Sunday, March 18, 2018

Bulan Rajab, Kisah Beserta Amalan.

Bulan Rajab, Kisah Beserta Amalan.
___________________________________
18 - 03 -2018 (jatuh nanti malam)

Suatu hari Nabi ‘Isa ‘Alaihisholatuwassalam lewat pada suatu hutan, dan dalam perjalanya melewati sebuah gunung yang bersinar terang benderang, maka Nabi ‘Isa memohon kepada ALloh subhanahu wata’ala,
“Ya Robbi, semoga saya di perkenankan bercakap dengan gunung ini!”.

Maka gunung itupun berbicara;

"Ya RukhuLloh! Menghendaki apakah engkau wahai Utusan ALloh?”,

Nabi ‘Isa pun berbicara.
“saya mau tau khabar tentang dirimu?, kenapa dirimu sangat bercahaya sekali?”.

Gunung berbicara;

“di dalam diri saya ini terdapat seorang laki - laki yang ahli ibadah (Rojul ‘Abid).

Nabi ‘Isa lalu berdo’a;

“ya Robb, keluarkanlah (Rojul ‘Abid) ini”

Maka seketika itu gunung langsung pecah dan keluarlah seorang laki laki yang sudah sangat tua dan di dalam wajahnya memancarkan aura yang sangat mengagumkan. Maka Nabi ‘Isa ‘Alaihissalam bertanya kepadanya.

“ya Syaikh, berkatalah kepadaku tentang keadaanmu ,gerangan apakah menyebabkan diri anda di beri keistimewaan oleh Alloh Subhanahu wata’ala?”

Syaikh itupun angkat bicara,;

” Ya Nabi ‘Isa, saya itu adalah kaumnya Nabi Musa ‘Alaihissalam, saya berdo’a agar supaya di beri umur panjang oleh ALloh subhanahu wata’ala dan di beri kesempatan untuk menjadi ummatnya Nabi Muhammad sollaLlohu “alaihi wasallam.

Dan sekarang ini saya sudah beribadah 600 tahun berda di dalam gunung ini.

Lalu Nabi ‘Isa bermunajat kepada Alloh subhanahu wata’ala.

“Ya Robbi, apakah ada seseorang yang lebih mulia di bumi ini yang melebihi hamba (Rojul ‘Abid) Mu itu?”

Maka ALlohpun menjawab Nabi ‘Isa Alaihissalam.

“Ya ‘Isa, orang yang puasa di bulan rojab satu hari dari ummatnya Nabi Muhammad itu lebuh mulia dari pada (Rojul ‘Abid) itu.” _[di sadurkan dari buku/ kitab lathoifnya Mbah sholeh bin umar darat semarang, hal 87.]
Tentang bulan yang di muliakan kita coba lihat referensi dari Al Qur’an:
Surat Baroah/ AT Taubah 36;

36. Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram[640]. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, Maka janganlah kamu Menganiaya diri[641] kamu dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana merekapun memerangi kamu semuanya, dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa.
[640] Maksudnya antara lain Ialah: bulan Haram (bulan Zulkaidah, Zulhijjah, Muharram dan Rajab), tanah Haram (Mekah) dan ihram.

"Semoga kita di beri kekuatan oleh Alloh untuk memuliakan dan mengamalkan amalan -amalan terutama puasa dalam bulan Rajab ini, Amin ya Robbal 'alamin.

Thursday, March 15, 2018

Resep Untuk Bertemu Rasulullah SAW Dari Al Habib Umar Bin Hafidz

Resep Untuk Bertemu Rasulullah SAW Dari Al Habib Umar Bin Hafidz

سئل شيخنا المربي سيدي الحبيب عمر بن حفيظ حفظه الله واطال بعمره في المدينة المنورة ليلة العيد عام 1417هـ :

Guru kami, al murabby, Sayyidi Al Habib Umar ditanyai saat berada di Madinah Munawwaroh, Malam 'ied tahun 1417 H:

كيف نرى النبي صلى الله عليه وآله وصحبه وسلم في المنام واليقظة؟

Bagaimana caranya kita dapat melihat Nabi shallallahu alaihi wa alihi washahbihi wasallam, baik dalam keadaan tidur maupun terjaga?

فأجاب: ازدد شوقا

Beliau pun menjawab: Tambahkan rasa rindumu

ازدد ولعا

Tambahlah kobaran cintamu

احمل همه

Embanlah tugas dakwahnya

قف على بابه بالادب

Berdirilah di depan pintunya dengan penuh adab

وستراه 

وستراه

وستراه

Kamu pasti akan melihatnya...! Pasti akan melihatnya...! Pasti akan melihatnya...!

وأضاف قائلاً : كلما أدخلتَ أدبًا من آدابه في ذاتك.. انفتحت لك باب الرؤية، شعرت أو لم تشعر،

Habib Umar juga berkata, "Tiap kali kau menjaga adab-adab Nabi Saw. dalam dirimu, peluang untuk melihatnya makin terbuka. Kau sadari atau tidak"

فإذا تكاثرت أنوار آدابه فيك.. تجلت لك الذات النبوية المصطفوية..

Jika cahaya adab-adabnya semakin banyak dalam dirimu, maka akan tampak bagimu Dzat Nabi yang terpilih Saw.

اللهم أكرمنا بالنظر إلى وجه حبيبك المصطفى ...

صلى الله عليه واله وسلم ،،،

Ya Allah, muliakan kami dengan memandang wajah kekasih-Mu.

‎يالله بالتوفيق حتى نفيق ونلحق الفريق

Mudah-mudahan kita mendapat taufiq sehingga kita bisa di golongkan dengan orang-orang sholeh...

Wallahu a'lam Bishowab

Allahuma sholii 'alaa sayyidina muhammad wa 'alaa aalihi wa shohbihi wa salim

Nasab Itu Ada dua, Nasab keturunan dan Nasab keilmuan – KH. Maimun Zubair

KH Maimoen Zubair sekarang ini adalah ulama sepuh yang sangat disegani. Beberapa petikan pendapat hasil wawancara ini kami sajikan  untuk dijadikan pedoman bagi umat Islam, utamanya soal kerukunan antar anak bangsa di negara tercinta Indonesia.

Nasab ada dua; keilmuan dan keturunan. Segala pengetahuan maka itu adalah keilmuan. Ukuran keilmuan adalah kembalinya kepada Al-Quran yang utama.Masa sekarang, tidak lagi memikirkan hadist atau bukan. Agama itu rasio. Ada dalil aqli dan naqli. Selama dalil aqli tidak bertentangan dengan naqli, maka bisa dijadikan hukum.Sanad keilmuan itu penting. Karena itu pokok dan menjadi syarat bahwa ilmu itu benar-benar berasal dari Nabi Muhammad, Sang sumber ilmu.Zaman sekarang, banyak orang paham Al-Quran dari terjemahan. Malah terkadang hafal Al-Quran tidak tahu artinya. Dulu, orang hafal Al-Quran pasti alim, tapi sekarang yang hafal Al-Quran umumnya justru malah perempuan. Kita harus hati-hati. Jangan berkiblat pada terjemah Al-Quran atau kitab, apalagi internet.Ini akhir zaman, orang Islam pintar-pintar karena pakai huruf latin atau terjemahan. Jarang sekali ada skripsi pakai Bahasa Arab. Jadi, yang baru harus kita terima, tapi yg dulu harus kita pertahankan. Itu sudah qodho’ Allah.Sekarang, tidak ada negara khilafah. Semua negara nasional. Dulu, orang haji semua pakai bendera Islam. Tapi sekarang, semua pakai bendera nasional masing-masing.Kita harus junjung tinggi bangsa ini. Nabi sendiri menjunjung tinggi Bangsa Arab, karena nabi orang Arab. Sehingga Arab menjadi penguasa dan panutan bagi bangsa-bangsa lain.Syiir syubbanul wathon itu karya Mbah Wahab. Saya dapatkan dari abah saya, abah saya dari Mbah Wahab. Pertama kali saya berikan kepada Nusron, ketua GP Anshor saat itu. Karena segala perubahan itu berawal dari anak muda. Indonesia merdeka karena semangat pemuda pada 28 Oktober.Selisih itu bawaan manusia. Kalau ingin maju, buat bersatu tapi tetap boleh beda. Itulah konsep Bhinneka Tunggal Ika. Kalau hanya Islam, tidak akan mampu mempersatukan Indonesia. Nasional harus kita samakan dengan keislaman. Sehingga beda tapi sama, sama tapi beda.Semua agama menunjukkan kebaikan. Sebab agama itu punya 4 titik kesamaan;Pertama, menjaga jiwa. Kedua, menjunjung akal. Ketiga, melestarikan keturunan. Keempat, menjaga bahwa manusia adalah ciptaan Allah yang paling mulia.Ahok sudah minta maaf. Kita minta seluruh umat Islam untuk tenang dan meredam amarah. Jangan dibesar-besarkan. Jika bisa diredam maka persatuan juga bisa dijaga. Jika umat islam Jakarta memang tak mau memilihnya karena faktor agama, ya jangan dibesar-besarkan sehinggu memicu isu SARA.

Ini adalah resume wawancara dengan KH Maimoen Zubair, Sarang, Rembang. Sumber Majalah Aula, Edisi November 2016 via dutaislam.com

Sunday, March 11, 2018

Hormat tamu yai jazuli ploso

”Alhamdulillah , enek tamu. Nyai mesti engko mbeleh pitik.”
Itulah dawuh Mbah Yai Djazuli kepada istrinya ketika melihat ada tamu yang datang. 

Kata-kata itu bukan sekedar basa-basi.  Ibu Nyai benar-benar menyuguhkan hidangan istimewa kepada tamu yang datang.  Padahal,  biasanya hidangan yang disantap keluarga Mbah Yai Djazuli setiap hari dapat dikatakan sangat sederhana.

Jangankan yang jelas-jelas mampir ke kediaman beliau sebagai tamu, bahkan ada Kiayi lewat di jalan saja, Mbah Djazuli sudah kelihatan repot.  Dilaporkannya kiayi tersebut pada isterinya, “Belehno pitik, Mengko ta stop.” Kata beliau. Tak ayal lagi bila kiayi tadi kembali, akan dihadang oleh Mbah Yai Djazuli seperti polantas menghadang kendaraan di jalan.

Beliau Mbah Yai Djazuli sangat menghormati tamu.
Memulyakannya, dan berusaha memberikan layanan terbaik adalah kewajiban. Beliau selalu memberikan suguhan istimewa, mengenakan pakaian terbaik untuk menyambut tamu, dan dengan perasaan gembira mengajak tamu bercakap-cakap ramah. Bahkan tak jarang ketika tamu hendak pulang, Mbah Yai Djazuli memberinya amplop berisi uang. Walaupun Mbah Yai Djazuli sendiri tergolong orang yang tidak mampu.

Inilah salah satu sifat Mbah Yai Djazuli yang sangat istimewa.

Jika anda mengaku santri dan murid beliau, maka mencontoh karakter beliau adalah suatu keharusan.