Wednesday, February 8, 2017

PESAN HIKMAH YAHYA IBN MU'ADZ AR-RAZI

Menurut Imam Ibnu As-Sam’ani, sebenarnya tokoh yang pertama kali mengenalkan ucapan 'man ‘arafa nafsahu faqad ‘arafa rabbahu' (Barang siapa yang mengenal dirinya maka telah mengenal Tuhannya) Yahya ibn Mu’adz Ar-Razi (w. 257 H). Ucapan ini menjadi sangat populer di dunia tasawuf, bahkan banyak menyebut sebagai hadis. Penjelasan ini disebut Imam As-Sam’ani dalam kitab Ad-Durar Al-Mutanatsirah fil al-ahadits al-musytabirah.

Yahya ibn Mu’adz Ar-Razi adalah ulama genarasi tabi'in yang dikenal sangat zuhud dan wara. Beliau dalam jajaran ulama hadis, dikenal sebagai seorang yang adil.

Yahya ibn Mu’adz Ar-Razi memberi pesan hikmah tentang sedekah:
“Suatu hari aku sedang dalam perjalanan jauh. Hingga aku melewati Rei (sebuah kota dekat Teheran, Iran), terbetik dalam hatiku perang batin antara bekal dan sedekah, aku pun merenung sejenak.

Tiba-tiba kudengar suara gaib,
أَخْرِجْ مَا فِيْ الْجَيْبِ نُعْطِيْكَ مِنَ الْغَيْبِ
‘Keluarkan yang ada di saku, kami akan membalasmu dari arah (gaib) yang tak kau tahu.’” (Al-Khatib Al-Baghdadi dalam Kasyfu Al-Khafa).

Monday, February 6, 2017

Habib Abdullah ibn Alwi Al-Haddad

Tatkala mendekati waktu 'Iedul Adha, seorang ayah berkata kepada anaknya: “Bawalah pisau kita ini ke tukang besi (Haddad) untuk diasah!".

Namun, anak ini rupanya salah memahami ucapan sang ayah, Sebab tatkala mendengar "Haddad" yang ada dipikirannya hanya teringat Imam Abdullah ibn Alwi Al-Haddad.

Kemudian di bawanya pisau tadi itu ke rumah Imam Al-Haddad.

Tatkala sampai di sana, si Anak ini bersalaman kepada Habib Abdullah ibn Alwi Al-Haddad dan berkata: “Ayahku bilang, pisau ini tolong diasahkan dan perbaikilah karena Hari 'Ied sudah dekat!”.

Kata Habib Abdullah ibn Alwi Al-Haddad: “Marhaba/Baiklah.”

Sebenarnya Habib Abdullah ibn Alwi Al-Haddad sudah faham maksud ayah si Anak ini yang menyuruh agar pergi ke Haddad, yaitu tukang besi di pasar yang memang sudah terbiasa bekerja mengasah besi. Namun demikian, beliau tidak mau mengecewakan anak tersebut.

Kata Habib Abdullah ibn Alwi Al-Haddad: “Taruhlah (pisaunya) di situ, besok engkau datanglah kemari lagi”.

Si Anak itu pun pergi meninggalkan kediaman Habib. Selang beberapa saat Habib Abdullah ibn Alwi Al-Haddad memanggil seorang khaddam beliau dan berkata : “Bawalah pisau ini ke tukang besi di pasar, tolong mintakan untuk diperbaiki dan pertajamlah, setelah itu engkau bawakan pisau ini kemari lagi”.

Akhirnya pisau itu pun diperbaiki dan diserahkan kembali kepada Habib Abdullah ibn Alwi Al-Haddad.

Kemudian, keesokan harinya datang Si Anak tersebut. Lalu Si Anak ini pun berkata: “Berapakah ongkosnya?”.

Kata Habib: “Katakanlah pada ayahmu tidak ada ongkosnya, kalau dengan kami tidak pakai ongkos. Ambillah, ini sudah siap”.

Maka Si Anak tersebut pun pulang ke rumahnya. Lalu Si Anak ini berkata kepada ayahnya: “Haddad/tukang besi itu tidak mau di bayar?”.

Ayahnya ini kaget : “Hhaa.. siapa Haddad yang tidak mau dibayar? Memangnya dimana dia?”.

Kata Si Anak : “Di Al Hawi.”

Si Ayah berkata : “Al Hawi mana? Apa daerah tempat tinggal Imam Haddad?. Kalau Haddad yang aku maksud itu ya di pasar sini dekat kita!.

Mendengar hal tersebut, sebenarnya Ayahnya ini agak marah: “Bagaimana bisa di Al Hawi???”.

Kata Si Anak : “Al Haddad !! Yaa, Abdullah ibn Alwi Al-Haddad.”

Serentak ayahnya berkata : “Inna Lillahi wa Inna Ilaihi Rojiuun??? Emangnya Engkau ini pergi ke mana?.

Jawab Si Anak : “Ke Haddad.”

Kata Si Ayah : “Lalu engkau serahkan ke siapa?”.

Jawab Si Anak : “Aku serahkan sendiri.”

Kata Si Ayah : “Siapa yang menerimanya?”.

Jawab Si Anak : “Dia sendiri yang menerimanya dan katanya kembali lagi besok hari.”

Lalu Si Ayah berkata : “Alangkah bodohnya kamu nak !! Kau pergi ke orang yang 'Alim, yang Sholeh, lalu kau minta untuk memperbaiki pisau kepadanya???".

Akhirnya, Si Ayah anak ini pergi ke Habib Abdullah ibn Alwi Al-Haddad untuk meminta maaf.

Kemudian Imam Haddad berkata kepada Si Ayah anak tersebut : “Tidak apa-apa, jangan engkau masukkan ke dalam hati. Jika tahun ini kalian benar-benar berkurban, kami pun akan ikut mendapatkan pahala lantaran sebab anak ini.”.

Masya Allah..!

Sungguh jawaban Al-Habib sangat menyentuh, sopan, santun dan bijaksana luar biasa. Al-Habib pun langsung menghilangkan rasa bersalah sang Ayah Anak tersebut kepada beliau di saat itu juga.

Sunday, February 5, 2017

HURUF YANG TIDAK ADA DALAM SURAT AL-FATIHAH DAN SIRR-NYA

Bismillahir rohmaanir rohiim

Suatu ketika Qoishor raja romawi mengirim surat kepada kholifah Umar bin al-Khoththob RA, yang isi surat tersebut demikian: "Kami menemukan dalam kitab suci kami yaitu injil, barang siapa yang  membaca sebuah surat yang padanya tidak terdapat TUJUH huruf berikut,  maka baginya syurga, ketujuh huruf itu adalah: Tsa/الثاء, Jim/الجيم,  Kho/الخاء, Zay/الزاى, Syin/الشين, Zho/الظاء dan Fa/الفاء.

Kami telah  mencarinya dalam injil namun kami tidak menemukannya, kami mohon pada  kalian agar mencarinya dalam kitab suci kalian (al-qur'an), apakah surat  tersebut terdapat disana?". Ketika Sayyidina Umar selesai membaca surat dari raja Qoishor, ia mengabarkan hal tersebut pada para sahabat Rosulillah SAW.

Maka berkata Ubay bin Ka'b : "Wahai Amiril Mu'minin, sesungguhnya surat  pembuka dalam qur'an/surat al-fatihah, didalamnya tidak terdapat  ketujuh huruf yang disebutkan". Maka kemudian Sayyidina Umar RA  membalas surat dari raja qoishor dan mengabarkan bahwa dalam qur'an  terdapat sebuah surat yang dicari oleh raja qoishor, yaitu surat  al-fatihah. Dan ketika raja qoishor membaca surat balasan dari  Sayyidina Umar, maka ia bersyahadat untuk memeluk agama Islam dan ia pun  wafat dalam keadaan islam.

Wallahu a'lam. (Kitab Khozinatul Asror, hal 112).

أن قيصر ملك الروم كتب الى عمر بن الخطاب رضى الله عنه كتابا، وكتب فيه  إنا نجد فى الانجيل أن من قرأ سورة خالية عن سبعة احرف فله الجنة، وهى  الثاء والجيم والخاء والزاى والشين والظاء والفاء، فقد طلبناها فى الانجيل  فلم نجدها، فانظروا هل تجدونها فى كتابكم، فلما قرأ عمر رضى الله عنه  كتابه، أخبر اصحاب رسول الله صلى الله عليه وسلم، فقال أبى بن كعب رضى الله  عنه : يا أمير المؤمنين إن فاتحة الكتاب خالية عن هذه الحروف. فكتب عمر  رضى الله عنه بذلك الى قيصر الروم ، فلما بلغ اليه الكتاب أسلم ومات على  الاسلام . كذا فى الشيخ زاده. خزينة الأسرار : ١١٢ - للشيخ السيد محمد حقى النازلى

MENGAPA KE-TUJUH HURUF TERSEBUT TIDAK BERADA DALAM SURAT AL-FATIHAH ?,  INILAH SEBAGIAN SIRR ATAU RAHASIA YANG DIKUTIP OLEH SYEIKH NAWAWI  AL-BANTANI DALAM KITAB BAHJATUL WASAAIL BI SYARHIL MASAAIL, HAL 14.

بشرح المسائل : ١٤

(وليس فى الفاتحة ظاء) وكذا ثاء وجيم وخاء وزاى وشين وفاء . يجمعها قولك ثجخ زشظف.

ولعل السر فى عدم هذه الاحرف السبعة هنا كما قيل : أن الثاء يشير الى  الثبور وهو اهلاك الله الكافر، والجيم يشير الى جهنم، والخاء الى الخباثة  والخسارة وهى الهلاك، والزاى الى الزقوم، والشين الى الشوكة، وتلظاء الى  الظلمة، والفاء الى الفضيحة والأفاعى وهى الحيات التى لا ينفع منهاوترياق  ولا رقيا ، أعاذنا الله من ذلك. بهجة الوسائل

Ada 7 huruf yang tidak terdapat dalam surat al-Fatihah, terkumpul dalam ucapan ﺛﺠﺦ ﺯﺷﻈﻒ :

1. Tsa’/ ﺙ , mengisyaratkan tsubur yaitu penghancuran Allah kepada orang kafir.

2. Jim/ ﺝ , mengisyaratkan jahannam.

3. Kha’/ ﺥ , mengisyaratkan khabatsah dan khasarah yaitu kehancuran atau kerugian.

4. Za’/ ﺯ , mengisyaratkan kepada zaqqum yakni pohon pahit lagi busuk yang buahnya jadi makanan penduduk neraka jahannam.

5. Syin/ ﺵ , mengisyaratkan syaukah artinya duri.

6. Dza’/ ﻅ, mengisyaratkan dzulmah artinya kegelapan.

7. Fa’/ ﻑ , mengisyaratkan fadhihah (cacat-kurang) dan afa’iy yaitu  ular-ular yang tidak bermanfaat sebagai penawar racun dan ruqyah.

Wallahu a'lam (Bahjatul Wasaail bi Syarhil Masaail, Hal 14).

Oleh santrialit :

www.fb.com/ical.rizaldysantrialit/posts/1236065589747127

www.fb.com/notes/1334744916548313

SUMBER:
http://www.piss-ktb.com/2017/02/5002-huruf-yang-tidak-ada-dalam-surat.html
____________
Dari Aplikasi: Ustadz Menjawab
Download:
https://play.google.com/store/apps/details?id=id.zam.pisstji

Terapi mata

Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Ingin berbagi pengalaman sedikit tentang mata kiri saya yang minus dan Alhamdulillaah skrg normal lagi, biidznillaah ^^.
Saya sertakan foto kacamatanya juga, tapi kaca mata yang minus 1,5 rusak sama Hamzah jd gak ikut difoto, hee....
Singkat saja yaa temans...
Sebelumnya mata kiri saya minus 2.
Dan mulai berangsur normal itu semenjak saya sering tetesin mata pakai air putih yang sebelumnya dibacakan dulu dzikir pagi atau petang atau terapi surat al-baqoroh.
Saya memulai ini pada akhir bulan september  2016  pas awal mulai minus saya nambah jadi 2.
Dulu  saya dan suami kalau baca dzikir pagi-petang biasa saja, asal baca saja hehee....tapi sejak akhir september kalau saya membacakan dzikir itu sambil pegang segelas air putih dan di dekatkan sedekat mungkin dg mulut saya saat membacakan dzikir tersebut.
Setelah selesai baca dzikir, airnya di tetesin ke mata. Dan nggak tau kenapa ya yang saya rasakan malah periiihhh banget, ada rasa panasnya juga padahal airnya gak dicampur apa pun, tapi setelah di tetesi air itu mata saya malah seger, nyaman, dan pandangan lebih jelas. Oh iya selain di tetesi ke mata, sebagian airnya juga saya minum.
Keesokan harinya saya ulangi lagi hal itu, baca dzikirnya sambil pegang segelas air putih. Ditetesin dan diminum lagi.
Besoknya lagi saya juga terapi surat al-baqoroh. Seperti biasa saja, saya baca surat al-baqoroh sambil pegang segelas air, hanya dari ayat 1 - 50 saja. Setelah itu ditetesin dan diminum. 1 minggu kemudia saya gak nyaman pakai kacamata minus 2, pas diperiksa lagi trnyata minus saya berkurang jadi 1. Alhamdulillaah :).
Dikarenakan saya udah punya kaca -1, jd gak usah beli lagi, pakai yang lama saja dan trnyata nyaman.
Akhirnya saya lanjut terapi surat al-baqoroh, tak lupa sambil pegang segala air putih untuk ditetesin ke mata dan diminum.
Semakin sering terapi dzikir pagi petang dan al-baqoroh, penglihatan saya semakin jelas dan semakin gak nyaman pas pakai kacamata -1.
Akhirnya kemarin pas hari kamis tanggal 5 januari 2017, saya belanja bahan gamis ghumaisha sekalian jalan periksa mata lagi.
Dan ternyata, Masya Allah tabarokallaah.....hasil pemeriksaan: Mata kiri saya normal lagi sudah gak minus. Pantesan saja udah gak enak pakai kaca mata, pusing. Nyoba yang minus 0,5 juga dah kerasa pusing.
Sekarang?? saya pakai kacamata biasa. Tanpa minus :).
Kenapa tetap beli kacamata lagi padahal udah gak minus?? karena kalau bepergian naik motor mata saya mudah kelilipan debu, makanya tetap pakai kaca mata..
Sekarang penglihatan saya jelas banget tanpa keluhan.
Mata lebih segar, nyaman :)
Terapinya insya Allah akan terus lanjut walaupun sudah sembuh.
Teman-teman bisa dicoba juga yaa.... Kita kuatkan do'a minta tolong kepada Allah, Dzat yang Maha Menyembuhkan ^^.
Semoga Allah mudahkan segala urusan kita, menyembuhkan mata kita dari segala keluhan.
Oh iya kalau teman lagi malas terapi atau lagi haid, bisa minta tolong sama suami untuk menterapi air putihnya, nanti ditetesin dan diminum sama teman-teman yaa...
Semoga bermanfaat, maaf bila tulisannya ngejelimet, maklum gak pintar nulis :) :) :) .

Catatan: saya murni hanya melakukan terapi dzikir pagi petang tanpa tambahan obat apa pun yaa....saya tidak memakai obat tetea mata apa pun :).

Sumber: akun facebook