Friday, January 4, 2019

Air hujan obat segala penyakit

Amalkan napa jar sidin pun😊🙏

- Kumpulkan Air Hujan Dengan Wadah Ukuran Sedang Untuk Tampungan Air Hujan.
- Pastikan Air Hujan Jangan Sampai Menyentuh Bekas Dari Atap (Air Hujan Harus Jatuhnya Mengenai Wadah Tersebut).
- Kemudian Ketika Hendak Minum Air Tadi Bacakan Surah : Al-Fatihah,Al-Ikhlas,Al-Falaq,An-Naas. = 1x (Al-Fatihah ampat Dalam Bahasa Banjar).
- Sebelum minum air tadi Bacakan = "Bismillahir Rahmaanir Rahim Nawaitu Syifa Bi Barkatil Musthafa Saw.
- Ketika Air Menuju Tenggorokan Sebutkan Hajat Penyakit Yang Ingin disembuhkan.
.
Semoga Bermanfaat.

~Syaikhona KH.Muhammad Zaini bin Abdul Ghani Al Banjari~

#Minta_Rela ulun pun😊🙏

Thursday, January 3, 2019

Dari Habib Munzir Almusawa :

Dari Habib Munzir Almusawa :

Mengenai pertanyaan di alam kubur ini ada riwayat yg mengatakan yg pertama ditanya adalah siapa Tuhan kita, lalu dst dst., itu adalah riwayat yg masyhur.

Namun sebenarnya riwayat yg lebih shahih, sebagaimana berkali kali diulang pada shahih Bukhari, bahwa yang pertama di tanyakan adalah :

"Apa pengetahuanmu tentang Muhammad", demikian dalam riwayat yg berulang ulang pada Shahih Bukhari, dan ia lebih shahih dari riwayat yg masyhur yg kita kenal.
Sebagaimana sabda Rasul saw yang menceritakan hal itu; ketika seorang ditanya
dikuburnya dengan pertanyaan :

"Apa pengetahuanmu pada pria ini (Rasul saw), maka jika ia Mukmin maka ia menjawab :

"Dia Muhammad Rasulullah, diutus pada kami membawa penjelasan dan hidayah, maka kami menerimanya dan mengikutinya. Dia Muhammad, Dia Muhammad, Dia Muhammad."

Maka berkata malaikat : "tidur istirahatlah wahai shalih, kami telah mengetahui bahwa kau orang yg mantap dalam iman."

Namun jika ia munafik maka ia menjawab : "aku tidak tahu". (Shahih Bukhari)

Tentunya semua orang beriman akan bisa
menjawab seperti ini walau tak menghafalnya,
Sebaliknya para pendosa besar tak akan mampu mengucapkan nya walau ia telah menghafalnya di dunia.

Habibana MUNZIR pun menambahkan Bahwa :
Saat seseorang yg sering merindukan Rasul SAW ketika di dunia, barangkali saat ia di temukan dengan Rasul maka Rasul sendiri yang mengatakan bahwa : "dia ummat ku dia umat ku". Sebab Rasul sangat cinta kepada mereka yg mencintai beliau. Terlebih lagi ummat yg cinta itu adalah ummat yg hidup setelah beliau wafat.Tak pernah jumpa dan tak pernah bertemu.

Wahai saudaraku, semoga kelak Allah kumpulkan kita dengan baginda Rasul dan tak pernah terpisahkan. Aamiin Allahumma aamiin :'(

Allahumma sholli 'ala sayyidina Muhammad wa'ala aalihi washohbihi wasalim

Wednesday, January 2, 2019

Kosa kata dari Nusantara di dalam al-Qur’an

Bahasa dan budaya itu dinamis. Telah terjadi pertemuan antar bangsa, baik lewat jalur perdagangan ataupun lainnya, yang membuat terjadinya penyerapan bahasa maupun percampuran budaya. Termasuk juga bahasa Arab. Dan karena al-Qur’an turun dalam bahasa Arab, maka penyerapan berbagai istilah dan nama non-Arab pun ikut terserap ke dalam kosa kata al-Qur’an.

Apakah dengan demikian ada bahasa non-Arab di dalam al-Qur’an? Saya kutip penjelasan Tafsir al-Qurthubi:

‎لَا خِلَافَ بَيْنَ الْأَئِمَّةِ أَنَّهُ لَيْسَ فِي الْقُرْآنِ كَلَامٌ مُرَكَّبٌ عَلَى أَسَالِيبَ غَيْرِ الْعَرَبِ، وَأَنَّ فِيهِ أَسْمَاءٌ أَعْلَامًا لِمَنْ لِسَانُهُ غَيْرُ الْعَرَبِ، كَإِسْرَائِيلَ وَجِبْرِيلَ وَعِمْرَانَ وَنُوحٍ وَلُوطٍ. وَاخْتَلَفُوا هَلْ وَقَعَ فِيهِ أَلْفَاظٌ غَيْرُ أَعْلَامٍ مُفْرَدَةٍ من كلام غير الْعَرَبِ، فَذَهَبَ الْقَاضِي أَبُو بَكْرِ بْنُ الطَّيِّبِ وَالطَّبَرَيُّ وَغَيْرُهُمَا إِلَى أَنَّ ذَلِكَ لَا يُوجَدُ فِيهِ، وَأَنَّ الْقُرْآنَ عَرَبِيٌّ صَرِيحٌ، وَمَا وُجِدَ فِيهِ مِنَ الْأَلْفَاظِ الَّتِي تُنْسَبُ إِلَى سَائِرِ اللُّغَاتِ إِنَّمَا اتُّفِقَ فِيهَا أَنْ تَوَارَدَتِ اللُّغَاتُ عَلَيْهَا فَتَكَلَّمَتْ بِهَا الْعَرَبُ وَالْفُرْسُ وَالْحَبَشَةُ وَغَيْرُهُمْ، وَذَهَبَ بَعْضُهُمْ إِلَى وُجُودِهَا فِيهِ، وَأَنَّ تِلْكَ الْأَلْفَاظَ لِقِلَّتِهَا لَا تُخْرِجُ الْقُرْآنُ عَنْ كَوْنِهِ عَرَبِيًّا مُبَيِنًا، وَلَا رَسُولَ اللَّهِ عَنْ كَوْنِهِ متكلما بلسان قومه، فالمشكاة: الكوة وو نشأ: قَامَ مِنَ اللَّيْلِ، وَمِنْهُ” إِنَّ ناشِئَةَ اللَّيْلِ” و” يُؤْتِكُمْ كِفْلَيْنِ” أي ضعفين. و” فَرَّتْ مِنْ قَسْوَرَةٍ” أَيِ الْأَسَدِ، كُلُّهُ بِلِسَانِ الْحَبَشَةِ. وَالْغَسَّاقُ: الْبَارِدُ الْمُنْتِنُ بِلِسَانِ التُّرْكِ. وَالْقِسْطَاسُ: الْمِيزَانُ، بِلُغَةِ الرُّومِ. وَالسِّجِّيلُ: الْحِجَارَةُ وَالطِّينُ بِلِسَانِ الْفُرْسِ. وَالطُّورُ الْجَبَلُ. وَالْيَمُّ الْبَحْرُ بِالسُّرْيَانِيَّةِ. وَالتَّنُّورُ: وَجْهُ الْأَرْضِ بِالْعَجَمِيَّةِ. 
‎قَالَ ابْنُ عَطِيَّةَ:” فَحَقِيقَةُ الْعِبَارَةِ عَنْ هَذِهِ الْأَلْفَاظِ أَنَّهَا فِي 
‎الْأَصْلِ أَعْجَمِيَّةٌ لَكِنِ اسْتَعْمَلَتْهَا الْعَرَبُ وَعَرَّبَتْهَا فَهِيَ عَرَبِيَّةٌ بِهَذَا الْوَجْهِ.

Imam al-Qurthubi menjelaskan bahwa tidak ada perbedaan pendapat bahwa al-Qur’an berisikan kata yang disusun dari term dan nama yang berasal dari non Arab. Misalnya: Israil, Jibril, Imran, Nuh dan Lut.

Namun demikian mereka berbeda pandangan apakah ada kata lain yg non-Arab? Imam Qurtubi menyebut nama Qadhi Ibn at-Thayyibat-Thabari dan ulama lainnya yang percaya bahwa al-Qur’an itu murni berbahasa Arab dan tidak ada kata lain yg non Arab dalam al-Qur’an.

Kalaupun ada kata yg tersusun dari bahasa non Arab, menurut mereka, itu hanya kesamaan saja antara bahasa Arab dan non Arab seperti Habasyah, Persia dan lainnya.

Imam Qurtubi juga menyebutkan bahwa ada pula yang berpendapat kalaupun ada kosa kata non Arab jumlahnya hanya sedikit dan tidak menghapus kenyataan bahwa al-Qur’an murni berbahasa Arab.

Imam Qurthubi kemudian menyebutkan beberapa contoh kosa kata tersebut seperti Misykat (QS 24:35), Nasya-a (QS 73:6), Qaswarah (QS 74:51). Ini contoh kosa kata yang berasal dari Habasyah (Ethiopia).

Imam Qurthubi juga menyebut al-Ghassaq (QS 38:57) dari Turki, Qisthas (QS 17:35) dari Romawi. Sijjil (QS 21:104) dari Persia. Dan contoh-contoh lainnya.

Imam Qurthubi kemudian mengutip Ibn ‘Athiyyah yang mengatakan: “hakikatnya adalah kosa kata tersebut asing namun orang Arab telah menggunakannya dan mengarabkannya. Jadi kosa kata itu juga dianggap bahasa Arab.”

Mungkin untuk memahami penjelasan di atas kita bisa lihat sendiri dengan bahasa Indonesia yang seringkali telah bercampur dengan bahasa asing dan kemudian kita gunakan sehari-hari dan menjadi bahasa Indonesia. Misalnya kata rakyat, musyawarah, wakil, tunggal, mutakhir, adil, introspeksi, dan lain sebagainya. Ada yang diserap dari bahasa Arab, Inggris, sanskrit, melayu dan lainnya.

Sekali lagi itu menunjukkan betapa dinamisnya bahasa itu.

Nah, satu hal yang tidak disebut dalam penjelasan kitab Tafsir al-Qurthubi di atas, ternyata ada juga bahasa Nusantara yang diadopsi dalam al-Qur’an.

‎إِنَّ الْأَبْرَارَ يَشْرَبُونَ مِنْ كَأْسٍ كَانَ مِزَاجُهَا كَافُورًا

Sesungguhnya orang-orang yang berbuat kebajikan minum dari gelas (berisi minuman) yang campurannya adalah air kafur (QS 76: 5).

Sejak abad 4 Masehi (atau lebih awal lagi), kapur barus yang berasal dari daerah Barus di Sumatera telah terkenal di dunia Arab dan Asia. Maka itulah sebabnya al-Qur’an mengdopsi kata “kafur” ini. Al-Qur’an menyebutkan bahwa penduduk surga kelak akan minum dari mata air di surga yang airnya seputih, sewangi, dan sedingin kapur barus, tapi tidak rasa dan bahayanya.

Penjelasan di atas diperoleh dari Tafsir ar-Razi:

‎أَنَّ الْكَافُورَ اسْمُ عَيْنٍ فِي الْجَنَّةِ مَاؤُهَا فِي بَيَاضِ الْكَافُورِ وَرَائِحَتِهِ وَبَرْدِهِ، وَلَكِنْ لَا يَكُونُ فِيهِ طَعْمُهُ وَلَا مَضَرَّتُهُ

Dahulu kafur ini komoditi yang sangat mahal (konon seharga emas) dan dicari oleh banyak pihak. Kafur digunakan sebagai wewangian, bumbu masak, bahkan untuk obat-obatan. Di surga kelak, minuman yang dicampur dengan kafur inilah yang dihidangkan untuk orang-orang beriman. Kafur ini menjadi simbol kemewahan. Interaksi awal perdagangan antara wilayah Nusantara dengan dunia Arab bisa dilacak dari diserapnya kosa kata ini ke dalam tradisi Arab, sehingga turut pula masuk dalam bahasa al-Qur’an.

Saat ini kapur barus di tanah air dikenal dengan camphor atau kamper. Masih dipakai untuk wewangian di dalam lemari pakaian. University of Texas dalam penelitiannya mengungkapkan bahwa kamper bisa menyembuhkan batuk, gatal-gatal di kulit, dan bisa pula membantu untuk menumbuhkan rambut untuk pria gundul, serta manfaat lainnya. Bahkan ada yg mencampurnya ke dalam teh untuk meraih efeknya. Namun para peneliti mengingatkan bahayanya bila konsumsinya tidak terkontrol.

Sampai di sini kita menyadari bahwa bukan saja relasi antara Nusantara dengan Arab sudah terjadi sebelum masa turunnya wahyu al-Qur’an, tapi juga begitu dinamisnya bahasa (dan juga budaya) itu. Kosa kata Arab diserap dalam bahasa Indonesia, sementara kosa kata dari Nusantara malah diadopsi dan diabadikan dalam al-Qur’an.

Tabik,

Nadirsyah Hosen
Rais Syuriah PCI Nahdlatul Ulama
dan Dosen Senior Monash Law School

Kisah di Balik Lirik: Ketika Tangan dan Kaki Berkata

Kisah di Balik Lirik: Ketika Tangan dan Kaki Berkata

Suatu saat, Chrisye minta Taufiq Ismail untuk menuliskan syair religi untuk satu lagunya. Dan disanggupi sebulan.
Ternyata, minggu pertama macet, tidak ada ide. Minggu kedua macet, ketiga macet hingga menjelang hari terakhir masih juga tidak ada ide.
Taufiq gelisah dan berniat telpon Chrisye dan bilang: Chris maaf, macet!
Malam harinya, Taufiq mengaji. Ketika sampai ayat 65 surat Yaasiin dia berhenti.
Makna ayat ini tentang Hari Pengadilan Akhir ini luar biasa, kata Taufiq.
Dan segera dia pindahkan pesan ayat tersebut ke dalam lirik-lirik lagu.
Ketika pita rekaman itu sudah di tangan Chrisye, terjadi hal yang tidak biasa. Ketika berlatih di kamar, baru dua baris Chrisye menangis, mencoba lagi, menangis lagi. Dan begitu berkali-kali.
Menurut Chrisye, lirik yang dibuat adalah satu-satunya lirik paling dahsyat sepanjang karirnya.
Ada kekuatan misterius yang mencekam dan menggetarkan. Setiap menyanyi dua baris, air mata sudah membanjir.

Yanti, istri Chrisye, sampai syok melihat hal tidak biasa tersebut.
Lirik lagu tersebut begitu merasuk kalbu dan menghadapkan kenyataan betapa manusia tidak berdaya ketika hari akhir tiba.
Sepanjang malam dia gelisah, lalu ditelponlah Taufiq dan diceritakan kegelisahannya.
Taufiq mengatakan bahwa lirik lagu tersebut diilhami surat Yaasiin: 65. Disarankan kepada Chrisye, agar tenang.

Di studio rekaman hal itu terjadi lagi. Chrisye mencoba, tetapi baru dua baris sudah menangis. Dan berulang kali hasilnya sama.
Erwin Gutawa yang menunggu sampai senewen. Yanti lalu shalat untuk khusus mendoakannya.
Akhirnya dengan susah payah, Chrisye berhasil menyanyikannya hingga selesai. Rekaman itu sekali jadi, tidak diulang karena Chrisye tak sanggup menyanyikannya lagi.
“Pada hari ini Kami tutup mulut mereka; dan berkatalah kepada Kami tangan mereka dan memberi kesaksianlah kaki mereka terhadap apa yang dahulu mereka usahakan” (QS. Yaasiin 36: 65)

Kisah Perjalanan Ruhani Chrisye Ketika Bertemu Abah Guru Sekumpul
Chrismansyah Rahadi atau yang akrab kita kenal dengan sebutan Chrisye. Seorang penyayi legendaris yang karyanya banyak memberikan motivasi cinta. Disukai sebab lirik lagunya yang nyaman didengar dan disanjung banyak orang, pencipta lagu seakan-akan karena merekalah lagu itu diperuntukkan. Hikmah yang terbesar dalam diri dan kehidupan Chrisye adalah ia mempunyai kesempatan untuk memeluk agama Islam dan meninggalkan agamanya yang terdahulu. Keislamannya tidak lepas dari bimbingan Syekh Muhammad Zaini Abdul Ghani.
Asal muasal pertemuan Chrisye dengan Abah Guru Sekumpul
Ketika saudaranya mengajak ke Martapura untuk menemui Abah Guru. Dikatakan saat itu Chrisye sangat antusias sekali. Karena selama ini kesuksesan yang diperolehnya hampa tiada makna tanpa ada bimbingan agama, harus ada perimbangan yang bersifat spiritual dan meneguhkan iman. Akhirnya Chrisye menginjakkan kaki pertama kali di Sekumpul sekitar tahun 90’an. Sejak itu Chrisye sering ke Martapura, ikut mengaji di tengah-tengah para hadirin majelis Abah Guru di Sekumpul. Chrisye juga tidak henti-hentinya meminta nasehat dengan beliau. Ketika Abah Guru mengatakan “Kamu memang sedang digodok oleh Allah”, Chrisye semakin meneguhkan keyakinan dan memantapkan keimanannya kepada Allah. Nasehat Abah Guru, agar Chrisye sering bersilaturrahmi kepada para ulama, kiai dan habaib. Terlebih Chrisye tinggal di Jakarta. Abah Guru menyarankan ia mengikuti pengajian Habib Abu Bakar di Jakarta.
Sesuai yang disarankan Abah Guru, Chrisye pun bersama keluarga rajin mengikuti pengajian tersebut setiap hari ahad. Selain berupa pengajian, Chrisye dan keluarga membaca Maulid Simtud Durrar dan Ratib Al-Haddad di majelisnya Habib Abu Bakar. Nasehat Abah Guru lagi, agar jika mampir ke Solo, jangan lupa sowan meluangkan waktu bersilaturrahmi ke tempat Habib Anis.
Perkenalan Chrisye dengan Habib Anis berawal dari konser di Surabaya, Solo, Bandung, dan Jakarta. Nah, ketika konser di Solo itu, Chrisye meminta diantar ke tempat Habib Anis. Sayangnya, mereka yang membuat konser bukan kalangan yang mengerti tentang hal-hal yang seperti ini. Tetapi dengan semangat mereka bekerja keras mencari tempat Habib Anis. Alhamdulillah, akhirnya ketemu juga.
Begitulah, setiap Habib Anis ke Jakarta Chrisye tidak pernah lupa untuk bersilaturahmi dan meminta nasehat kepada beliau. Subhanallah.. Itulah Chrisye, meski dia seorang muallaf namun mempunyai keimanan yang teguh. Ia menjaga amanah keimanannya sebagai ruh agama. Karena umur yang diberikan Allah kepada kita adalah amanah.
Sekarang Chrisye telah tiada dan berhasil menjaga amanah keimanannya. Ia meninggal dalam keadaan tenang. diringi bacaan Al-Qur’an anak dan istrinya. Ia sukses membina keluarga sakinah mawaddah sesuai tuntunan agama. Ia menghadap keharibaan Allah Swt di malam mulia nan istimewa Jum’at al- mubarak. Siang Jum’atnya jenazah Chrisye disaksikan oleh banyak umat Islam dan dishalatkan ketika shalat Jum’at diadakan.
MasyaAllah

Allahumma sholli'ala sayyidina Muhammad nabiyil umiyi wa'ala aalihi washohbihi wasalim