Showing posts with label quran. Show all posts
Showing posts with label quran. Show all posts

Monday, February 27, 2017

رجل من أهل القرآن

رجل من أهل القرآن يقرأ القرآن منذ ٥٠ عاما يقرأه آناء الليل وأطراف النهار. وكان آخر آية قرأها ثم مات بعدها من سورة يس قوله تعالى:
إني إذا لفي ضلال مبين، ومات بعدها.

تعجب أصحابه كيف يختم له بهذه الآية وهو يقرأ القرهن معهم منذ ٥٠ عاما، فرآه أحدهم في منامه يتنعم بنعيم الجنة، فسأله: كيف يختم لك  بقوله إني إذا لفي ضلال مبين، قال: وما أدراك أني قد ختم لي بها بعد أن أنزلتموني إلي قبري، أتاني الملكان فسألاني من ربك؟ فقرأت ما بعد الآية إني آمنت بربكم فاسمعون قيل ادخل الجة قال يا ليت قومي يعلمون بما غفر لي ربي وجعلني من المكرمين.

قد ترى أحدا من الناس يرتكب كل أنواع المعاصي وقبل مماته بدقائق قد تاب الى الله ولم يعلم بتوبته أحد إلا الله الواحد الأحد.

الله تعالي وحده عليم بما في الصدور.

Friday, February 24, 2017

doa Kafaratul Majlis

Pernah denger doa Kafaratul Majlis? Kata konco-konco yang sudah pernah ngaji menjawab:

سبحانك اللهم وبحمدك ، أشهد أن لا إله إلا أنت ، أستغفرك وأتوب إليك
Dibaca: SubhanalLahumma wa bihamdik, asyhadu an laa ilaha illaa ANTA, astaghfiruka wa atuubu ilaiK.
"Maha Suci Engkau Ya Allah! dan dengan pujianMu. aku bersaksi bahwa tiada Tuhan Yang haq kecuali Engkau. aku memohon ampunanMu pun aku bertaubah kepada Engkau".

Kawan, sebenarnya tulisan ini datang dengan diiringi bacaan saya waktu nderes tadi Surah ath-Thur, ketika sampai ayat; 48:

وسبح بحمد ربك حين تقوم
Waktu tadi terlintas dalam hati "bertasbih memuji Allah ketika berdiri (dari duduk)" ~bukan terjemah~

Setelah saya membuka-buka kitab Tafsir, diantaranya aku jumpai Tafsir Ibnu Katsir & ath-Thabary. Hmm.. keduanya memiliki kesepakatan ta'wil dari ayat yang saya maksud adalah doa Kafaratul Majlis/doa kafarat dosa ketika duduk.

Saya berfikir, hakikat doa/dzikir ini menjadikan jelas. Bertapa agung nikmat Allah dalam menganugrahkan kita saling duduk? bahkan dalam duduk ini, betapa banyak persoalan yang rumit terselesaikan? Juga betapa banyak dosa  kesalahan yang saya atau kalian semua perbuat dalam duduk, apalagi pura-pura duduk, atau duduk hanya untuk memojokkan orang tertentu untuk meninggikan dirinya sendiri? ~Ah.. mungkin aku yang berlebihan?

Salam.. salam.. salam untuk semua, yang disini sedang saling berdudukan, atau disana yang saling duduk menduduki. Salam... Salam Qahwah jahannam. Ngopi saksruputan.

Sumber: facebook ulinnuha asnawi

Monday, February 20, 2017

TERNYATA MALAIKAT TDK DIBERI KEUTAMAAN MEMBACA ALQURAN

Berkata Ibnul Qudamah: "sangat dimakruhkan orang yang menghatamkan Al-qur'an lebih dari 40 hari".

Berkata Imam Qurtubi: "40 hari adalah waktu bagi orang -orang yang punya kelemahan membaca Al-qur'an dan orang memiliki banyak kesibukan".

Adakah di antara kita dalam sebulan atau 40 hari mengkhatamkan Al-qur'an..??

Jika kita memang orang yang berakal akan bergetarlah jiwa ini (karena kelalaian).

*di antara kebaikan Al-qur'an bahwa Allah akan memberkahi pembaca dan penghafalnya*

Berkata Abdul Malik bin Umair:
"Satu-satunya manusia yang tidak pikun adalah orang yang selalu membaca Al-qur'an".
Dalam redaksi lain
"Manusia yang paling jernih akalnya adalah para pembaca Al-qur'an".

Berkata Al-imam Qurtubi:
"Barang siapa yang membaca Al-qur'an, maka Allah akan menjadikan ingatannya segar meskipun umurnya telah mencapai 100 tahun".

Imam besar Ibrahim al-Maqdisi memberikan wasiat pada muridnya Abbas bin Abdi Daim rahimahullah.
"Perbanyaklah membaca Al-qur'an jangan pernah kau tinggalkan, karena sesungguhnya setiap yang kamu inginkan akan di mudahkan setara dengan yang kamu baca".

Berkata Ibnu Solah:
"Bahwasannya para Malaikat tidak diberi keutama'an untuk membaca Al-qur'an, maka oleh karena itu para Malaikat bersemangat untuk selalu mendengar saja dari baca'an manusia".

Berkata Abu Zanad:
"Di tengah malam, aku keluar menuju masjid Rasulullah shallallaahu alaihi wa sallam sungguh tidak ada satu rumahpun yang aku lewati melainkan pada nya ada yang membaca Al-qur'an".

Qiila : "tidak ada sesuatu yang lebih bisa memberikan nutrisi otak, kesegaran jiwa, dan kesehatan tubuh serta mencakup segala kebahagiaan melebihi dari orang yang selalu melihat kitabullah ta'ala".

Bergantunglah pada Alqur'an niscaya kau akan mendapatkan keberkahan.
Allah berfirman: "ini adalah kitab yang kami turunkan kepadamu yang penuh keberkahan agar mereka mau mentadaburi ayat-ayatnya".

Berkata sebagian ahli tafsir
"Manakala kita menyibukkan diri dengan Al-qur'an maka kita akan di banjiri oleh sejuta keberkahan dan kebaikan di dunia".

"Saya memohon kepada Allah agar mberikan taufiqnya kepada saya dan kalian semua untuk selalu membaca Al-qur'an dan mengamalkan kandungannya".

Bila anda Cinta pada Alqur'an maka sebarkanlah,,,
demi Allah, sekian banyak orang yang membaca Alqur'an maka pahala anda akan selalu mengalir...

Semoga bermanfaat

Sunday, February 5, 2017

HURUF YANG TIDAK ADA DALAM SURAT AL-FATIHAH DAN SIRR-NYA

Bismillahir rohmaanir rohiim

Suatu ketika Qoishor raja romawi mengirim surat kepada kholifah Umar bin al-Khoththob RA, yang isi surat tersebut demikian: "Kami menemukan dalam kitab suci kami yaitu injil, barang siapa yang  membaca sebuah surat yang padanya tidak terdapat TUJUH huruf berikut,  maka baginya syurga, ketujuh huruf itu adalah: Tsa/الثاء, Jim/الجيم,  Kho/الخاء, Zay/الزاى, Syin/الشين, Zho/الظاء dan Fa/الفاء.

Kami telah  mencarinya dalam injil namun kami tidak menemukannya, kami mohon pada  kalian agar mencarinya dalam kitab suci kalian (al-qur'an), apakah surat  tersebut terdapat disana?". Ketika Sayyidina Umar selesai membaca surat dari raja Qoishor, ia mengabarkan hal tersebut pada para sahabat Rosulillah SAW.

Maka berkata Ubay bin Ka'b : "Wahai Amiril Mu'minin, sesungguhnya surat  pembuka dalam qur'an/surat al-fatihah, didalamnya tidak terdapat  ketujuh huruf yang disebutkan". Maka kemudian Sayyidina Umar RA  membalas surat dari raja qoishor dan mengabarkan bahwa dalam qur'an  terdapat sebuah surat yang dicari oleh raja qoishor, yaitu surat  al-fatihah. Dan ketika raja qoishor membaca surat balasan dari  Sayyidina Umar, maka ia bersyahadat untuk memeluk agama Islam dan ia pun  wafat dalam keadaan islam.

Wallahu a'lam. (Kitab Khozinatul Asror, hal 112).

أن قيصر ملك الروم كتب الى عمر بن الخطاب رضى الله عنه كتابا، وكتب فيه  إنا نجد فى الانجيل أن من قرأ سورة خالية عن سبعة احرف فله الجنة، وهى  الثاء والجيم والخاء والزاى والشين والظاء والفاء، فقد طلبناها فى الانجيل  فلم نجدها، فانظروا هل تجدونها فى كتابكم، فلما قرأ عمر رضى الله عنه  كتابه، أخبر اصحاب رسول الله صلى الله عليه وسلم، فقال أبى بن كعب رضى الله  عنه : يا أمير المؤمنين إن فاتحة الكتاب خالية عن هذه الحروف. فكتب عمر  رضى الله عنه بذلك الى قيصر الروم ، فلما بلغ اليه الكتاب أسلم ومات على  الاسلام . كذا فى الشيخ زاده. خزينة الأسرار : ١١٢ - للشيخ السيد محمد حقى النازلى

MENGAPA KE-TUJUH HURUF TERSEBUT TIDAK BERADA DALAM SURAT AL-FATIHAH ?,  INILAH SEBAGIAN SIRR ATAU RAHASIA YANG DIKUTIP OLEH SYEIKH NAWAWI  AL-BANTANI DALAM KITAB BAHJATUL WASAAIL BI SYARHIL MASAAIL, HAL 14.

بشرح المسائل : ١٤

(وليس فى الفاتحة ظاء) وكذا ثاء وجيم وخاء وزاى وشين وفاء . يجمعها قولك ثجخ زشظف.

ولعل السر فى عدم هذه الاحرف السبعة هنا كما قيل : أن الثاء يشير الى  الثبور وهو اهلاك الله الكافر، والجيم يشير الى جهنم، والخاء الى الخباثة  والخسارة وهى الهلاك، والزاى الى الزقوم، والشين الى الشوكة، وتلظاء الى  الظلمة، والفاء الى الفضيحة والأفاعى وهى الحيات التى لا ينفع منهاوترياق  ولا رقيا ، أعاذنا الله من ذلك. بهجة الوسائل

Ada 7 huruf yang tidak terdapat dalam surat al-Fatihah, terkumpul dalam ucapan ﺛﺠﺦ ﺯﺷﻈﻒ :

1. Tsa’/ ﺙ , mengisyaratkan tsubur yaitu penghancuran Allah kepada orang kafir.

2. Jim/ ﺝ , mengisyaratkan jahannam.

3. Kha’/ ﺥ , mengisyaratkan khabatsah dan khasarah yaitu kehancuran atau kerugian.

4. Za’/ ﺯ , mengisyaratkan kepada zaqqum yakni pohon pahit lagi busuk yang buahnya jadi makanan penduduk neraka jahannam.

5. Syin/ ﺵ , mengisyaratkan syaukah artinya duri.

6. Dza’/ ﻅ, mengisyaratkan dzulmah artinya kegelapan.

7. Fa’/ ﻑ , mengisyaratkan fadhihah (cacat-kurang) dan afa’iy yaitu  ular-ular yang tidak bermanfaat sebagai penawar racun dan ruqyah.

Wallahu a'lam (Bahjatul Wasaail bi Syarhil Masaail, Hal 14).

Oleh santrialit :

www.fb.com/ical.rizaldysantrialit/posts/1236065589747127

www.fb.com/notes/1334744916548313

SUMBER:
http://www.piss-ktb.com/2017/02/5002-huruf-yang-tidak-ada-dalam-surat.html
____________
Dari Aplikasi: Ustadz Menjawab
Download:
https://play.google.com/store/apps/details?id=id.zam.pisstji

Wednesday, January 25, 2017

Keutamaan penghafal al quran

السلام عليكم ورحمة الله...

Menghafal al-Quran termasuk ibadah jika dilakukan ikhlas karena Allah dan bukan untuk mengharapkan pujian di dunia. Bahkan salah satu ciri orang yang berilmu menurut standar al-Quran, adalah mereka yang memiliki hafalan al-Quran. Allah berfirman,

بَلْ هُوَ آَيَاتٌ بَيِّنَاتٌ فِي صُدُورِ الَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ وَمَا يَجْحَدُ بِآَيَاتِنَا إِلَّا الظَّالِمُونَ

Bahkan, Al Quran itu adalah ayat-ayat yang nyata, yang ada di dalam dada orang-orang yang diberi ilmu..(QS. al-Ankabut: 49).

Allah memberikan banyak keutamaan bagi para penghafal al-Quran, di dunia dan ahirat.

Berikut diantaranya:

1. Kedudukan hafidz al-Quran di surga, sesuai banyaknya ayat yang dia hafal

Dari Abdullah bin Amr radhiyallahu ‘anhuma, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

يُقَالُ لِصَاحِبِ الْقُرْآنِ اقْرَأْ وَارْتَقِ وَرَتِّلْ كَمَا كُنْتَ تُرَتِّلُ فِى الدُّنْيَا فَإِنَّ مَنْزِلَكَ عِنْدَ آخِرِ آيَةٍ تَقْرَؤُهَا

Ditawarkan kepada penghafal al-Quran, “Baca dan naiklah ke tingkat berikutnya. Baca dengan tartil sebagaimana dulu kamu mentartilkan al-Quran ketika di dunia. Karena kedudukanmu di surga setingkat dengan banyaknya ayat yang kamu hafal.” (HR. Abu Daud 1466, Turmudzi 3162 dan dishahihkan al-Albani)

2. Ditemani Malaikat

Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَثَلُ الَّذِى يَقْرَأُ الْقُرْآنَ وَهْوَ حَافِظٌ لَهُ مَعَ السَّفَرَةِ الْكِرَامِ ، وَمَثَلُ الَّذِى يَقْرَأُ الْقُرْآنَ وَهْوَ يَتَعَاهَدُهُ وَهْوَ عَلَيْهِ شَدِيدٌ ، فَلَهُ أَجْرَانِ

Orang yang membaca dan menghafal al-Quran, dia bersama para malaikat yang mulia. Sementara orang yang membaca al-Quran, dia berusaha menghafalnya, dan itu menjadi beban baginya, maka dia mendapat dua pahala. (HR. Bukhari 4937)

3. Di akhirat, akan diberi mahkota dan pakaian kemuliaan

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

يَجِىءُ الْقُرْآنُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَيَقُولُ يَا رَبِّ حَلِّهِ فَيُلْبَسُ تَاجَ الْكَرَامَةِ ثُمَّ يَقُولُ يَا رَبِّ زِدْهُ فَيُلْبَسُ حُلَّةَ الْكَرَامَةِ ثُمَّ يَقُولُ يَا رَبِّ ارْضَ عَنْهُ فَيَرْضَى عَنْهُ فَيُقَالُ لَهُ اقْرَأْ وَارْقَ وَتُزَادُ بِكُلِّ آيَةٍ حَسَنَةً

Al-Quran akan datang pada hari kiamat, lalu dia berkata, “Ya Allah, berikan dia perhiasan.” Lalu Allah berikan seorang hafidz al-Quran mahkota kemuliaan. Al-Quran meminta lagi, “Ya Allah, tambahkan untuknya.” Lalu dia diberi pakaian perhiasan kemuliaan. Kemudian dia minta lagi, “Ya Allah, ridhai dia.” Allah-pun meridhainya. Lalu dikatakan kepada hafidz quran, “Bacalah dan naiklah, akan ditambahkan untukmu pahala dari setiap ayat yang kamu baca. (HR. Turmudzi 3164 dan beliau menilai Hasan shahih).

4. Al-Quran memberi syafaat baginya

Dari Abu Umamah al-Bahili radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

اقْرَءُوا الْقُرْآنَ فَإِنَّهُ يَأْتِى يَوْمَ الْقِيَامَةِ شَفِيعًا لأَصْحَابِهِ

Rajinlah membaca al-Quran, karena dia akan menjadi syafaat bagi penghafalnya di hari kiamat. (HR. Muslim 1910).

5. Orang tuanya akan diberi mahkota cahaya kelak di akhirat

Dari Buraidah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

من قرأ القرآن وتعلَّم وعمل به أُلبس والداه يوم القيامة تاجاً من نور ضوؤه مثل ضوء الشمس ، ويكسى والداه حلتين لا تقوم لهما الدنيا فيقولان : بم كسينا هذا ؟ فيقال : بأخذ ولدكما القرآن

Siapa yang menghafal al-Quran, mengkajinya dan mengamalkannya, maka Allah akan memberikan mahkota bagi kedua orang tuanya dari cahaya yang terangnya seperti matahari. Dan kedua orang tuanya akan diberi dua pakaian yang tidak bisa dinilai dengan dunia. Kemudian kedua orang tuanya bertanya, “Mengapa saya sampai diberi pakaian semacam ini?” Lalu disampaikan kepadanya, “Disebabkan anakmu telah mengamalkan al-Quran.” (HR. Hakim 1/756 dan dihasankan al-Abani).

Dalam riwayat lain, dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

يجيء القرآن يوم القيامة كالرجل الشاحب يقول لصاحبه : هل تعرفني ؟ أنا الذي كنتُ أُسهر ليلك وأظمئ هواجرك… ويوضع على رأسه تاج الوقار ، ويُكسى والداه حلَّتين لا تقوم لهما الدنيا وما فيها ، فيقولان : يا رب أنى لنا هذا ؟ فيقال لهما : بتعليم ولدكما القرآن

Al-Quran akan datang pada hari kiamat seperti orang yang wajahnya cerah. Lalu bertanya kepada penghafalnya, “Kamu kenal saya? Sayalah membuat kamu bergadangan tidak tidur di malam hari, yang membuat kamu kehausan di siang harimu… ” kemudian diletakkan mahkota kehormatan di kepalanya, dan kedua orang tuanya diberi pakaian indah yang tidak bisa dinilai dengan dunia seisinya. Lalu orang tuanya menanyakan, “Ya Allah, dari mana kami bisa diberi pakaian seperti ini?” kemudian dijawab, “Karena anakmu belajar al-Quran.” (HR. Thabrani dalam al-Ausath 6/51, dan dishahihkan al-Albani).

والسلام عليكم ورحمة الله...

Sumber: facebook nifal fahmi qudus

Sunday, January 15, 2017

MENGAJILAH BIAR GAGAH

~ Sang Hafidz Al-Quran yang Produktif Menulis

KH. Maftuh Basthul Birri terlahir di Kutoarjo Purworejo Jawa Tengah pada tahun 1948 M. Mula-mula beliau menghafal al-Quran di hadapan KH. Ahmad Munawwir, Pondok Pesantren Krapyak, Yogyakarta. Dilanjut belajar qiraah sab’ah di hadapan Kyai Nawawi Abdul Aziz (Ngrukem, Bantul Yogyakarta). Beliau juga pernah tabarukan di Pondok Pesantren Yanbu’ul Quran Kudus di hadapan Kyai Arwani Amin, Kudus.

Selanjutnya KH. Maftuh Basthul Birri belajar ke Pondok Pesantren Lirboyo Kediri dan Pesantren Sarang, Rembang, Jawa Tengah. Beliau bukan hanya ahli dalam bidang bacaan al-Quran, melainkan juga dalam bidang tulis-menulis al-Quran (khath). Hasil karyanya dalam bidang kaligrafi cukup banyak dan sangat indah. Tidak berlebihan jika kita menggolongkan beliau ke dalam daftar para khaththat handal Indonesia.

Saat ini beliau menjadi pengasuh di Pondok Pesantren Murotilil Quran (PPMQ) Lirboyo Kediri. Pesantren ini termasuk salah satu unit dari Pondok Pesantren Lirboyo yang konsen dalam mempelajari al-Quran. Pesantren yang dirintis KH. Maftuh Basthul Birri ini telah banyak mencetak hafidz-hafidzah berkualitas sekaligus mumpuni membaca dan memahami kitab-kitab kuning (kitab klasik Islam).

Di awal-awal berdirinya semaan al-Quran “Jantiko MANTAB” beliau aktif sebagai qari’ untuk daerah Kediri dan sekitarnya. Beliau juga menjadi pengamal wirid Dzikrul Ghafilin-nya Gus Miek, sehingga tidak heran kalau beliau menulis biografi dan karomah singkat para wali yang disebutkan dalam wirid itu.

Kedalaman ilmu dan pengalaman KH. Maftuh Basthul Birri dalam bidang al-Quran dan kitab kuning mengantarkan beliau menjadi penulis produktif dan kreatif. Diantara hasil karyanya adalah:

1. Hidangan Segar Al-Quran (Keutamaan-keutamaan dan Kewajiban Belajar al-Quran). Kediri: Pustaka Jet Tempur, PPMQ Lirboyo.
2. Persiapan Membaca Al-Quran dengan Rosm Utsmani dan Tanda Baca yang Bertajwid. Kediri: Pustaka Jet Tempur, PPMQ Lirboyo.
3. Mari Memakai Al-Quran Rosm ‘Utsmaniy (RU), Kajian Tulisan al-Quran dan Pembangkit Generasinya. Kediri: Pustaka Jet Tempur, PPMQ Lirboyo.
4. Al-Quran Bonus yang Terlupakan, Metode canggih mengaji dan mengajar al-Quran dan Perihal yang Terkait. Kediri: Pustaka Jet Tempur, PPMQ Lirboyo.
5. Fath al-Mannan (Tajwid Jawa Komplit). Surabaya: CV Ihsan.
6. Standar Tajwid Bacaan Al-Quran (terjemah bahasa Indonesia Fath al-Mannan). Kediri: Pustaka Jet Tempur, PPMQ Lirboyo.
7. Mental Khataman Al-Quran. Kediri: Pustaka Jet Tempur, PPMQ Lirboyo.
8. Reformasi Menurut Al-Quran. Kediri: Pustaka Jet Tempur, PPMQ Lirboyo.
9. Manaqib al-Auliya’ al-Khamsin. Kediri: Pustaka Jet Tempur, PPMQ Lirboyo.
10. Manaqib 50 Wali Agung (terjemahan bahasa Indonesia dari Manaqib al-Auliya’ al-Khamsin) Kediri: Pustaka Jet Tempur, PPMQ Lirboyo.
11. Jet Tempur, Turutan Mengaji Al-Quran Kanak-kanak (Pemula). Kediri: Pustaka Jet Tempur, PPMQ Lirboyo.
12. Dan lainnya.

~ Pondok Pesantren Murottilil Qur’an (PPMQ)

Berdirinya pondok pesantren unit Lirboyo yang satu ini, tidak bisa dilepaskan dari Madrasah Murottilil Qur’an (MMQ) yang dirintis oleh KH. Maftuh Basthul Birri. Madrasah ini berawal sekitar tahun 1397 H/ 1977 M yang kala itu berupa pengajian dengan sistem sorogan yang diasuh langsung oleh KH. Maftuh Basthul Birri. Karena semakin banyaknya santri yang mengaji, maka sekitar tahun 1979/ 1980 M. MMQ berdiri sebagai lembaga pendidikan Pondok Pesantren Lirboyo yang khusus membidangi al-Quran.

Kepengrursan MMQ sendiri mulai dibentuk tahun 1990. Dan mengingat kuantitas siswa yang terus bertambah, MMQ merasa perlu untuk memilah siswanya dalam beberapa tingkatan. Maka dibentuklah jenjang pendidikan dengan tingkatan Ibtidaiyyah, Tsanawiyyah dan Aliyyah. Kemudian sekitar tahun 1997, dibentuklah sebuah jam’iyyah sebagai media ta’aruf antar santri MMQ dan ajang pendidikan yang bersifat ekstra kurikuler. Diantara kegiatannya adalah mengembangkan bakat santri dalam seni baca al-Quran.

Setiap tahun, MMQ terus melakukan perkembangan. Dan di tahun 2011 ini, dalam MMQ terdapat lima tingkatan.

• Pertama, tingkat I’dadiyah. Waktunya setengah tahun, dengan materi; Buku Turutan A, Ba, Ta.. Jet Tempur, mempelajari dan membaca mulai surat al-A’la sampai surat an-Nas.

• Kedua, tingkat Ibtidaiyah. Waktunya setengah tahun, dengan materi; Buku Persiapan Membaca al-Quran, Buku Bonus Agung yang Terlupakan, mempelajari dan menghafal mulai surat al-A’la-surat an-Nas.

• Ketiga, tingkat Tsanawiyah. Waktunya setengah tahun, dengan materi; Buku Standar Tajwid (Fathul Mannan), Manaqib al-Auliya’ al-Khamsin, mempelajari dan menghafal mulai surat al-A’la-syrat an-Nas, surat Yasin, al-Waqi’ah dan Bacaan-bacaan Ghorib.

• Ketiga, tingkat Aliyah. Waktunya kurang lebih satu tahun setengah, dengan materi; Buku Mari Memakai Rosm Utsmany, sorogan al-Quran mulai juz 1- 30 dan menghafal qisharis suwar.

• Sedangkan tingkatan keempat adalah Sab’atul Qira-at. Waktunya kurang lebih dua bulan dan diperuntukkan bagi siswa yang sudah selesai setoran al-Quran 30 juz, telah sukses menghafalkan surat-surat pendek (antara lain; juz 30, al-Mulk, al-Waqi’ah, ad-Dukhan, Yasin, as-Sajdah, al-Kahfi,) dan telah terdaftar sebagai peserta Takhtiman (Khatmil Quran).

Pada tanggal 16 Juni 2002, MMQ meresmikan cabangnya di daerah Batam. Kala itu, meski dengan fasilitas minim (bahkan tempat mengajinya masih meminjam lahan yang terletak di kawasan liar belakang Dormitori Blok R kawasan industri Batamindo Muka Kuning), MMQ Batam telah diikuti kurang lebih 600 siswa dengan tingkatan yang sama dengan MMQ Pusat, yaitu tingkatan Jet Tempur, Ibtidaiyyah, Tsanawiyyah, Aliyyah, Tahaffuzh, dan Qiro-ah Sab’ah. Cabang MMQ dengan Akte Notaris Yondri Darto, S.H. No. 196 tanggal 20 Juli 2004 ini, kini telah diikuti oleh lebih dari 4000 santri.

Selain MMQ, di dalam Pondok Pesantren Murottilil Qur’an (PP MQ) juga ada Majlis Qiro’ah Wat Tahfidz (MQT). Kegiatannya terbagi dua, harian dan mingguan.

• Harian meliputi: shalat jamaah lima waktu, qiyamullail, mengaji setor hafalan (ba’da jamaah shalat Shubuh), murattalan bersama (aktivitas memperbaiki bacaan al-Quran, membenahi makhraj dan menerapkan shifatul huruf yang dilaksanakan setelah jamaah shalat Dzuhur), dan mengaji Takror Hafalan (sebuah kegiatan yang mngumpulkan antara guru dan santri guna mengulang dan memahirkan hafalan al-Quran, disamping penyampaian materi kitab-kitab tajwid setelah jamaah shalat Ashar).

• Sedangkan kegiatan mingguannya adalah: musyawarah kitab-kitab tajwid (Kamis sore), Jam’iyyah Maulidiyyah (kegiatan yang di dalamnya juga berisikan pembacaan Manaqib Syaikh Abdul Qadir al-Jailani, latihan khithabah dan praktek ubudiyyah setiap malam Jum’at), serta semaan al-Quran (hari Jum’at selepas jamaah shalat Shubuh). MQT juga membagi tingkatan-tingkatan anggotanya. Tingkat Marhalah I’dadiyyah (waktunya setengah tahun, dengan materi; hafalan surat-surat penting dan buku Persiapan Membaca Al-Quran), Tingkat Marhalah Ula, (waktunya satu tahun, dengan materi; hafalan juz 1-10 dan buku Standar Tajwid), Tingkat Marhalah Tsaniyyah, (waktunya satu tahun, dengan materi; hafalan juz 11-20 dan buku Tajwid Jazariyyah), Tingkat Marhalah Tsalitsah, (selama satu tahun, dengan materi; hafaln juz 21- 30 dan buku Tajwid Jazariyyah), dan Tingkat Sab’atul Qira-at (ditempuh kurang lebih tiga tahun dan diperuntukkan bagi santri yang telah mengkhatamkan al-Quran di hadapan KH. Maftuh Basthul Birri).

PP. MQ kian hari makin berkembang. Saat ini, PP. MQ yang diketuai Agus Khothibul Umam dan Imam Hasan Asy’ari Sebagai sekretarisnya, untuk MMQ diikuti siswa sebanyak 1467 dan MQT sejumlah 78 santri. Untuk menampung para santrinya, tahun 2005 dibangunlah bangunan baru di Dusun Sidomulyo Desa Klodran Kec. Semen yang berjarak kurang lebih 3 km dari PP. Lirboyo yang saat ini dihuni oleh 127 santri, 36 diantaranya adalah santri putri. Dan meskipun PP. MQ adalah pesantren yang fokus pada pengkajian al-Quran, di dalamnya juga diajarkan ilmu tauhid, fikih, akhlak, hadis, nahwu dan shorof, yang digelar setiap hari mulai pukul 08.00 WIs.

~ Shalawat Mengajilah Al-Quran Karya KH. Maftuh Basthul Birri

صَـلاةُ اللهِ سَـلامُ اللهِ # عَـلَى طـهَ رَسُـوْلِ اللهِ
صَـلاةُ اللهِ سَـلامُ اللهِ # عَـلَى يـس حَبِيْـبِ اللهِ
اِلهِـى عَـلِّـمِ اْلاُمـَّة #  بالْقُرْان وَالْحكْمَة
وَبالْعُلُوْم وَالْاَعْمَال # بِاَهْـلِ الْبَـدْرِ يـَا اَللهُ
اِلهِـى اغْفِـرِ وَاَ كْرِمْنَـا #  بِـنَيـْلِ مـَطَالِبٍ مِنَّا
وَدَفْـعِ مَسَـاءَةٍ عَـنَّا # بِاَهْـلِ الْبَـدْرِ يـَا اَللهُ
اَتَيـْنَا طَالِـبِى الرِّفْـقِ # وَجُـلِّ الْخَـيْرِ وَالسَّـعْدِ
فَوَسِّـعْ مِنْحَـةَ اْلاَيـْدِىْ # بِاَهْـلِ الْبَـدْرِ يـَا اَللهُ

Al-Quran penuh berkah, mengajilah biar gagah (2X)
Al-Quran penuh cahaya, mengajilah biar kaya.

Ngaji Quran tidak mudah, janganlah dianggap mudah (2X)
Jangan hanya kanak-kanak, tua pun mengajilah.

Para guru para imam, mengajilah sampai mahir (2X)
Itulah perintah Allah, janganlah dilupakan.

Baca tulisan bukanlah ngaji, bahkan harus sampai hafal pandai (2X)
Itulah namanya ngaji, yang harus kita tekuni.

Kalau Quran diremehkan, hilanglah barokah Allah (2X)
Gejolak datang petaka datang, susah payah kita semua.

Sekarang bukti nyata, sadarlah kita bersama (2X)
Di dunia berantakan, di akhirat masuk neraka.

Semoga Allah melimpahkan, keberuntungan bagi kita (2X)
Di dunia sejahtera, akhir kelak masuk ke surga.

Link download: https://www.dropbox.com/s/qxennw5s7eg6rvh/MENGAJI%20AL-QURAN%2C%20KH.%20MAFTUH%20BASTHUL%20BIRRI%20LIRBOYO.mp3

Sya’roni As-Samfuriy, Cilangkap Jaktim 13 Maret 2014

http://pustakamuhibbin.blogspot.com/2014/03/mengajilah-biar-gagah-sekilas-pandang.html
http://www.muslimedianews.com/2014/03/mengajilah-biar-gagah-kh-maftuh-basthul.html