Wednesday, May 3, 2017

Mencapai derajat tinggi

Salah seorang ulama salafus soleh berkata :

“ Tidaklah kami mencapai darjat yang tinggi dengan banyaknya melakukan ibadat solat atau pun berpuasa. Tetapi kami mencapainya dengan kemurahan hati, keselamatan jiwa, rendah hati (tawadhu’) dan selalu menasihati manusia. ”
.
[ Latho-if al-Ma’arif, hal. 563-564 ]
.
Allahuma sholii 'alaa sayyidina muhammad wa 'alaa aalihi wa shohbihi wa salim
.
Silahkan tag & share ~

20 ULAMA YANG TIDAK MENIKAH, No 20 SEORANG WANITA

Mereka rohimahumuLlahu lebih memilih Ilmu dan tidak menikah.
1. Abdullah bin Abi Najih al-Maki, seorang taabi'ut taai'in
2. Al Adib an-Nahwiyi, Abu Abdirrohman Yunus bin Habib al-Bashriyyi (90-182 H)
3. Husain bin Ali al-Ju'fiy (119-203 H)
4. Al-Imam az-Zahid al-'abid al-Muhdits al-Faqih Abu Nasyr, Bisyru bin Harits bin Abdirrohman Al-Marwaziy, terkenal dengan nama Bisyr al-haafiy (150-227 H)
5. Hannad bin as-Sariy (152-243 H)
6. Al-Imam al-Mujtahid, Abu Ja'far, Muhammad bin Jarir ath-Thobary (224-310 H)
7. Al-Imam Abu Bakr bin al-Anbaari, Muhammad bin al-Qosim binMuhammad (271-328 H)
8. Al-Imam Abu Ali al-Farisi, al Hasan bin Ahmad (288-377H)
9. Imamul Hadits wal Muhadditsin, Abu Nashr as Sajziy
10. Al-Hadizh al-Faqih az-Zahid, Abu Sa'd as-Samaan ar-Rozi (371-445 H)
11. Al Hafizh al anmathi, Abul Barokat Abdul Wahab bin Mubarok bin Ahmad al-Baghdadi (462-538 H)
12. Al Imam Abul Qosim, Mahmud bin Umar az-Zamakhsyari (28 rojab 487-malam arofah 538 H)
13. Al-Imam al Mufassir al Muhdits, Abu Muhammad bin al-Khosysyab al-Hanbali al-Baghdadi (492-567 H)
14. Abul Fath, Nashihuddin al-Hanbali / Ibn Maniy (501-583 H)
15. Al Wazir Jamaluddin Abul Hasan Ali bin Yusuf as-Syaibani al-Qifthi (567-646 H)
16. Al Imam Ahlul Masyriqi wal maghrib, Syaikhul Islam, Alamul Auliya, Muhyiddin Abu Zakariya Yahya bin Syarof an-Nawawi asy-Syafi'i (Imam Nawawi) (631-rojab 676/45th)
17. Imam Ibn Taymiyah al-Haroni ad-Dimasyqi (661-728 / 67th)
18. Al Allamah al Faqih al Mufassir Syeikh Basyirul Ghozi al-halaby (1274-1339 H)
19. Syeikh Abul Wafa` al-Afghani (1310-1395 H)
20. Al Alimah al Muhadditsah al Kamilah, Karimah binti Ahmad bin Muhammad bin Hatim al-Marwaziyah (Marwa 365 - Mekkah 463 H)
رحمهم الله تعالى ، ونفعنا الله بهم بعلومهم وبركاتهم
Di nukil dari kitab " Al 'Ulama_u Al Uzzab, Alladzina Atsaruu al Ilma 'ala al-Zawwaj , karya Abdul Fattah Abu Ghoddah.

Oleh Ustadz Rizalullah

Habib Umar dan Totalitasnya dalam berdakwah

Menemukan foto yg begitu menyejukkan,Foto Siidi Hamid Bin Umar Bin Hafidz sedang "mengaji" kitab kpd Sang Ayah di ruang tunggu KL Airpot Malaysia.

Sang Ayah,Habib Umar Bin Hafidz memang dikenal sebagai sosok yg tdk ingin menyia-nyiakan waktu,meski hanya satu detik,Semua waktunya seakan hanya beliau persembahkan untuk mengajar dan berdakwah.

Bahkan dalam perjalanan pun beliau selalu menyibukkan diri dgn Aktifitas-aktifitas positif,(selain berdzikir dan membaca AlQuran)yg paling sering adalah mengadakan pembacaan kitab-kitab,dlm mobil,bandara,bahkan di pesawat pun beliau selalu meminta murid-murid atau keluarga yg mendampinginya untuk membaca sebuah kitab,lantas akan beliau Syarahkan isinya,bukan hanya musolla atau masjid saja,Mobil,Airport hingga pesawat beliau "sulap" menjadi Majlis Ilmu.

كل نفس من انفاسك جوهرة لا قيمة لها

"Setiap nafas kehidupanmu adalah permata yg tak bisa dihargai dgn apapun"

Hikmah Imam Ghozali ini sepertinya benar-benar beliau aplikasikan dlm kehidupannya.

Salah satu muridnya pernah menceritakan pengalaman menariknya saat mendampingi beliau dlm safari dakwahnya di salah satu negara di Asia :

"Waktu itu,Kami berangkat pagi-pagi sekali,Jadwal Habib Umar Full,kami berpindah dari majlis ke majlis,rumah ke rumah tanpa diselingi istirahat sama sekali,Aku begitu letih dan lelah,tapi tdk ada yg berubah dari semangat Habib Umar..

Akhirnya kami kembali ke hotel Ketika waktu hampir mendekati tengah malam,Sampai di kamar aku langsung merubuhkan diri,aku tertidur pulas,mendekati sepertiga malam aku terbangun dan pergi ke toilet,aku kembali ke kamar dan masih merasa sangat lelah,saking lelahnya sampai-sampai aku tak sadar bahwa kamar yg aku masuki adalah kamar Habib Umar.. !!

Aku makin tercengang dan tak percaya setelah melihat Habib ternyata belum tidur,Ia sedang mengangkat kedua tangannya,berdoa dan terus berdoa,ia larut dalam tangisan dan munajatnya,aku lega,sepertinya beliau sama sekali tak menyadari kehadiranku..

Setengah jam sebelum fajar kami  membaca wirid akhir malam dan dipagi hari itu juga Habib  melanjutkan aktvitas dakwahnya yg super padat itu.."

Aku jadi teringat akan salah satu pemimpin terbaik sepanjang sejarah islam, Sayyidina Umar Bin Khattab,ketika menjadi Khalifah beliau dikenal jarang sekali tidur dan istirahat,entah itu tidur malam atau hanya sekedar rehat siang,ketika ditanyakan akan hal itu beliau menjawab :

"Bagaimana aku bisa tidur?Jika aku tidur siang aku akan menelantarkan rakyatku,jika aku tidur di malam hari sama saja aku menyia-nyiakan waktuku bersama Allah,Tuhanku"

Ah.. Mereka para kekasih Allah,resah -gundah dan lelah mereka hanya untuk kemaslahatan Ummat,bkn seperti kita,yg masih sering susah dan galau krn banyaknya dosa dan maksiat..

رب فانفعنا ببركتهم * و اهدنا الحسنى بحرمتهم * و امتنا في طريقتهم * و معافاة من الفتن

* Muhammad Ismael Amin Kholil, Darul Musthafa,Tarim ,3 Syaban 1438 H

SITI NAFISAH PENYAMBUNG NABI DENGAN SITI KHADIJAH

Siti Nafisah adalah perempuan yang diutus sayyidah Khadijah radhiyallahu 'anha sebagai sepion untuk mewawancarai kanjeng Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam.

Setelah bertemu Nabi siti Nafisah memulai pembicaraan dg mengajukan pertanyaan:

SN : ما الذي يمنعك من الزواج؟
Apa kendala yg membuat engkau tdk kawin?

NABI : ما لي ما أتزوٌج به؟
Aku tidak punya apa2 untuk biaya kawin.

SN : فإن كفيت ذلك ودعيت الى مال وجمال ألا تجيب؟
Kalau dalam soal itu engkau dicukupi dan diminta untuk (mengawini perempuan yang) berharta lagi cantik, apa engkau tdk mau?

NABI : من هي؟
Siapa dia?

SN : خديجة بنت خويلد
Khadijah binti khuwailid.

NABI : أنٌى لي ذلك ؟
mana mungkin hal itu terjadi bagiku?

SN : عليٌ ذلك
Itu urusan aku

Kanjeng nabi shallallahu alaihi wa sallam atas ilham dair Allah subhanahu wa ta'ala merespons positif tawaran siti Nafisah. Beliau melangkah dengan tepat dan mendatangi paman2nya yg terhormat dan bermusyawarah dg mereka. Mereka pun seluruhnya mendukung. Langkah selanjutnya dilakukan oleh sayyidina Hamzah dg melakukan pembicaraan dg paman Khadijah.

Kemudian terjadi upacara pinangan yg dihadiri oleh pemuka2 Quraisy. Dalam acara itu tampil Abu Thalib sebagai juru bicara pihak kanjeng Nabi dn secara resmi dia menyampaikan pinangan dan sekaligus memberikan sambutan :

الحمد لله الذي جعلنا من ذرية ابراهيم وزرع اسماعيل وضئضئ معدٌ وعنصر مضر....إلخ

Dari pihak Khadijah tampil Waraqah bin Naufal dengan memberikan sambutan:

الحمد لله الذي جعلنا كما ذكرتَ و فضلنا على ما عدٌدتَ.....إلخ

Waraqah mengakhiri sambutannya dengan menyatakan shighat ijab:

فاشهدوا عليٌ يا معشر قريش بأني قد زوٌجت خديجة بنت خويلد من محمد بن عبد الله على خمسمائة درهم.

Maka saksikanlah, wahai suku Quraisy bahwa saya mengawinkan Khadijah binti Khuwailid dengan Muhammad ibni Adillah dengan maskawin 500 dirham.

Kepada Waraqah Abu Thalib mengatakan: saya ingin pernyataanmu disertai/dikokohkan oleh pernyataan paman Khadijah. Maka paman Khadijah menyatakan:

اشهدوا يا معشر قريش اني قد انكحت محمد بن عبد الله خديجةَ بنت خويلد
Saksikanlah, wahai suku Quraisy bhw sy mengawinkan Muhammad ibna Abdillah dengan Khadijah binti Khuwailid.

@ Khadijah adalah satu dari sekian banyak kaum perempuan yg secara naluriah memiliki rasa malu yang lebih besar dari yang dimiliki kaum laki2. Akan tetapi naluriah tersebut dikalahkan oleh cita2 dan keinginannya yg menggelora untuk mendapatkan laki2 pendamping yg diketahuinya sebagai manusia luar biasa; keluhuran budinya, kesucian jiwanya, keamanahan dan kejujurannya, ditambah dg informasi dari Maisarah tentang peristiwa luar biasa yg terjadi ketika dia menyertai kanjeng Nabi dalam perjalanan dagang ke negri Syam. Itulah yg membuat Khadijah nekad untuk mengutus Nsfisah untuk melobi sang idamannya.

Sumber: KH Afifuddin Muhajir

LIKE & SHARE
Guruku Kyai Bukan Mbah Google