Thursday, October 5, 2017

Derajat ulama' ahli hadits

kita yang mana ????

:'(

Mengenai gelar Al Musnid, Al Hafidh dll, hal itu bukan pada madzhab syafi’i saja, namun ia adalah gelar bagi pakar syariah, sebagaimana Doktor, Prof, Drs, SH, dll, maka dalam Islam adalah Al Imam, Al Hujjah, Al Hafidh, AL Musnid, Al Mufassir, Al Allamah, dll, adapula bagi para shalihin misalnya : Azzaahid (orang yg dikenal sangat Zuhud), Al Arif billah, dan banyak lagi.

- Al Hafidh adalah ahli hadits yg sudah hafal 100 ribu hadits dgn sanad dan hukum matannya.
- Al Hujjah adalah ahli hadits yg sudah hafal 300.000 hadits dgn sanad dan matannya,
- Al Hakim adalah yg lebih dari itu dan menguasai kedalaman ilmu hadits
- Al Musnid adalah orang yg banyak menyimpan sanad hadits dari diri beliau hingga Rasul saw, misalnya, dariku, dari guruku fulan, dari ayahnya, dari gurunya…., sampai pada Imam Bukhari misalnya, lalu diteruskan sampai Rasul saw. almusnid adalah yg memiliki sanad hadits seperti ini
- Al Imam adalah guru guru dari para pakar hadits di zamannya, sebagaimana Imam berarti pemimpin, maka ia adalah pemuka/pemimpin ulama dimasanya.

di Indonesia yg mencapai derajat Al Hafidh adalah almarhum Al Hafidh Alhabib Abdullah bin Abdulqadir Balfaqih, ALmarhum Alhabib Salim bin jindan, Almarhum Alhafidh Al Musnid ALhabib Ali bin Abdurrahman ALhabsyi kwitang.

Gelar Alhafidh, ribuan dimasa para Imam Imam madzhab hingga tak terdata, dan kini hanya tinggal beberapa orang saja.
Di atas itu adalah Hujjatul Islam, diantaranya Imam Ghazali, Imam Nawawi, Imam Ibn Hajar Al Asqalaniy, dan banyak lagi.

Dbiatas itu adalah para Imam Muhadditsin, puluhan jumlahnya, mereka adalah para pengumpul hadits, dan dari puluhan itu terpilihlah 7 besar, yg dikenal dengan nama Imamussab’ah (Imam yg tujuh), yaitu Imam Ahmad bin Hanbal, Imam Abu Dawud, Imam Attirmidziy, Imam Annasai, Imam Ibn Majah, Imam Muslim dan Imam Bukhari.

Tentunya Imam Muhaddits puluhan jumlahnya, diantaranya Imam Daruqutni, Imam Hakim, Imam Baihaqiy dll, namun derajat riwayat hadits mereka kalah kuat oleh Imam tujuh, dikarenakan kejelian Imam Tujuh atas periwayat periwayat hadits.

Dari Imam Tujuh ini disaring lagi menjadi enam Imam saja, dikenal dg nama Kutubussittah, yaitu 7 imam diatas namun gugur Imam Ahmad bin Hanbal, Imam Ahmad bin Hanbal adalah pada peringkat ketujuh, yg terendah dari 7 imam tersebut, padahal ia hafal 1 juta hadits dg sanad dan hukum matannya,
Lalu kalau Imam yg hafal 1 juta hadits ini sudah diperingkat ketujuh, maka bagaimana kedahsyatan 6 imam diatasnya?,
Dan dari 6 Imam ini disaring lagi menjadi dua bagian, yaitu kutubul Arba’ah, yaitu 4 imam : Imam Nasai, Imam Tirmidziy, Imam Ibn Majah, dan Imam Abu Dawud.,

Diatas empat imam ini adalah dua Imam besar yg digelari Syaikhain, (dua maha guru) yaitu Imam Muslim dan Imam Bukhari, dan dua kitab riwayat hadits mereka disebut Shahihain.
Dan dari dua Maha Guru ini maka yg tertinggi adalah Imam Bukhari, (Muhammad bin Ismail bin Bardizbah Al Bukhari) Ketika Imam Muslim dan Imam Bukhari hidup sezaman, maka orang orang saling ingin tahu mana diantara mereka yg lebih jaya dalam ilmu hadits, maka para ahli hadits berkata : Jika kita menemukan masalah dalam periwayat hadits, sudah pasti masalah itu sudah terjawab oleh Imam Muslim, dan jika kita berpuluh puluh tahun memperdalam hadits, belum akan mampu mengejar keluasan ilmu Imam Muslim.,

Suatu hari Imam Muslim mendapat satu kendala dalam masalah hadits yg tak ia temukan jawabannya, ia sudah merasa mustahil ada seorang pun yg tahu jawabannya, maka orang orang menyarankannya kunjung ke Bukhara, yaitu kepada Imam Bukhari, ketika Imam Muslim sampai, dan menanyakan masalah yg tak pernah bisa terjawab oleh ulama dimasa itu, maka Imam Bukhari menjawabnya dg lancar dan mudah bagaikan mudahnya orang membaca surat Al Ikhlas.., maka menyungkurlah imam muslim di kaki Imam Bukhari sambil menangis dan berkata : Izinkan aku mencium kedua kakimu wahai Raja Ahli Hadits.. (Sayyidul Muhadditsin).

Sebagaimana Imam Bukhari sudah hafal 600 ribu hadits dg sanad dan hukum matannya pada usia 16 tahun, dan suatu saat orang mengeluh padanya tentang suatu masjid disuatu wilayah yg siapa saja orang asing masuk kesana maka ia akan dihujani pertanyaan tentang dalil dalil shalat serta rukun2nya, maka Imam Bukhari berkata : Jika aku sampai kepada mereka, akan kukeluarkan 10 ribu hadits shahih dalam Bab shalat saja, semoga mereka bisa berubah dari kejahatannya itu.

Imam Syafii adalah Guru dari Imam Ahmad bin Hanbal, dan Imam Malik adalah guru dari Imam Syafii, dan Imam Malik hidup sezaman dg Imam Hanafi, dan keduanya berguru kepada Imam Nafi, yg langsung berjumpa dg para sahabat Rasul saw, dan tentunya para sahabat Rasul saw dari Rasulullah saw.

sumber: Habib Munzir Al Musawwa.

Utawi Iki Iku

Oleh :Yai Madad Salim

Utawi Iki Iku

Satu anak didik saya , yang sekarang saya titipkan kepada seorang Ustadz balik ke rumah .
Saya tanya : “ Krasan mondoknya ? “

“ Tidak “ Jawabnya .
“Kenapa tidak krasan ? “
“ Soalnya Ustadznya mengajarnya tidak pakai Utawi Iki iku .
saya jadi kesulitan memahami pelajaran-pelajaran beliau “
.

Saya tersentak .
Saya merasa bersalah .
Memang Ustadz yang saya titipi bisa dikatakan alim , dia mutahorrij Rubath Tarem ,
Tetapi jika mengajar tidak pakai rumus Utawi Iki Iku , bagi santri Jawa ya repot .
.

Lalu saya teringat paparan tentang hal ini .
Dituturkan oleh Kakak saya saat menjadi wakil keluarga dalam rangka Haul Ayah saya , Kyai Mas’udi .
.

Saya ambil bagihan pentingnya saja .
Meskipun panjang , insyaalloh paparan beliau menarik .

sebab selain menjelaskan tentang pentingnya Utawi Iki Iku , juga menerangkan banyak hal-hal yang berhubungan dengan ranah keilmuan dunia pesantren Jawa .
Selamat membaca :
.

Beliau pada bagihan terahir menerangkan begini :

“ Mbah Fadhol Senori sesudah menulis kitab Kasfut Tabarih , beliau pernah didatangkan oleh Kyai Mas’udi ke masjid ini dan beliau ajarkan kitab tersebut dihadapan para masyarakat terutama para Kyai .
.

Masjid mutih ini luarbiasa ,benyak orang-orang hebat pernah shalat disini , setidaknya yang pernah saya ketahui :

1. KYAI Fadhol Senori .
2. Mbah Raden Asnawi Kudus , beliau pernah juga memberikan pengajarannya di masjid ini .

3. Mbah Kyai Idris bin Kamali Kempek , saat pernikahan Kyai Ali Murtado , Mbah Idris datang kesini tiga hari dan ikut shalat jum’ah disini .
Mbah Idris ini masyaalloh , menantunya Hadrotus Syaikh Kyai Hasyim As’ariy .
.

Kyai Mas’udi pernah mengaji dengan Mbah Fadhol ,
Mbah Fadhol muridnya Kyai Makmun Jam’an al Bogoriy .
Kyai makmun Jam’an muridnya Syaikh Nawawi al bantaniy .

Jadi kyai mas’udi ini punya jalur sanad dari Kyai Soleh Darat dan juga punya sanad dari Syaikh Nawawi Al Bantani.
.

Kyai mas’udi muridnya Mbah Sanusi ,
Mbah Sanusi muridnya Mbah Maksum Lasem
( selain mengaji kepada mbah Kholil Lasem )
Mbah Maksum Lasem muridnya Syaikhona Kholil Madura ,

berarti Kyai Mas’udi ini punya sanad keilmuan juga ke Syaikhona Kholil Bangkalan Madura.
.

Tiga orang ini ,
Mbah kholil Bangkalan ,
Mbah Sholeh Darat dan
Mbah Nawawi Banten adalah Pendobrak Tanah Jawa .
.

Tiga serangkai yang punya jasa besar dalam dunia Pesanteren Indonesia terutama tanah Jawa .
Dimana sesudah tiga orang Kyai besar ini , rata-rata ulama Jawa adalah murid mereka atau muridnya salah satu dari mereka
.

Ketiga orang ini adalah selain Alim juga merupakan orang-orang yang dekat dengan Allah Ta’ala , kita mengenalnya sebagai Waliyulloh , kekasihnya Allah Ta’ala .
.

Kyai Mas’udi sangat membanggakan Kyai Soleh Darat .
Beliau sangat suka dengan Kyai Soleh Darat .
Sementra Kyai Soleh ini , menurut guru saya Abah Dim Kaliwungu ,

Mbah Soleh Darat dikatakan oleh Abah Dim sebagai Mujaddid Tanah jawa di masanya .
.

Santri-santri Jawa sekarang ini bisa membaca Kitab Kuning karena jasa besar beliau .
Saat Mbah Sholeh masih belajar di Makkah ,
belum pulang ke Jawa para anak negeri kalau ingin mengaji Kitab , susahnya minta ampun
.

Tetapi begitu Mbah Sholeh pulang ke Jawa , beliau membuat Rumus :
والمبتداء بلأتوي اكو خبر # افـا لفاعل ايغ لمفعول ظهر

Walmubtada bilUtawi Iku Khobar
Afa lifail Ing limaf’ulin Dhohar
.

Pokok jika seorang Kyai ngomong Utawi , santri akan faham kalau itu adalah Mubtada’
Iku artinya Khobar
Apa adalah Fail ,dan sudah jelas Ing adalah maf’ul .
.

Ini rumus yang luar biasa .
Metodologi pesantren yang dirumuskan oleh Kyai Sholeh tersebut punya pengaruh besar ,
punya manfaat besar dalam memintarkan para santri ,

buktinya metodelogi beliau tersebut masih dipakai hingga sekarang .
.

Kalau mau mengaji ke jawa tanpa Utawi Iki Iku itu tidak akan berhasil ( baik ) meskipun sudah S tiga mesir sekalipun .

Saya punya sahabat sudah S tiga .
S satunya di Al Azhar ,
S dua dan S tiganya di Maroko ,
tetapi kelamaan di Sana 20 tahun ,
saat pulang ke jawa dia Utawi Iki Iku nya lupa .
.

Dia mengeluh kepada saya :
“ Aku faham kitab ,
tetapi disini tanpa Utawi Iki Iku , murid-muridku tidak faham , aku jadi bingung ..
Tolong aku diingatkan lagi ..”

Saya jawab : “ OK , Gampang .
ALMUBTADA’ BIL UTAWI IKU KHOBAR
AFA LIFA IL ING LIMAF’ULIN DHOHAR …”
.

Kyai Sholeh Darat memang seorang Alim besar sekaligus Waliyulloh , sehingga Kyai mas’udi sangat menyukainya .

Abah Dim berkisah kepada Saya :

“ Pernah Syaikh Nawawi Banten itu, pulang ke Indonesia …

O ya ,
Tiga orang ini ,
Kyai Nawawi Banten ,
Kyai Soleh Darat dan
Kyai Kholil Bangkalan mengajinya sama-sama di Makkah .

Sama-sama mengaji kepada As Sayyid Bakriy Shatho .
Sayyid Bakriy Satho mengaji kepada Syaikh Ahmad bin Zaini Dahlan al Makkiy , Mufti Syafiiyyah .
.

Ketiganya sangat akrab , dan termasuk satu angkatannya adalah
Syaikh Khotib Minangkabau,
Tetapi budayanya beda, akhlaknya beda.
.

Kalau akhlaknya Kyai jawa Akhlaqnya orang Jawa Mutawadhi’,
sedangkan akhlaqnya orang Sumatra

– soal perbedaan karakter ini kesimpulan bukan dari Abah Dim , tetapi saya ambil dari sebuah buku milikorang Belanda , dari Universitan Lienden , dia mengutip dari laporang Snouck Hurgronje ,
Seorang Oreantalis yang pernah hidup menyamar sebagai Abdul Ghoffar di Makkah ,
.

( tetapi kabar Snouck Hurgronje itu sampai mengimami di Masjidil Haram itu Hoax , kalau dia pernah di Makkah memang ya )
.

Snouck Hurgronje berkata :

“ Kalau Kyai Sumatra memang alim , kritis tetapi ahlaqnya bukan seperti Kyai Jawa ,
Mereka itu lebih terlihat sebagai orang – orang yang cerdas , sedangkan Kyai-Kyai Jawa itu terlihat sisi-sisi Ketawadhu’annya “
.

Kyai Nawawi Banten pulang ke Indonesia , beliau kangen dengan seorang Sahabatnya dari kota Batang ,
Namanya Kyai Anwar Batang .
.

Kyai Anwar ini juga dulunya di Makkah ,
beliau seorang yang sangat Alim Ilmu Fikih , punya karangan kitab namanya ‘Aysul Bahri .
.

Kyai Anwar punya murid namanya Kyai Amir Pekalongan ,
Kyai Amir pekalongan punya murid namanya Kyai Yasin Bareng Kudus ,
Kyai Yasin punya murid namanya Mbah Muhammadun Pondowan Pati ,
Kyai Muhammadun punya murid Kyai Mas’udi .
.

Dalam kitab ‘Aysul Bahry ada kalimat seperti ini :
وامـا الكفتيغ والكيوغو فكلاهمـا حلالان
Waammal Kepitingu wal kiyongu fakilahuma halaalaani ..
.

Jadi Yang pertama dan satu-satunya Ulama Indonesia saat itu yang menghalalkan Kepiting Cuma Kyai Anwar saja .
Semua Ulama jawa mengharamkan kepiting .
.

dilain tempat Mbah Kyai Sholeh Darat juga tergerak hatinya untuk silaturrahmi ke Kyai Anwar juga .
Lebih menakjubkan lagi , yang di Madura ,
Mbah Kyai Kholil juga tergerak untuk berjumpa dengan Kyai Anwar .
.

Akhirnya kesumua Kyai itu ,
Kyai Nawawi ,
Kyai Soleh Darat dan
Kyai Kholil Bangkalan
berkumpul diwaktu yang sama ditempatnya Kyai Anwar di kota Batang .
.

Para sahabat lama ini terlibat dalam obrolan yang mengasyikkan ,
terutama antara Kyai Kholil Bangkalan dengan Kyai Nawawi Banten .
Saking Asyiknya mereka nyaris lupa waktu ,
beberapa menit sebelum datang waktu Shalat Ashar , Kyai Soleh Darat mengingatkan mereka :
.

“ Wahai Syaikhoni ..,qod qorubal Ashru .
Kyai-Kyai , Sudah mau ashar .”
.

Akhirnya tangan kanan Kyai Kholil dipegang oleh Kyai Nawawi Banten , sambil berkata :

“ Ayuk , kita cari air dan tempat Shalat yang tidak bikin kita mengqadha Shalat Dhuhur ..”

“ Oh , mangga … “ Jawab Kyai Kholil .

Mereka berdua pun keluar rumah , tetapi begitu keluar pintu , keduanya tidak lagi ada di kota Batang
Namun mereka berdua sudah ada di kota Makkah Al Mukarromah .
.

Jadi kini mereka berdua ,
Kyai Kholil dan
Kyai Nawawi mendapati waktu tidak lagi mau Ashar ,
bukan lagi jam 3 siang tetapi jam sebelas siang mundur empat jam !
.

begitulah kiranya orang-orang yang punya kedekatan dengan Allah Ta’ala , sepertinya waktu dan tempat tidak lagi mengikat mereka ,
sebagai bagihan dari kemuliaan ( karamah ) yang diberikan oleh Allah kepada mereka …”

Tuesday, October 3, 2017

KISAH CINTA IMAM AHMAD

KISAH CINTA IMAM AHMAD

Siapa yang tidak kenal Imam Ahmad bin Hambal? Pemimpin Ahlussunnah wal Jamaah yang hafal 1 juta hadits beserta sanadnya dan menjadi salah satu imam madzhab yang masih eksis madzhabnya sampai sekarang.

Di balik kehebatan beliau ternyata tersimpan sebuah kisah cinta yang luar biasa. Kisah itu bermula ketika beliau mencari jodoh untuk dijadikan istri.

Saat itu beliau memohon kepada bibinya agar dicarikan wanita yang baik untuk dinikahi.

Tak lama setelah itu bibinya datang membawa kabar, "Ada dua gadis kakak-beradik. Kakaknya berkulit hitam dan buta sebelah mata. Sedangkan adiknya berkulit putih kemerahan, fisiknya sempurna dan wajahnya cantik."

Sungguh sebuah perbandingan yang tidak seimbang dari segi fisik. Lelaki manapun yang berorientasi fisik pasti akan memilih jawaban yang sama ketika disodori dua pilihan semacam itu.

Tapi tidak demikian dengan Imam Ahmad. Beliau justru balik bertanya kepada bibinya, "Siapa di antara keduanya yang paling sempurna akal dan agamanya?"

Ternyata arah perhatian beliau tertuju ke sana. Beliau sama sekali tidak terlalu ambil pusing dengan warna kulit dan postur tubuh, termasuk kondisi mata.

Beliau malah menanyakan tentang akal dan agama.

Maka bibinya menjawab, "Kakaknya lebih sempurna akalnya dan agamanya."

Ternyata, wanita yang berkulit hitam dan buta sebelah mata itu yang lebih sempurna akal dan agamanya.

Tanpa pikir panjang, Imam Ahmad langsung memutuskan jawaban, "Saya memilih kakaknya."

Barangkali kita bertanya-tanya tentang alasan beliau memilih wanita itu?

Di situlah beliau ingin menyampaikan bahwa "hakikat" wanita itu cuma "satu" dan dimiliki oleh setiap wanita. Tapi akal dan agama, tidak semua wanita memilikinya.

Kisah di atas saya sarikan dari ceramah Mufti Brunei Darussalam Yang Berhormat Pehin Datu Seri Maharaja Dato Paduka Seri Setia Dr. Ustaz Haji Awang Abdul Aziz bin Juned, kemarin pagi.

Di akhir kisah, Mufti berpesan, "Kecantikan yang sebenarnya adalah kecantikan agama dan akal wanita."

Kisah di atas juga pernah disampaikan sebelumnya oleh Syaikh Abdul Hamid Kisyk, ulama besar Al Azhar Kairo Mesir.

Semoga bermanfaat.

TIP'S DAN SOLUSI AGAR MUDAH IHYAUL LAIL

Oleh : Gus Rizalullah

TIP'S DAN SOLUSI AGAR MUDAH IHYAUL LAIL

Apakah ihyaul lail ?
Ihyaul lail adalah aktifitas ibadah pada umumnya, bisa satu aktifitas ibadah atau beberapa aktifitas ibadah lainnya, seperti : qiyamul lail/sholat tahajud dan sholat sunah lainnya, membaca al-qur'an, wiridan, muthola'ah kutub, atau kholwah secara khusus.

Maka ulama memberikan tip's agar kita di mudahkan bangun malam untuk beribadah, berikut ini keterangannya:

Sebab agar mudah melakukannya terbagi atas 8 sebab : 4 sebab zhohir dan 4 sebab bathin.

EMPAT SEBAB ZHOHIR

1. Tidak banyak makan dan minum, karena akibat dan efeknya menjadi ngantuk dan tertidur hingga sangat berat untuk bangun malam.
2. Tidak terlalu capek melakukan aktifitas di siang hari
3. Tidak meninggalkan qoylulah (tidur siang)
4. Tidak melakukan dosa dan maksiyat di siang hari, karena menjadi penyebab kerasnya hati dan jadi penghalang antara seseorang dan sebab sebab rahmat Allah.

EMPAT SEBAB BATHIN

1. Menjaga hati agar tidak diliputi kebencian, rasa dendam dan hasud kepada sesama muslim, selamat dari perbuatan bid'ah dan tidak tenggelam dalam urusan dunia.
2. Ada kekhawatiran dalam hati jika tidak bisa bangun malam (= ada keinginan kuat untuk bangun malam) serta tidak terlalu banyak keinginan dalam hal duniawi.
3. Banyak menggali keterangan tentang keutamaan qiyamul lail, baik dari al-qur'an dan al-hadits sehingga timbul rangsangan dan motivasi untuk bisa qiyamul lail dan meraih fadhilahnya.
4. Ini merupakan sebab utama mudah ihyaul/qiyamul lail, yaitu: besarnya rasa cinta kepada Allah, karena ketika rasa cinta itu besar/sangat besar kepada Allah, maka ia akan lebih menyukai kholwah (berduaan bersama Allah), dan merasakan lezatnya, nyaman bermunajat dengan al-Habib (Allah yang di cintainya).

Wallahu a'lam
✔ Ihya 'ulumuddin (al - Imam Ghozali)
✔ Khozinatul asror 34 (sayyid Muhammad Haqqin Naziliy)