Showing posts with label shodaqoh. Show all posts
Showing posts with label shodaqoh. Show all posts

Sunday, September 1, 2024

Uang Masjid

Uang Masjid

Dulu saya jumpai Masjid untuk salat saja. Sebab peran pendidikan, pengajian, pelaksanaan ajaran agama seperti zakat dan kurban ditangani oleh para kiai dan ustaz setempat.

Namun setelah para kiai sepuh wafat, belajar ngaji alif ba' ta' sudah berpindah ke Masjid dan Musala dengan sistem kelas. Zakat dan Kurban bergeser ke Masjid.

Ada sebagian Masjid yang sudah siap dengan bekal keilmuan, karena ada lulusan pesantren. Atau setidaknya meskipun bukan santri tapi dibekali dengan pelatihan mengelola zakat, kurban dan keuangan secara tuntunan Fikih.

Di sisi lain ada sebagian Masjid yang memiliki kas jumlah besar dengan jumlah rekening ratusan tapi minim kegiatan. Ada juga Masjid yang menerapkan saldo harus nol di akhir bulan.

Bagi saya ada beberapa hal yang 'paten' harus dijaga di dalam Masjid, misalnya kesucian. Juga soal status tanah wakaf, sebab di perkotaan atau perumahan masih banyak tanah fasum (fasilitas umum) dijadikan Masjid, atau area parkiran di mall dan hotel ditulis 'Masjid' padahal pemiliknya adalah non muslim.

Namun sisi lain ada yang longgar dari ijtihad ulama klasik, sehingga saya setuju bila beberapa pendapat dari 4 Mazhab diakomodir. Saat ini ada beberapa Masjid yang menggunakan uang infak Masjid untuk keperluan di luar Masjid, padahal orang-orang yang berinfak tentunya untuk Masjid tersebut.

Namun ada ulama yang membolehkan untuk kemaslahatan secara umum bagi umat Islam:

وأن المسجد حر يملك فلا يجوز التصرف فيه إلا بما فيه مصلحة تعود عليه أو على عموم المسلمين

"Masjid adalah institusi yang mempunyai hak milik. Maka tidak boleh mendayagunakan harta Masjid kecuali ada kemaslahatan yang kembali untuk masjid atau kepada umat Islam secara umum" (Al-Fatawa Al-Fiqhiyyah Al-Kubra, 6/208)

Solusi agar lebih aman dan tidak ada perdebatan saya menganjurkan di atas kotak amal ditulis "Untuk Kemaslahatan Umum Umat Islam". Kalau sudah seperti ini pihak takmir bisa mendayagunakan untuk sosial, seperti fakir miskin di sekitar Masjid, bantuan mana kala ada anggota jemaah wafat dan sebagainya. Terpenting ada laporan tertulis di papan pengumuman Masjid atau majalah tentang penggunaan dana Masjid.

Dari Masjid menjadi tempat berderma untuk orang miskin kita temukan riwayatnya:

ﻋﻦ ﻋﺒﺪ اﻟﺮﺣﻤﻦ ﺑﻦ ﺃﺑﻲ ﺑﻜﺮ، ﻗﺎﻝ: ﻗﺎﻝ ﺭﺳﻮﻝ اﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ: «ﻫﻞ ﻣﻨﻜﻢ ﺃﺣﺪ ﺃﻃﻌﻢ اﻟﻴﻮﻡ ﻣﺴﻜﻴﻨﺎ؟»، ﻓﻘﺎﻝ ﺃﺑﻮ ﺑﻜﺮ ﺭﺿﻲ اﻟﻠﻪ ﻋﻨﻪ: ﺩﺧﻠﺖ اﻟﻤﺴﺠﺪ، ﻓﺈﺫا ﺃﻧﺎ ﺑﺴﺎﺋﻞ ﻳﺴﺄﻝ، ﻓﻮﺟﺪﺕ ﻛﺴﺮﺓ ﺧﺒﺰ ﻓﻲ ﻳﺪ ﻋﺒﺪ اﻟﺮﺣﻤﻦ، ﻓﺄﺧﺬﺗﻬﺎ ﻣﻨﻪ ﻓﺪﻓﻌﺘﻬﺎ ﺇﻟﻴﻪ "

Nabi bertanya: "Adakah di antara kalian yang memberi makan orang miskin hari ini?" Abu Bakar menjawab: "Saya masuk ke Masjid dan jumpa dengan orang yang meminta-minta. Ada sepotong roti di tangan anak saya, lalu saya ambil dan saya berikan kepadanya" (HR Abu Dawud)

○ Mewakili Dr KH Ahmad Fahrur Rozi  memberi materi pelatihan Aswaja dan Fikih Masjid untuk Lembaga Takmir Masjid se Jatim yang diprakarsai oleh LTM PBNU di Asrama Haji, Surabaya.

Monday, April 23, 2018

NASIHAT KECIL DARI ABAH (habib lutfi pekalongan)

NASIHAT KECIL DARI ABAH
----------------------------------------

Ada sebuah peristiwa yang sampai saat ini masih saja membekas dalam ingatan tentang beliau. Malam itu, ketika aku duduk berdesak-desak dengan para tetamu yang memenuhi ruangan itu, tiba-tiba beliau menunjukkan kepada semua yang hadir itu sesuatu yang di luar dugaan. Mana kala beberapa orang tamu dari berbagai daerah itu tengah menyampaikan keluh kesah mereka, tanpa malu-malu beliau membuka amplop yang bertebaran di atas meja. Dikeluarkan isinya. Lalu, ditumpuk di atas meja.

Mula-mula, aku merasa tak nyaman dengan pemandangan itu. Sebab, isi amplop itu semuanya lembaran uang. Ada yang berwarna merah, ada pula yang berwarna biru. Semua uang itu tak lain berasal dari pemberian secara cuma-cuma dari para tetamu. Itulah yang membuatku agak risih. Rasanya kok seperti kurang etis jika hal itu dilakukan di hadapan para tamu yang ada di situ.

Semua isi amplop itu dikeluarkan. Tanpa satu pun tertinggal. Tak dihitung memang oleh beliau. Tetapi, kalau aku perkirakan, bisa jadi itu jumlahnya sudah mencapai angka jutaan.

Setelah semua isi amplop itu dikeluarkan, beliau memasukkan tumpukan uang itu ke dalam satu amplop yang ukurannya cukup besar. Lalu, tiba-tiba memanggil salah seorang perempuan, seorang ibu yang masih muda untuk mendekat. Ibu itu awalnya duduk di pojokan.

"Nduk, sini Nduk," ucap beliau.

Perempuan itu pun agak malu-malu untuk maju ke depan, mendekati beliau. Tampilannya sederhana. Sangat sederhana. Menunjukkan kalau perempuan ini dari kalangan masyarakat biasa. Mungkin dari keluarga yang kurang beruntung nasibnya.

"Sampeyan rene karo sapa? (Anda ke sini sama siapa?)" tanya beliau.

"Kaliyan lare, Bah," jawab perempuan itu agak malu dan penuh hormat.

Beliau pun segera mengedarkan pandangan, mencari anak dari perempuan itu, "Ndi? Ndi anakmu? Gawa rene (Mana? Yang mana anakmu? Bawa ke sini)," pinta beliau.

Entah senang atau bagaimana, reaksi perempuan itu langsung bergegas ke belakang lagi. Ke tempat duduknya semula. Tetapi, sebelum perempuan ini beringsut, beliau langsung bilang, "Sampeyan ora usah rono maneh. Ngger kene bae. Ben anake sampeyan sing mrene, ya? (Anda tak perlu ke sana lagi. Di sini saja. Biarkan anakmu yang ke sini, Ya?)" ucap beliau sambil tersenyum.

Dari belakang terdengar beberapa orang menyampaikan pada beliau, jika anak dari perempuan itu tertidur. "Wis ra kaiki. Ben. Nek wis turu ora usah digugah, melas. (Sudah tak apa. Biarkan. Kalau sudah tidur tak perlu dibangunkan, kasihan)" kata beliau.

Tak berselang lama, anak dari perempuan itu terbangun. Lalu segera diberi jalan oleh para tetamu untuk mendekat beliau. Perempuan itu pun segera menyambut anak perempuannya itu. Segera pula ia memeluknya.

"Nah iki wis tangi dhewe. Sampun maem durung? (Nah kan, bangun sendiri. Sudah makan belum?)" tanya beliau.

Gadis kecil itu mengangguk.

"Wis? Temenan wis? (Sudah? Beneran sudah?)" tanya beliau memastikan.

"Sampun wau, Bah," jawab si Ibu.

"Oh ya wis...." ucap beliau. "Nggonmu iseh kena rob? (Rumahmu masih kena rob?)" tanya beliau.

Si Ibu muda ini menjawab, "Takseh, Bah. Malah sakniki saya parah. (Masih, Bah. Malah sekarang makin parah)" jawab si Ibu itu.

"Lha sampeyan yen turu piye? Terus kerjaane piye?" tanya beliau.

Perempuan itu menjawab, "Nggih, susah, Bah. Kerjaan ugi susah."

Tampak tatapan beliau menaruh empati yang amat mendalam. Amplop yang ada pada genggaman beliau, seketika itu diberikan kepada Ibu muda itu. "Iki nggo nempur beras karo nggo nyukupi kebutuhanmu ya, Nduk. (Ini untuk membeli beras dan kebutuhan lainnya ya, Nduk). Nggonen sing bener lan sing pas karo kebutuhanmu," kata beliau.

Perempuan itu terkejut. Ia tak menyangka akan menerima pemberian yang demikian besar dan sangat berarti bagi dirinya dan keluarganya. Ia pun membungkukkan badan berkali-kali, sambil mengucapkan terima kasih kepada beliau.

"Iki dudu saka aku. Ning iki saka kabeh sing ning kene. Insya Allah, kabeh ikhlas. Wis ya... ditrima ya, Nduk," kata beliau.

"Nggih, Bah. Maturnuwun...."

"Wis ya... iki wis bengi. Melaske anakmu. Saiki sampeyan luwih becik mulih omah. Ben anakmu sesuk ora kawanan tangine. Sampeyan rene mau diterke bojone sampeyan? (Sudah... ini sudah larut. Kasihan anakmu. Sekarang lebih baik Anda pulang ke rumah. Agar anakmu tidak kesiangan. Anda ke sini di antar suami?" tanya beliau.

"Nggih, Bah. Wau dianter garwa kula nitih becak (Ya, Bah. Tadi diantar suami dengan becaknya)" jawab si ibu muda itu.

"Lha saiki ning ndi bojomu?"

"Narik becak malih Bah. Sanjange wau wonten sing nyuwun dianter becak (Narik lagi, Bah. Katanya ada orang yang menumpang)" jawab si Ibu muda itu.

"Nek ngono ben diter nganggo mobil wae. Mengko ben sopir sing ngeter sampeyan mulih. Karo iki, jajan iki digawa ya..., (Kalau begitu biar diantar mobil saja. Nanti ada sopir yang mengantar pulang. Dan ini, jajan-jajan ini dibawa pulang ya...," kata beliau.

Perempuan itu memperlihatkan roman wajah antara senang dan bingung. Senang, karena malam itu ia mendapatkan pemberian yang luar biasa banyaknya dari beliau. Bingung, karena ia tidak tahu caranya membawa semua pemberian itu. Ada roti satu kaleng besar. Ada makanan lainnya yang berkaleng-kaleng. Ada yang kardusan pula. Semuanya diberikan beliau untuk si ibu muda ini.

Beliau pun segera memanggil sopir dan memintanya agar membantu membawakan semua barang yang dibawa pulang. Semuanya. Beliau juga berpesan agar sopir mengantarkan sampai depan rumah. Jangan hanya berhenti di tepi jalan.

Setelah peristiwa itu, semua tamu yang hadir malam itu sejenak melongo. Terbengong dengan ulah beliau. Tak berselang jeda yang lama, beliau baru katakan sebuah pesan yang amat mendalam, "Pengorbanan ibu tadi sungguh luar biasa. Ia rela datang ke sini dengan membawa seabreg kebingungan atas nasibnya. Ibu itu korban rob. Hidupnya pas-pasan. Dan tidak hanya ia saja yang mengalami nasib begitu. Ada banyak. Merekalah yang sesungguhnya berhak untuk kita bantu. Ngenes kalau lihat nasib bangsa ini. Sebab, masih banyak orang-orang yang seperti ibu itu."

Sejenak kemudian, beliau terdiam. Seketika itu pula, aku menyaksikan sebuah peristiwa yang membuatku keliru menafsirkan apa yang beliau lakukan. Ya, semula aku berprasangka buruk terhadap tindakan beliau yang mengeluarkan semua isi amplop itu dan meletakkannya di atas meja. Tetapi, prasangka buruk itu kemudian menjadi keliru ketika seluruh uang yang dikeluarkan dari lembar-lembar amplop itu diberikan kepada seorang ibu muda yang dalam kesusahan. Betapa dangkalnya nalarku ini. Oh! Rasanya malu dan teramat malu semalu-malunya.

Betapa tidak, beliau yang sudah memiliki nama besar pun tak segan untuk melayani orang-orang kecil. Bahkan bisa lebih mendahulukan mereka ketimbang tamu-tamu lain yang tampak lebih berkelas. Beliau juga tak sungkan-sungkan untuk mengingatkan siapapun yang hadir di situ, ada Kiai, santri, dan orang-orang yang paham agama sekalipun tanpa kata-kata yang berbusa. Langsung melalui tindakan yang boleh dibilang tindakan itu seperti sebuah tamparan keras buat semua tetamu.

Ya, begitulah beliau.
Semoga Abah Habib senantiasa diberikan kesehatan dan kekuatan lahir batin dan panjang umur aamiin
#cuman_copas
#cling

Allahuma Sholli Alaa Sayyidina Muhammad Wa Ala Ali Sayyidina Muhammad

Monday, October 23, 2017

Sedekah Menolak Bala'

Sedekah Menolak Bala'

Kisah 1
Ada seseorang di zaman Nabi Sholeh alaihis salaam yg menyakiti banyak orang. mereka berkata :
"wahai Nabi Sholeh, berdoalah kpd Allah untuk kebinasaan orang tsb "
Nabi Sholeh berkata : "kalian pulanglah, Allah telah mencukupkannya utk kalian."

Orang tsb setiap hari mencari kayu, suatu kali ketika akan mencari kayu ia membawa dua potong roti. yg satu di makan dan yg satu lagi di sedekahkan. setelah pulang dari mencari kayu ternyata ia selamat tdk terekena musibah apapun.

Nabi Sholeh berkata kpdnya : "apa yg kau perbuat hari ini?"
"aku keluar rumah utk mencari kayu sambil membawa dua potong roti, satu ku makan satu lagi ku sedekahkan " jawabnya.
Nabi Sholeh berkata : "coba kau buka ikatan kayumu itu. "
setelah di buka, ternyata di dalamnya ada seekor ular hitam berbisa yg menyerupai kayu."
Nabi Sholeh alaihis salaam berkata : "dengan sedekahmu itulah kau tolak bahayanya ular ini."

Kisah 2
Dari Abu Hurairoh -semoga Allah meridloinya- bahwa sekelompok orang melewati Nabi Isa alaihis salaam, beliau berkata : "salah seorang diantara mereka akan ada yg meninggal hari ini insya Allah ta'ala "
kemudian berlalulah mereka sampai sore hari mereka kembali bertemu lagi dengan Nabi Isa, dan semuanya sambil membawa seikat kayu perorang dalam keadaan selamat.

Nabi Isa berkata kpd mereka : "letakkanlah kayu kalian "
dan kpd orang yg di kira akan meninggal, Nabi Isa berkata : "bukalah ikatan kayumu "
setelah dibuka, ternyata di dalamnya terdpat seekor ular hitam beracun.
" apa yg kau lakukan hari ini ?" tanya Nabi Isa.
"aku tdk melakukan apa2 hari ini, hanya saja tadi aku membawa sepotong roti, kemudian di tengah jalan ada orang miskin yg meminta2, lalu ku sedekahkan sebagian dari rotiku. " jawab orang itu.
Nabi Isa alaihis salaam berkata :"dengan sedekahmu itulah kau tolak bahayanya ular ini. "

Kisah 3
Dari Abu Hurairoh -semoga Allah meridloinya- bahwa Nabi Shollallohu alaihi wasallam berkata :
" zaman dulu ada seseorang yg mendatangi sarang burung, ketika telah menetas maka ia mengambil anak burungnya.
kemdian burung tsb mengadu kepada Allah ta'ala ttg apa yg dilakukan oleh orang tsb. Allah mewahyukan kpd burung utk kembali dan Allah akan membinasakan orang tsb.

Ketika telur akan menetas, orang itu keluar spt biasanya utk mengambil anak burung. ketika sampai di pinggir desa, ia bertemu dengan pengemis dan ia berikan septong roti yg biasanya ia bawa utk makan. kemudian ia lanjutkan perjalannya hingga sampai ke sarang burung.
ia letakkan tangga utk naik kemudian ia mengambil anak burung yg ada di sangkarnya.
kedua ortu burung hanya melihat saja kepdnya, lalu keduanya mengadu lagi kpd Allah :
"wahai Tuhan kami, sesungguhnya engkau bukanlah dzat yg mengingkari janji"
kemudian Allah mewahyukan kpd keduanya :" tidakkah kalian berdua tahu bahwa orang yg bersedekah tdk akan Kubinasakan dengan kematian yg buruk di hari ia bersedekah ?"

Kisah 4
Dari Wahb bin Munabbih -semoga Allah meridloinya- berkata :
"di zaman bani israel ada seorang wanita yg sedang mencuci baju di pinggir sungai sedangkan anaknya yg masih kecil merangkak disekitarnya.
tiba2 ada pengemis yg meminta2 lalu di beri sesuap roti yg ada padanya.
Tak lama kemudian datanglah seekor srigala yg menggondol anaknya.
srigala berlari dan di kejar oleh wanita tsb sambil berteriak-teriak,
"wahai srigala, itu anakku... "
Kemudian Allah mengutus malaikat utk mengambil anak tsb dari mulutnya srigala dan diberikan kpd ibunya, malaikat berkata :
"satu suapan di ganti dengan satu suapan "

Kisah 5
dikatakan di zaman Nabi Isa alaihis salaam ada tukang laundry yg merusak kain putih milik banyak orang, kemudian mereka mengadu kpd Nabi isa, mereka meminta agar orang tsb di doakan . Nabi Isa mendoakan kecelakaan utk orang itu.
ketika hampir petang, tukang laundry masih terlihat sambil membawa bungkusan dan orang2 terheran karena ia masih selamat.

mereka mendatangi Nabi Isa, dan tukang laundry pun didatangkan di hadapan beliau. Nabi Isa berkata : "bukalah bungkusanmu "
setelah dibukan, ternyata didalamnya ada ular besar yg terikat besi.
" kebaikan apa yg telah kau lakukan hari ini ?" tanya Nabi Isa.
tukang laundry menjawab : "aku tdk berbuat apa2, hanya saja tadi ada seseorang yg baru turun dari tempat ibadahnya dan ia kelaparan, lalu kusedekahkan sepotong roti yg kupunya "
Nabi Isa alaihis salaam berkata kpdnya : "sesungguhnya Allah mengutus ular ini utk mencelakakanmu, namun ketika engkau bersedekah, Allah memerintahkan malaikat utk mengikat ular, maka inilah hasilnya, ular ini terikat."

wallohu A'lam.

~Al Majaalisus Saniyyah~

Thursday, October 12, 2017

Kisah Satu genggam gandum dari ibuk tua untuk Syeikh Abi bakar bin Salim

(Kisah Satu genggam gandum dari ibuk tua untuk Syeikh Abi bakar bin Salim)

Dahulu Syeikh abi bakar bin salim sangat terkenal kedermawanan nya sampai  hampir setiap hari beliau membikin 700/800 potong roti untuk menjamu para tamu2 yg datang dan dibagikan kpd org2 yg berada dikota inat dan sekitar nya,
sampai suatu hari datang seorang perempuan tua dan membawa satu genggam gandum dgn tujuan memberi hadiah kpd syeikh abi bakar bin salim akan tetapi perempuan tua tersebut ingin memberi langsung kpd syeikh abi bakar bin salim,ketika di depan pintu rumah beliau ada seorang khodim(pembantu)nya syeikh abi bakar bin salim menyambut ibuk tua ini sambil ditanya sama khodim itu,
Ada keperluan apa bu?
Ibu tua itu menjawab aku ingin sekali bertemu syeikh abi bakar bin salim lalu khodim nya menjawab, jam skg waktu nya beliau sedang istirahat bu,
Tapi ibu tua itu masih maksa ingin bertemu sama syeikh abi bakar bin salim lalu si khodim nya itu bertanya memangnya ibu ada keperluan apa sama syeikh abu bakar bin salim ???? Sampai2 ibu ingin banged ketemu sama beliau,
Ibu itu menjawab aku ingin memberi satu genggam gandum ini kpd beliau,  lalu khodim nya menjawab,bu beliau syeikh abi bakar bin salim dlm setiap harinya menjamu tamu gak kurang dari 700 org dan membikin roti gak kurang dari 800 potong roti, ibu datang kesini membawa segenggam gandum mau kasih hadiah ke beliau sudah gitu maksa masih mau ketemu sama beliau yg skg sedang istirahat !!!
Mendengar jawaban khodim nya seperti itu ibu tua ini sakit hati lalu jln keluar dri rumah syeikh abi bakar bin salim, sedangkan syeikh abi bakar bin salim yg berada di rmh mendengar suara2 yg gx enak di luar rumah lalu beliau langsung bergegas bangun dari tidur nya lalu turun kebawah,
Mendapati di depan pintu rumah nya ada khodim nya lalu beliau bertanya kpd khodim nya lalu khodim nya menjawab, mendengar seperti itu syeikh abi bakar bin salim marah sambil mengatakan ENGKAU PATAHKAN HATI HAMBA ALLAH DI DEPAN PINTU RUMAHKU....!!!! lalu dikejar perempuan tua itu sama syeikh abi bakar bin salim ketika sampai dihadapannya, syeikh abi bakar bin salim bertanya kpd ibu tua itu,
Ibu membawa apa ???
Aku membawa ini(satu genggam gandum) untuk syeikh abi bakar bin salim ketika melihat gandum itu lalu diambil dan di trima sama syeikh abi bakar bin salim sambil di cium gandum itu sambil di puji2 ibu tua itu mendengar perlakuan syeikh abi bakar bin salim seperti itu ibu tua ini senang dan gembira dgn perlakuan syeikh abi bakar bin salim tak lama kemudian ibu ini pamitan untuk pulang,tapi syeikh abi bakar bin salim melarang jgn pulang dulu bu, sambil mengatakan IBU DATANG DARI JAUH2 UTK MEMBERIKAN GANDUM YG MULIA INI, LALU IBU PULANG DENGAN TANGAN KOSONG, TUNGGU SEBENTAR BU, lalu beliau masuk rumah beliau mengambil satu karung gandum dan beberapa pakaian sama daging kambing dan uang dikasihkan untuk ibu itu sampai dikatakan bahwa keledai yg ditumpangi ibu tua itu penuh dgn hadiah dari syeikh abi bakar bin saim, ibu itu gembira dan senang membawa pulang hadiah dari syeikh abi bakar bin salim. 
Ketika ibu tua itu sudah pulang lalu syeikh abi bakar bin salim menemui khodim nya yg kasar terhadap ibu tua tadi, beliau marah kpd khodim nya sambil mengatakan APA YG KAU LAKUKAN KPD IBU TUA ITU !!! DIA DATANG DARI JAUH DENGAN MEMBAWA HARAPAN YG MULIA MEMBAWA SEGENGGAM GANDUM.
اذاماشكرناقليل ماجاءالكثير
KALAU KITA GAK SYUKURI YG SEDIKIT INI TIDAK BAKAL DATANG BANYAK DARI ALLAH.
AKU DIJADIKAN ALLAH UNTUK PELAYAN UMMAT BUKAN UNTUK MEMATAHKAN HATI UMMAT....!!!!!
JADI JANGAN PERNAH KAU ULANGI LAGI KEJADIAN SEPERTI INI.....!!!!

:Inilah akhlak Para keturunan rosulullahh yg mana mereka selalu melazimkan sifat2 yg diajarkan dari kakek moyang mereka.
Allahumma Sholliy wasallim ala sayyidina Muhammad wa'ala alihi Sayyidina Muhammad.

#Kurang lebihnya Al faqir minta maaf atas kelancangan al faqir menulis cerita ini,
Semoga bermanfaat😊😊😊

Dari mas Imam Tantowi murid Habib Umar di Tareem Yaman

Allahumma sholli 'ala sayyidina Muhammad wa'ala aalihi washohbihi wasalim

Saturday, October 7, 2017

Sedekah salah alamat

.
.
@indonesiamengaji.id
.
Suatu ketika, Rasulullah Saw, seperti yang kerap beliau lakukan, berbincang-bincang dengan para sahabat di serambi Masjid Nabawi, Madinah. Selepas berbagi sapa dengan mereka, beliau berkata kepada mereka,
.
. “Suatu saat ada seorang pria berkata kepada dirinya sendiri, ‘Malam ini aku akan bersedekah!’ Dan benar, malam itu juga dia memberikan sedekah kepada seorang perempuan yang tak dikenalnya. Ternyata, perempuan itu seorang pezina. Sehingga, kejadian itu menjadi perbincangan khalayak ramai. .
.
“Akhirnya, kabar tersebut sampai juga kepada pria itu. Mendengar kabar yang demikian, pria itu bergumam, ‘Ya Allah! Segala puji hanya bagi-Mu.Ternyata, sedekahku jatuh ke tangan seorang pezina. Karena itu, aku akan bersedekah lagi!’ .
.
“Maka, pria itu kemudian mencari seseorang yang menurutnya layak menerima sedekah. Ternyata, penerima sedekah itu, tanpa diketahuinya, adalah orang kaya. Sehingga, kejadian itu lagi-lagi menjadi perbincangan khalayak ramai, lalu sampai juga kepada pria yang bersedekah itu. .
.
“Mendengar kabar yang demikian, pria itu pun bergumam,’Ya Allah! Segala puji hanya bagi-Mu. Ternyata, sedekahku itu jatuh ke tangan orang kaya. Karena itu, aku akan bersedekah lagi!’ .
.
Maka, dia kemudian, dengan cermat, mencari seseorang yang menurutnya layak menerima sedekah. Ternyata, penerima sedekah yang ketiga, tanpa diketahuinya, adalah seorang pencuri. Tak lama berselang, kejadian itu menjadi perbincangan khalayak ramai, dan kabar itu sampai kepada pria yang bersedekah itu. .
.
Mendengar kabar demikian, pria itu pun mengeluh, ‘Ya Allah! Segala puji ha­nya bagi-Mu! Ya Allah, sedekahku ternyata jatuh ke tangan orang-orang yang tak kuduga: pezina, orang kaya, dan pencuri!’ .
.
Pria itu kemudian didatangi (malaikat utusan Allah) yang berkata, “Sedekahmu telah diterima Allah. Bisa jadi pezina itu akan berhenti berzina karena menerima sedekah itu. Bisa jadi pula orang kaya itu mendapat pelajaran karena sedekah itu, lalu dia menyedekahkan sebagian rezeki yang dikaruniakan Allah kepadanya. Dan, bisa jadi pencuri itu berhenti mencuri selepas menerima sedekah itu.”
.

Wednesday, September 6, 2017

SEDEKAH BISA MEMANJANGKAN UMUR

SEDEKAH BISA MEMANJANGKAN UMUR

SUATU hari, Malaikat Kematian mendatangi Nabi Ibrahim, dan bertanya, “Siapa anak muda yang tadi mendatangimu wahai Ibrahim?”

“Yang anak muda tadi maksudnya?” tanya Ibrahim. “Itu sahabat sekaligus muridku.”

“Ada apa dia datang menemuimu?”
“Dia menyampaikan bahwa dia akan melangsungkan pernikahannya besok pagi.”

“Wahai Ibrahim, sayang sekali, umur anak itu tidak akan sampai besok pagi.” Habis berkata seperti itu, Malaikat Kematian pergi meninggalkan Nabi Ibrahim. Hampir saja Nabi Ibrahim tergerak untuk memberitahu anak muda tersebut, untuk menyegerakan pernikahannya malam ini, dan memberitahu tentang kematian anak muda itu besok. Tapi langkahnya terhenti. Nabi Ibrahim memilih kematian tetap menjadi rahasia ALLOH.

Esok paginya, Nabi Ibrahim ternyata melihat dan menyaksikan bahwa anak muda tersebut tetap bisa melangsungkan pernikahannya.

Hari berganti hari, minggu berganti minggu, bulan berganti bulan, dan tahun pun bergantian, Nabi Ibrahim malah melihat anak muda ini panjang umurnya.

Hingga usia anak muda ini 70 tahun, Nabi Ibrahim bertanya kepada Malaikat Kematian, apakah dia berbohong dahulu sewaktu menyampaikan bahwa anak muda itu umurnya tidak akan sampai besok pagi?

Malaikat Kematian menjawab bahwa dirinya memang akan mencabut nyawa anak muda tersebut, tapi ALLOH menahannya.

“Apa gerangan yang membuat ALLOH menahan tanganmu untuk tidak mencabut nyawa anak muda tersebut, dulu?”

“Wahai Ibrahim, di malam menjelang pernikahannya, anak muda tersebut menyedekahkan separuh dari kekayaannya. Dan ini yang membuat ALLOH memutuskan untuk memanjangkan umur anak muda tersebut, hingga engkau masih melihatnya hidup.”

***
Di Pondok Darul Hadist Sebelah Alun-alun Malang.

Saturday, August 26, 2017

Baju rasulullah yang berkah

Suatu hari ada seorang pengemis mengetuk pintu rumah Rasulullah Saw. Pengemis itu berkata:
"saya pengemis ingin meminta sedekah dari Rasulullah."
Rasulullah bersabda:
"Wahai Aisah berikan baju itu kepada pengemis itu". Sayyidah Aisyah pun akhirnya melaksanakan perintah Nabi.
Dengan hati yang sangat gembira, pengemis itu menerima pemberian beliau, dan langsung pergi ke pasar serta berseru di keramaian orang di pasar: "Siapa yang mau membeli baju Rasulullah? ". Maka dengan cepat berkumpullah orang-orang, dan semua ingin membelinya.

Ada seorang yang buta mendengar seruan tersebut, lalu menyuruh budaknya agar membelinya dengan harga berapapun yang diminta, dan ia berkata kepada budaknya: jika kamu berhasil mendapatkannya, maka kamu merdeka. Akhirnya budak itupun berhasil mendapatkannya. Kemudian diserahkanlah baju itu pada tuannya yang buta tadi.

Alangkah gemberinya si buta tersebut, dengan memegang baju Rasulullah yang didapat, orang buta tersebut kemudian berdoa dan berkata:
"Yaa Rabb dengan hak Rasulullah dan berkat baju yg suci ini maka kembalikanlah pandanganku".
MaaSyaa Allah...dengan izin Allah, spontan orang tersebut dapat melihat kembali.

Keesokan harinya, iapun pergi menghadap Rasulullah dengan penuh gembira dan berkata:
"Wahai Rasulullah... pandanganku sudah kembali dan aku kembalikan baju anda sebagai hadiah dariku".
Sebelumnya orang itu menceritakan kejadiannya sehingga Rasulullah pun tertawa hingga tampak gigi gerahamnya.

Kemudian Rasulullah bersabda kepada Sayyidah Aisyah:
"Perhatikanlah baju itu wahai Aisyah, dengan berkahNya, ia
telah mengkayakan orang yang miskin, menyembuhkan yang buta, memerdekakan budak dan kembali lagi kepada kita."

Subhanallah...

Al-Imam as-Suyuti menyebutkan dalam salah satu kitabnya bahwa pahala shadaqah itu ada 5 macam:

أَنَّ ثَوَابَ الصَّدَقَةِ خَمْسَةُ أَنْوَاعٍ : وَاحِدَةٌ بِعَشْرَةٍ وَهِيَ عَلَى صَحِيْحِ الْجِسْمِ ، وَوَاحِدَةٌ بِتِسْعِيْنَ وَهِيَ عَلَى الْأَعْمَى وَالْمُبْتَلَى ، وَوَاحِدَةٌ بِتِسْعِمِائَةٍ وَهِيَ عَلَى ذِي قَرَابَةٍ مُحْتَاجٍ ، وَوَاحِدَةٌ بِمِائَةِ أَلْفٍ وَهِيَ عَلَى الْأَبَوَيْنِ ، وَوَاحِدَةٌ بِتِسْعِمِائَةِ أَلْفٍ وَهِيَ عَلَى عَالِمٍ أَوْ فَقِيْهٍ اهـ
(كتاب بغية المسترشدين)

"Sesungguhnya pahala bersedekah itu ada lima kategori :
1) Satu dibalas sepuluh (1:10) yaitu bersedekah kepada orang yang sehat jasmani

2) Satu dibalas sembilan puluh (1:90) yaitu bersedekah terhadap orang buta, orang cacat atau tertimpa musibah, termasuk anak yatim dan piatu

3) Satu dibalas sembilan ratus (1:900) yaitu bersedekah kepada kerabat yang sangat membutuhkan

4) Satu dibalas seratus ribu (1: 100.000) yaitu sedekah kepada kedua orangtua

5) Satu dibalas sembilan ratus ribu (1 : 900.000) yaitu bersedekah kepada orang yg alim atau ahli fiqih.
[Kitab Bughyatul Musytarsyidin]

Semoga Allah SWT memudahkan kita untuk bermurah hati, suka bersedekah dengan ikhlas. Aamiiiin...

Thursday, August 24, 2017

Keinginan membangun masjid

Kisah ahli makrifah billah Imam Abdullah bin Alwi Al haddad

Seorang laki-laki mengunjungi seorang ahli makrifah billah Imam Abdullah bin Alwi Al haddad

“Aku ingin membangun sebuah masjid, “kata laki-laki itu.

“Perbaikilah niatmu”.

“Aku telah memperbaiki niatku”.

“Baiklah, jika niatmu telah benar, aku ingin tanya bagaimana jika setelah masjid selesai di bangun masyarakat menganggap orang lain yang telah membangunnya? Mereka sama sekali tidak menyebut namamu, tanya beliau

“hal itu tentu akan terasa berat bagiku, “jawabnya.

“Niatmu belum benar, “kata Habib Abdullah

Datang seorang lelaki lain

“Aku ingin membangun masjid ikhlas demi Allah.”

“Berikanlah kepadaku dana yang telah kamu siapkan untuk membangun masjid. Nanti terserah kepada habibmu Abdullah, ia akan gunakan uang itu untuk membangun masjid, makan atau dibagi-bagikan. Tetapi, di akhirat nanti, kamu akan memperoleh pahala membangun masjid

“Akan kupikir-pikir dahulu”.
Setelah berpikir, akhirnya lelaki itu menolak usulan habib Abdullah

“harta tidak akan keluar kecuali sebagaimana datangnya,” kata habib Abdullah Al Haddad

Seorang laki-laki lain datang menemui habib Abdullah

“Ya Habib , aku ini seorang pedagang. Sudah lama aku berniat membangun sebuah masjid semata-mata karena Allah. Untuk mewujudkan cita-citaku ini, aku menabung tiap kali memperoleh keuntungan. “Sekarang tabunganku telah cukup untuk membangun masjid.”

“Jika kamu benar-benar ingin membangun masjid berikanlah tabunganmu itu kepadaku, terserah habibmu Abdullah akan ia gunakan uang itu untuk membangun masjid, menyedekahkannya atau memakannya.

Tetapi di surga nanti, kamu akan memperoleh pahala membangun masjid dan pahala orang yang beribadah di dalamnya.

“Ya Habib, jika benar ucapanmu itu, akan kuserahkan semua tabunganku kepadamu, dan aku tidak perlu bersusah payah memikirkan pembangunan masjid.

Aku akan pulang sekarang untuk mengirimkan uang itu kepadamu. Gunakanlah uang itu sesukamu, “kata lelaki itu kegirangan.

“Habibmu ini tidak membutuhkan tabunganmu. Ia hanya ingin menguji niatmu.

Sekarang , bangunlah sebuah masjid dan umumkanlah rencana pembangunan itu kepada masyarakat, karena niatmu telah benar.”

Allahumma shalli waalihi washahbihi wasallam

Monday, August 14, 2017

BERSEDEKAH DAPAT MENYEMBUHKAN PENYAKIT

5226. BERSEDEKAH DAPAT MENYEMBUHKAN PENYAKIT

PERTANYAAN:
Assalamu’alaikum...
kalau sodakoh/infaq.
niatnya untuk menyembuhkan penyakit. bisa gak? [Munjid]

JAWABAN:

Bersedekah dengan niat menyembuhkan penyakit malah dianjurkan oleh Rasululloh shollallohu alaihi wasallam,
beliau bersabda : " Obatilah orang2 sakit kalian dengan bersedekah ..... "

Rasululloh  shollallohu alaihi wasallam dulu mengobati penyakit dengan 3 macam  cara, dengan obat biasa, dengan obat ilahiyah salah satunya dengan  shodaqoh ini dan dengan gabungan antara obat biasa dengan obat ilahiyah.

Bersedekah  ketika lagi ada hajat hukumnya sunnah, orang2 khusus   bersedekah  terlebih dahulu sebelum menyampaikan hajatnya kepada Allah, seperti  hajat mereka utk menyembuhkan orang2 sakit, tetapi hal ini tergantung  ukuran besar kecil penyakitnya, bahkan ketika mereka hendak menyembuhkan  orang yg tdk bisa membuka matanya maka mereka memberikan sesuatu yg tdk  diketahui oleh seorangpun.

Orang2 yg faham tentang  Allah, ketika mereka mempunyai hajat dan berharap segera tercapai misal  seperti kesembuhan penyakit maka mereka memerintahkan untuk membuat  makanan dengan daging kambing yg sempurna kemudian mengundang orang2  fakir miskin.

Ada juga sebagian ulama' yg berpendapat  utk mensedekahkan barang yg paling berharga miliknya ketika ada orang yg  paling penting baginya sedang sakit, mereka mensedekahkan harta  miliknya semisal budak, atau kuda dan harga harta tsb disedekahkan  kepada fakir miskin.

Refrensi:
- kitab faidhul qodir (3/515)

دَاوُوا مَرْضَاكُمْ بِالصَّدَقَةِ؛ فَإِنَّهَا تَدْفَعُ عَنْكُمُ الْأَمْرَاضَ؛ وَالْأَعْرَاضَ
------------------------------------------------------------
قَالَ  فِي سِفْرِ السَّعَادَةِ: كَانَ الْمُصْطَفَى - صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ  وَسَلَّمَ - يُعَالِجُ الْأَمْرَاضَ بِثَلَاثَةِ أَنْوَاعٍ:  بِالْأَدْوِيَةِ الطَّبِيعِيَّةِ؛ وَبِالْأَدْوِيَةِ الْإِلَهِيَّةِ؛  وَهَذَا مِنْهَا؛ وَبِالْأَدْوِيَةِ الْمُرَكَّبَةِ مِنْهُمَا؛ وَقَالَ فِي  سِلْكِ الْجَوَاهِرِ: الصَّدَقَةُ أَمَامَ الْحَاجَةِ سُنَّةٌ مَطْلُوبَةٌ  مُؤَكَّدَةٌ؛ وَالْخَوَاصُّ يُقَدِّمُونَهَا أَمَامَ حَاجَاتِهِمْ إِلَى  اللَّهِ؛ كَحَاجَتِهِمْ إِلَى شِفَاءِ مَرِيضِهِمْ؛ لَكِنْ عَلَى قَدْرِ  الْبَلِيَّةِ فِي عِظَمِهَا؛ وَخِفَّتِهَا؛ حَتَّى إِنَّهُمْ إِذَا  أَرَادُوا كَشْفَ غَامِضٍ بَذَلُوا شَيْئًا لَا يَطَّلِعُ عَلَيْهِ أَحَدٌ؛  وَكَانَ ذَوُو الْفَهْمِ عَنِ اللَّهِ إِذَا كَانَ لَهُمْ حَاجَةٌ  يُرِيدُونَ سُرْعَةَ حُصُولِهَا؛ كَشِفَاءِ مَرِيضٍ؛ يَأْمُرُونَ  بِاصْطِنَاعِ طَعَامٍ حَسَنٍ بِلَحْمِ كَبْشٍ كَامِلٍ؛ ثُمَّ يَدْعُونَ  لَهُ ذَوِي الْقُلُوبِ الْمُنْكَسِرَةِ؛ قَاصِدِينَ فِدَاءَ رَأْسٍ  بِرَأْسٍ؛ وَكَانَ بَعْضُهُمْ يَرَى أَنْ يُخْرِجَ مِنْ أَعَزِّ مَا  يَمْلِكُهُ؛ فَإِذَا مَرِضَ لَهُ مَنْ يَعِزُّ عَلَيْهِ تَصَدَّقَ  بِأَعَزِّ مَا يَمْلِكُهُ؛ مِنْ نَحْوِ جَارِيَةٍ؛ أَوْ عَبْدٍ؛ أَوْ  فَرَسٍ؛ يَتَصَدَّقُ بِثَمَنِهِ عَلَى الْفُقَرَاءِ مِنْ أَهْلِ الْعَفَافِ

wallohu a’lam [Mujaawib:Ust.Nur Hamzah]
@www.fb.com/notes/1683510545005080/