Tuesday, October 3, 2017

KAROMAH SHALAWAT BADAR MENGALAHKAN LAGU SIHIR GENJER-GENJER PKI

"KAROMAH SHALAWAT BADAR MENGALAHKAN LAGU SIHIR GENJER-GENJER PKI"

Assalamu’alaikum warahmatullah wabarakatuh

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُه

Shalawat Badar adalah “Lagu Wajib” Nahdlatul Ulama.
Berisi puji-pujian kepada Rasulullah ﷺ dan Ahli Badar (Para Sahabat yang syahid dalam Perang Badar). Berbentuk Syair, dinyanyikan dengan lagu yang khas.

Shalawat Badar digubah oleh Kiai Ali Mansur Banyuwangi,
salah seorang cucu dari KH. Muhammad Shiddiq Jember tahun 1960.
Kiai Ali Mansur saat itu menjabat Kepala Kantor Departemen Agama Banyuwangi,
sekaligus menjadi Ketua PCNU di tempat yang sama.
Proses terciptanya Shalawat Badar penuh dengan misteri dan teka-teki.
Konon, pada suatu malam, Kiai Ali Mansur tidak bisa tidur.
Hatinya merasa gelisah karena terus menerus memikirkan situasi politik yang
semakin tidak menguntungkan NU.
Orang-orang PKI semakin leluasa mendominasi kekuasaan dan berani membunuh kiai-kiai di pedesaan. Karena memang kiai-lah pesaing utama PKI saat itu.
Sambil merenung, Kiai Ali Mansur terus memainkan penanya diatas kertas,
menulis syair-syair dalam bahasa arab.
Dia memang dikenal mahir membuat syair sajak ketika masih belajar di Pesantren Lirboyo, Kediri.

Kegelisahan Kiai Ali Mansur berbaur dengan rasa heran,
karena malam sebelumnya bermimpi didatangi para habib berjubah putih-hijau.
Semakin mengherankan lagi, karena pada saat yang sama istrinya bermimpi bertemu Rasulullah ﷺ.

Keesokan harinya mimpi itu ditanyakan pada Habib Hadi Al-Haddar Banyuwangi.
Habib Hadi menjawab:
“ Itu Ahli Badar, ya Akhy.”
Kedua mimpi aneh dan terjadi secara bersamaan itulah yang mendorong dirinya menulis syair,
yang kemudian dikenal dengan Shalawat Badar.

Keheranan muncul lagi karena keesokan harinya banyak tetangga yang datang kerumahnya
sambil mebawa beras, daging, dan lain sebagainya,
layaknya akan mendatangi orang yang akan punya hajat mantu.
Mereka bercerita, bahwa pagi-pagi buta pintu rumah mereka didatangi orang berjubah putih yang memberitahukan bahwa dirumah Kiai Ali Mansur akan ada kegiatan besar.
Mereka diminta membantu.
Maka mereka pun membantu sesuai dengan kemampuannya.

“Siapa orang yang berjubah putih itu?”
Pertanyaan itu terus mengiang-ngiang dalam benak Kiai Ali Mansur tanpa jawaban.
Namun malam itu banyak orang bekerja di dapur untuk menyambut kedatangan tamu,
yang mereka sendiri tidak tahu siapa, dari mana dan untuk apa.?
Menjelang matahari terbit, serombongan habib berjubah putih-hijau dipimpin oleh
Habib Ali bin Abdurrahman al- Habsyi dari Kwitang Jakarta, datang kerumah Kia Ali Mansur.

“Alhamdulillah………,” ucap kiai Ali Mansur ketika melihat rombongan yang datang adalah
para habaib yang sangat dihormati keluaganya.

Setelah berbincang basa-basi sebagai pengantar, membahas perkembangan PKI dan kondisi politik nasional yang semakin tidak menguntungkan,
Habib Ali menanyakan topik lain yang tidak diduga oleh Kiai Ali Mansur:
“Ya Akhy!
Mana Syair yang ente buat kemarin?
Tolong ente bacakan dan lagukan di hadapan kami-kami ini!”

Tentu saja Kiai Ali Mansur terkejut, sebab Habib Ali tahu apa yang dikerjakannya semalam.
Namun ia memaklumi, mungkin itulah karomah yang diberikan ALLAH kepadanya.
Sebab dalam dunia kewalian, pemandangan seperti itu bukanlah perkara aneh dan perlu dicurigai.

Segera saja Kiai Ali Mansur mengambil kertas yang berisi Shalawat Badar hasil gubahannya semalam, lalu melagukannya dihadapan mereka.
Secara kebetulan Kiai Ali Mansur juga memiliki suara bagus.
Ditengah alunan suara Shalawat Badar itu para Habaib mendengarkannyadengan khusyuk.
Tak lama kemudian mereka meneteskan air mata karena haru.
Selesai mendengarkan Shalawat Badar yang dikumandangkan oleh Kiai Ali Mansur,
Habib segera bangkit.
“Ya Akhy….!
Mari kita perangi genjer-genjer PKI itu dengan Shalawat Badar…!” serunya dengan nada mantap.

Setelah Habib Ali memimpin doa, lalu rombongan itu mohon diri.
Sejak saat itu terkenallah Shalawat Badar sebagai bacaan warga NU untuk
membangkitkan semangat melawan orang-orang PKI.
Untuk lebih mempopulerkannya, Habib Ali mengundang para habib dan ulama
(termasuk Kiai Ali Mansur dan KH. Ahmad Qusyairi, paman Kiai Ali Mansur) ke Jalan Kwitang, Jakarta.
Di forum istimewa itulah Shalawat Badar dikumandangkan.

والله أعلمُ بالـصـواب

TEKS SHOLAWAT BADAR

صَـلا َةُ اللهِ سَـلا َمُ اللهِ عَـلَى طـهَ رَسُـوْلِ اللهِ
Shalaatullaah Salaamul laah ‘Alaa Thaaha Rasuulillaah

صَـلا َةُ اللهِ سَـلا َمُ اللهِ عَـلَى يـس حَبِيْـبِ اللهِ
Shalaatullaah Salaamullah ‘Alaa Yaa Siin Habiibillaah

تَوَ سَـلْنَا بِـبِـسْـمِ اللّهِ وَبِالْـهَادِى رَسُـوْلِ اللهِ
Tawassalnaa Bibismi llaah Wabil Haadi Rasuulillaah

وَ كُــلِّ مُجَـا هِـدِ لِلّهِ بِاَهْـلِ الْبَـدْ رِ يـَا اَللهُ
Wakulli Mujaahidin Lillaah Bi Ahlil Badri Yaa Allaah

اِلهِـى سَـلِّـمِ اْلاُمـَّة مِـنَ اْلافـَاتِ وَالنِّـقْـمَةَ
llaahi Sallimil Ummah Minal Aafaati Wanniqmah

وَمِنْ هَـمٍ وَمِنْ غُـمَّـةٍ بِاَ هْـلِ الْبَـدْ رِ يـَا اَللهُ
Wamin Hammin Wamin Ghummah Bi Ahlil Badri Yaa Allaah

اِلهِى نَجِّـنَا وَاكْـشِـفْ جَـمِيْعَ اَذِ يـَّةٍ وَا صْرِفْ
Ilaahi Najjinaa Waksyif Jamii’a Adziyyatin Wahrif

مَـكَائـدَ الْعِـدَا وَالْطُـفْ بِاَ هْـلِ الْبَـدْ رِ يـَا اَللهُ
Makaa idal ‘idaa wal thuf Bi Ahlil Badri Yaa Allaah

اِلهِـى نَـفِّـسِ الْـكُـرَبَا مِنَ الْعَـاصِيْـنَ وَالْعَطْـبَا
llaahi Naffisil Kurbaa Minal’Ashiina Wal’Athbaa

وَ كُـلِّ بـَلِـيَّـةٍ وَوَبـَا بِاَهْـلِ الْبَـدْ رِ يـَا اَللهُ
Wakulli Baliyyatin Wawabaa Bi Ahlil Badri Yaa Allaah

فَكَــمْ مِنْ رَحْمَةٍ حَصَلَتْ وَكَــمْ مِنْ ذِلَّـةٍ فَصَلَتْ
Wakam Min Rahmatin Washalat Wakam Min Dzillatin Fashalat

وَكَـمْ مِنْ نِعْمـَةٍ وَصَلَـتْ بِاَهْـلِ الْبَـدْ رِ يـَا اَللهُ
Wakam Min Ni’matin Washalat Bi Ahlil Bailri Yaa Allaah

وَ كَـمْ اَغْـنَيْتَ ذَالْعُـمْرِ وَكَـمْ اَوْلَيْـتَ ذَاالْفَـقْـرِ
Wakam Aghnaita Dzal ‘Umri Wakam Autaita D’Zal Faqri

وَكَـمْ عَافَـيـْتَ ذِاالْـوِذْرِ بِاَ هْـلِ الْبَـدْ رِ يـَا اَللهُ
Wakam’Aafaita Dzal Wizri Bi Ahlil Badri Yaa Allaah

لَـقَدْ ضَاقَتْ عَلَى الْقَـلْـبِ جَمِـيْعُ اْلاَرْضِ مَعْ رَحْبِ
Laqad Dlaaqat’Alal Oalbi Jamii’ul Ardli Ma’ Rahbi

فَانْـجِ مِنَ الْبَلاَ الصَّعْـبِ بِاَهْـلِ الْبَـدْ رِ يـَا اَللهُ
Fa Anji Minal Balaas Sha’bi Bi Ahlil Badri Yaa A,llaah

ا َتَيـْنَا طَـالِـبِى الرِّفْـد وَجُـلِّ الْخَـيْرِ وَالسَّـعْدِ
Atainaa Thaalibir Rifdi Wajullil Khairi Was Sa’di

فَوَ سِّـعْ مِنْحَـةَ اْلاَيـْدِىْ بِاَ هْـلِ الْبَـدْ رِ يـَا اَللهُ
Fawassi’ Minhatal Aidii Bi Ahlil Badri Yaa Allaah

فَـلاَ تَرْدُدْ مَـعَ الْخَـيـْبَةْ بَلِ اجْعَلْـنَاعَلَى الطَّيْبـَةْ
Falaa Tardud Ma’al Khaibah Balij’Alnaa’Alath Thaibah

اَيـَا ذَاالْعِـزِّ وَالْهَـيـْبَةْ بِاَ هْـلِ الْبَـدْ رِ يـَا اَللهُ
Ayaa Dzal ‘lzzi Wal Haibah Bi Ahlil Badri Yaa Allaah

وَ اِنْ تَرْدُدْ فَـمَنْ نَأْتـِىْ بِـنَيـْلِ جَمِيـْعِ حَاجَا تِى
Wain Tardud Faman Ya-Tii Binaili Jamii’i Haajaati

اَيـَا جَـالِى الْمُـلِـمـَّاتِ بِاَ هْـلِ الْبَـدْ رِ يـَا اَللهُ
Ayaa jalail mulimmaati Bi Ahlil Badri Yaa Allaah

اِلهِـى اغْفِـرِ وَاَ كْرِ مْنَـا بِـنَيـْلِ مـَطَا لِبٍ مِنَّا
llaahighfir Wa Akrimnaa Binaili Mathaalibin Minnaa

وَ دَفْـعِ مَسَـاءَةٍ عَـنَّا بِاَ هْـلِ الْبَـدْ رِ يـَا اَللهُ
Wadaf i Masaa-Atin ‘Annaa Bi Ahlil Badri Yaa Allaah

اِلهِـى اَنـْتَ ذُوْ لُطْـفٍ وَذُوْ فَـضْلٍ وَذُوْ عَطْـفٍ
llaahii Anta Dzuu Luthfin Wadzuu Fadl-Lin Wadzuu ‘Athfin

وَكَـمْ مِنْ كُـرْبـَةٍ تَنـْفِىْ بِاَ هْـلِ الْبَـدْ رِ يـَا اَللهُ
Wakam Min Kurbatin Tanfii Bi Ahlil Badri Yaa Allaah

وَصَلِّ عَـلَى النـَّبِىِّ الْبَـرِّ بـِلاَ عَـدٍّ وَلاَ حَـصْـرِ
Washalli ‘Alan Nabil Barri Bilaa ‘Addin Walaa Hashri

وَالِ سَـادَةٍ غُــــرِّ بِاَ هْـلِ الْبَـدْ رِ يـَا اَللهُ
Wa Aali Saadatin Ghurri Bi Ahlil Badri Yaa Allaah

Silahkan share

Sumber :
Ariyana Wahidah (Pengurus Bidang organisasi PP Muslimat NU)

Monday, October 2, 2017

Obat dari segala macam penyakit

Obat dari segala macam penyakit

Diriwayatkan bahwasanya Nabi Muhammad SAW bersabda; Jibril mengajariku sebuah obat dengannya saya tidak lagi butuh pada obat lain dan dokter.
Kemudian Abu Bakr, Umar, Utsman dan Ali, bertanya ; Apa itu, wahai Rasulullah? Sesungguhnya kami membutuhkan obat tersebut.
Lalu Nabi Muhammad SAW bersabda; Ambillah air hujan secukupnya, dan bacakanlah atasnya surat Al-Fatihah, Al-Ikhlash, Al-Falaq, An-Naas, dan ayat Al-Kursiy. Masing-masing dibaca sebanyak 70 kali. Diminum pagi dan sore selama 7 hari.
Demi Dzat yang telah mengutusku dengan hak sebagai seorang Nabi, sungguh Jibril telah berkata kepadaku, " Sesungguhnya, barang siapa meminum air tersebut, maka Allah akan menghilangkan segala penyakit dari tubuhnya. Dan Allah akan menyembuhkan dari semua macam sakit. Dan barangsiapa pula meminumkan air tersebut pada istrinya, lalu tidur bersama dengan sang istri , maka istri akan bisa hamil dengan idzin Allah.
Dan air tersebut juga bisa menyembuhkan mata yang sakit, menghilangkan guna-guna, santet dan sihir, menghilangkan dahak, menyembuhkan sakit dada, sakit gigi, pencernaan, sembelit, kecing tidak lancar. dan tidak butuh dibekam (canduk) dan kemanfaatan2 lain yang hanya Allah yang tau.

فائدة ; روي أنه صلى الله عليه وسلم قال " علمني جبريل دواء لا أحتاج معه إلى دواء ولا طبيب ، فقال أبو بكر وعمر وعثمان وعلي رضي الله عنهم ; وما هو يا رسول الله ؟ إن بنا حاجة إلى هذا الدواء . فقال ; يؤخذ شيئ من ماء المطر وتتلى عليه فاتحة الكتاب ، وسورة الإخلاص ، والفلق ، والناس ، وآية الكرسي ، كل واحدة سبعين مرة ويشرب غدوة وعشية سبعة أيام . فو الذي بعثني بالحق نبيا ، لقد قال لي جبريل ; إنه من شرب من هذا الماء رفع الله عن جسده كل داء وعافاه من جميع الأمراض والأوجاع ، ومن سقي منه امرأته ونام معها حملت بإذن الله تعالى ". ويشفي العينين ، ويزيل السحر ، يقطع البلغم ، ويزيل وجع الصدر والأسنان والتخم العطش وحصر البول ، ولا يحتاج إلى حجامة ولا يحصى ما فيه من المنافع إلا الله تعالى ، وله ترجمة كبيرة اختصرناها ،
والله أعلم

Sumber :
An-nawadir karya Syeh Syihabuddin bin Salamah Al-qolyubi

Sunday, October 1, 2017

Pelajaran dari Pel(i) Jaran

Pelajaran dari Pel(i) Jaran

Lihat itu posisi alat kelamin kuda atau sapi jantan ada di bawah perut sedang alat kelamin betinanya ada di belakang tertutup ekor. Mengapa tidak dua duanya berada di bawah perut seperti manusia? Karena sapi tak akan bisa kawin dengan posisi saling berhadapan sebagaimana manusia. Dan lihat gajah itu. Ketika posisi kelamin betina gajah berada di bawah perut, kelamin jantannya dibuat melengkung sedemikian rupa untuk menjangkau. Ini pelajaran berharga bagi yg mau berfikir. Betapa Allah maha detail dalam mendesain makhluknya untuk bisa berkembang biak.

Lihat pula pada manusia. Seandainya ia dibuat lembek, mana mungkin bisa menyalurkan cairan sperma ke tempat berkembangnya menjadi janin. Namun jika dibuat selalu kaku, pemiliknya akan kerepotan menempatkan posisi untuk menghindari malu. Subhanalaah, ia otomatis kaku ketika dibutuhkan dan melungker kembali setelahnya.

Lihat pula pada syahwat yg begitu kuat mendorong dua laki perempuan untuk melakukan itu. Sapi jantan tak pernah tahu bahwa keinginannya untuk menaiki betina, akan berakibat pada kehamilan dan berlangsungnya keturunan. Bahkan manusia berakal pun, jika tidak diciptakan padanya dorongan syahwat, tidak akan banyak yg mau mensetubuhi lawan jenisnya meskipun tahu akan mendapat hadiah anak. Sebab resiko merawat dan membiayai anak hingga dewasa juga bukan hal sepele. Punahlah keturunan manusia.

Ini menunjukkan betapa hebatnya Allah yg merencanakan dan menciptakan segala sesuatu.

Lihatlah pada kucing. Ia dengan sabar merawat bayinya sejak lahir hingga beranjak dewasa. Menggendongnya ke sana kemari demi mencari tempat paling nyaman untuk anaknya. Padahal sama sekali tak ada imbalan yg bisa diharapkan si kucing dari anak anaknya kelak. Tidak seperti manusia yg merawat anak karena memiliki harapan balasan kebaikan dari anak anaknya, atau dari Allah.

Lihat bedanya dengan anak sapi atau kambing yang begitu lahir beberapa saat bisa berdiri berjalan sendiri. Apakah kemampuan berjalan ini inisiatif sendiri dari anak sapi yg melihat induknya tak memiliki tangan dan kemampuan merawat anak seperti yg dimiliki kucing atau manusia?

Pikirkan jika binatang binatang ini dianggap mendesain alat tubuhnya sendiri, atau sengaja melakukan segala sesuatunya atas keinginan dan kehendak mereka sendiri, betapa geniusnya mereka. Tidak. Mereka hanyalah boneka boneka daging yg digerakkan Allah untuk hikmah dan tujuan yang tak terhitung jumlahnya.

Selamat pagi, selamat beraktifitas
Semoga hari ini bisa lebih baik dari hari kemaren
Tetap semangat, tetap shalawat
Allaahumma Shalli 'alaa Sayyidinaa Muhammad

Tentang keinginan

*Tentang keinginan*

*تمنيــــــــــت ..*
أن أتزوج و فعلاً تزوجت
  ولكن الحياة موحشة بلا أوﻻد ..

*Aku ingin* memiliki istri dan aku pun akhirnya menikah, namun hidup terasa sepi tanpa anak-anak...

    *فتمنيــــــــــت ..*
أن أرزق بالأطفال
   وفعلآ رزقت بالأطفال ..
     ولكنني ما لبثت إلا وقد سئمت من جدران الشقة ..

*Maka aku pun ingin* dikaruniai anak, dan akhirnya Allah menganugerahkan anak-anak. Namun, dinding apartemen mulai terasa sempit bagiku...

    *فتمنيــــــــــت ..*
  أمتلك منزﻵ به حديقة ..
    وفعلاً وبعد عناء امتلكت المنزل والحديقة ولكن اﻷوﻻد كبروا ..

*Aku pun ingin* memiliki rumah yang disertai taman, dan akhirnya setelah bekerja keras akupun memiliki rumah berikut tamannya. Namun...anak-anak mulai beranjak dewasa...

*فتمنيــــــــــت ..*
أن أزوجهم ..
وفعلاً تزوجوا
لكنني سئمت من العمل ومن مشاقه أصبح يتعبني ..

Maka *aku pun berkeinginan* menikahkan mereka dan mereka pun akhirnya menikah.

Dan aku pun merasa bosan dengan pekerjaanku dengan berbagai kerumitannya. Semua itu melelahkan...

      *فتمنيــــــــــت ..*
أن أتقاعد لأرتاح ..
  وفعلآ تقاعدت وأصبحت
    وحيداً كما كنت بعد
        تخرجي تماماً ..

Maka *aku pun berkeinginan* untuk _resign_ agar aku bisa menikmati hidup. Akhirnya aku pun pensiun dan inilah diriku hidup sendiri seperti ketika aku lulus..

لكن بعد تخرجي ..
  كنت مقبل على الحياة ..
    والآن أنا مدبر عن الحياة ..

Namun ada perbedaan di antara keduanya...selepas kelulusanku, aku menatap kehidupan...sementara kini, perlahan aku akan meninggalkannya...

     .. ولكن لا زالت لدي أماني ..

Namun, saat ini *aku memiliki beragam keinginan*

    *فتمنيــــــــــت ..
أن أحفظ القرآن ..
  لكن ذاكرتي خانتني ..

*Aku ingin...* menghafal al-Quran, namun ingatanku tak lagi mendukung...

    *فتمنيــــــــــت ..*
  أن أصوم لله ..
    لكن صحتي لم تسعفني ..

*Aku ingin...* berpuasa karena Allah, namun kesehatanku tak lagi prima...

    *فتمنيــــــــــت ..*
أن أقوم الليل ..
لكن قدماي لم تعد تقوى على حملي ..

*Aku ingin...* mengerjakan shalat malam...namun, kedua kakiku tak lagi mampu menopang tubuhku...

وصدق المصطفى -
صل الله عليه وسلم -
حينما قال : اغتنم خمسا قبل خمس

Sungguh benar apa yang disabdakan Nabi shallallahu alaihi wa  sallam, di mana beliau bersabda, _"Optimalkan 5 perkara sebelum datang 5 perkara:"_

*شبابك قبل هرمك* ..
*وصحتك قبل سقمك* ..
*وغناك قبل فقرك* ..
*وفراغك قبل شغلك*..
*وحياتك قبل موتك* ..

_(1) Waktu mudamu sebelum datang waktu tuamu,_

_(2) Waktu sehatmu sebelum datang waktu sakitmu,_

_(3) Masa kayamu sebelum datang masa fakirmu,_

_(4) Masa luangmu sebelum datang masa sibukmu, dan_

_(5) Hidupmu sebelum datang matimu.”_

اللهم أعنا على ذكرك وشكرك
وحسن عبادتك ..

Ya Allah, bantu kami agar kami senantiasa mengingat-Mu, bersyukur kepada-Mu, dan agar mampu beribadah kepada-Mu dengan baik

إن لم يكن في برنامجك اليومي
*ركعتي الضحى*
  *وحزب من القرآن*
    *ووتر من الليل*
     *وكلمة طيبة*
  *وصدقة تطفيء غضب الرب*
    *وخبيئة لايعلمها إلا الله*
فأي طعم للحياة بقي ..
يا رب نسألك الجنة والنجاة من النار..

Jika aktivitas berikut:

_Mengerjakan 2 raka'at shalat Dhuha;_
_Membaca satu hizb al-Quran;_
_Mengerjakan shalat Witir;_
_Berdzikir;_
_Bersedekah yang mampu memadamkan murka Allah; dan_
_Amal shalih yang tersembunyi, yang hanya diketahui Allah ta'ala_

tidak ada dalam rutinitas harianmu, adakah kelezatan dalam hidup yang tersisa?

Ya Allah, hanyalah tersisa permohonan agar Engkau memasukkan kami ke dalam surga dan menyelamatkan kami dari siksa api neraka.