammad al Ghazali ath-Thusi asy-Syafi’i

Hasan Muhammad Al jaelani.

Sunday, April 2, 2017

Nasehat keluarga

Dawuh Romo Yai Anwar Manshur :

√ Anakmu Wacakno Surat Maryam Kaleh Surat Yusuf Ben gampang olehe babaran, Dadi Wong Sing Sholeh, Tur Apik koyo nabi Yusuf.

√ Kapan ngelus wetenge bojomu, Wacakno Dungo ROBBI HABLI MINASHSHOLIHIN.

√ Ben Dino Moco ShollaAllahu 'ala Muhammad Ojo sampe kurang saking 1000× insyaallah rejekine lancar, Barokah.Amin

√ Mulangoo bocah-bocah cilik.... Warahono carane wudlu, karo sholat.

#Repost : kang Wildan Cirebon

Monday, February 20, 2017

MENIKAH ITU SENI MENGALAH

MENIKAH ITU SENI MENGALAH
Wulan Darmanto

Beberapa pekan jelang menikah, saya yang kala itu masih berusia 22 tahun, meguru pada ibu. Apa yang perlu dilakukan agar pernikahan berjalan damai?

Ibu menjawab tanpa berpikir panjang. Seolah pertanyaan yang saya ajukan se sepele resep sayur lodeh.

“Nikah ki yo anggere wani ngalah..” (Nikah itu pokoknya berani mengalah)

Dua kata yang menggedor batin saya: BERANI dan MENGALAH

Kata BERANI biasanya disandingkan dengan hal yang berat, bahkan horor. “Berani mati” misalnya. Tapi ibu menyandingkan kata itu dengan MENGALAH. Saya mulai memahaminya sebagai tugas berat, yang tidak semua orang mau dan mampu menjalankannya.

Mengalah

Dan ini yang pada akhirnya saya jumpai, lalu saya pelajari dari lelaki yang sejak 18 tahun lalu saya dapati memiliki kepribadian baik.

Saat pernikahan masih serba kekurangan, dia akan lebih dulu mengambil piring plastik agar saya bisa menggunakan piring beling.

Saat anak belum lulus toilet training, dia yang akan bangun di tengah malam untuk menatur si kecil, padahal yang anak panggil saat itu adalah ibunya.

Saat makan di luar, dia akan makan dengan terburu-buru agar bisa cepat bergantian menggendong si kecil. Demi kuah bakso di mangkok saya tidak keburu dingin.

Saat mendapati satu bacaan yang menarik, dan saya tertarik, dia akan mengangsurkan bacaan itu. “Bacalah lebih dulu. Aku sudah selesai”

Saat memasak dan jumlah masakan itu terbatas. Bukan saya yang menyisihkan untuk bagiannya, tapi dia yang akan mengambilkan lebih dulu untuk saya, dalam jumlah yang lebih banyak darinya. “Aku sudah kenyang..” dan saya tahu itu bohong.

Saat ada sepotong roti, dia akan membaginya tidak sama besar. Tapi saya yang lebih besar. “Kamu kan menyusui. Butuh lebih banyak kalori..” dan kami akan berdebat panjang, lalu diakhiri dengan saya tidak akan memakan bagian yang besar itu sampai dia tarik kembali agar beratnya sepadan.

Saat saya akan memakai kamar mandi belakang (yang ukurannya lebih kecil dari kamar mandi depan) dia yang sedang berada di kamar mandi depan segera keluar dan meminta saya menempatinya. “Aku di belakang aja. Nanti kamu kaget kalau banyak kecoa..”

Saat saya marah, meski kemarahan itu tidak masuk akal, dia yang mendekat, mengangsurkan tangan dan meminta maaf. Padahal masalah sebenarnya pun belum terang ia cerna.

Ini akhlak. Ini ngalah. Dan ini cinta

Entah bagaimana caranya dia tidak bosan mengalah, dan tidak pula berdendang “Mengapa s’lalu aku yang mengalah..”

Enteng saja dia menjalani itu. Ikhlas saja. Senang-senang saja. Tapi dampaknya sangat besar buat saya.

Apa itu? Penghormatan, penghargaan, dan respek.

Untuk segi kematangan emosional, saya tertatih-tatih di belakangnya. Marah dan mau menang sendiri, selalu menjadi bagian saya.

Tapi sikap ngalah yang dia tunjukkan, lambat laun jadi mematangkan emosi itu. Sekaligus membuat saya juga jadi ingin mengalah. Ngalah untuk tidak memancing sikap ngalahnya, yang saya rasa sudah berlebihan dia beri pada saya.

Ya..ya.. pernikahan memang selaiknya menjadi hubungan yang take and give. Saling memberi saling menerima. Saling menutupi dan memahami.

Tentu jika hanya satu pihak saja yang terus mengalah, dan pihak yang lain memanfaatkan sikap ngalah itu, kedamaian hanya jadi angan. Karena pasti ada bom waktu di balik sikap ngalah itu.

Namun mengalah adalah seni untuk memenangkan hati pasangan. Dan pasangan yang baik (baca: tahu diri) pasti akan menyambut sikap ngalah ini dengan suka cita, kesyukuran, lalu menghargai usaha dari pasangannya.

Mungkin ini yang membuat ibu menjawab “ngalah” sebagai kunci kedamaian berumah tangga.

***

Dan kini saya pun bertanya padanya, si lelaki pengalah itu. “Mengapa kamu selalu mengalah padaku?”

Jawabannya sederhana saja. Se-sederhana resep sayur lodeh:

“Aku tidak pernah merasa ngalah. Yang aku lakukan hanyalah menjaga agar kita tidak pernah terpecah belah..”

Untukmu yang berani mengalah,

Dikutip dari Mbak Wulan Darmanto