Saturday, September 23, 2017

INILAH YANG DI LAKUKAN HABIB UMAR BIN HAFIDZ TERHADAP SANG IBU.

INILAH YANG DI LAKUKAN HABIB UMAR BIN HAFIDZ TERHADAP SANG IBU...

Dulu, setiap selesai rouhah (dars ashar), Habib Umar selalu menyempatkan diri untuk mengunjungi ibunya (Hubabah Zahro)..
.
hampir setiap hari beliau meluangkan waktu untuk duduk bersama sang ibu di tengah kesibukan dakwah yang sangat-sangat padat..
.
Tahukah kalian apa yg Habib lakukan ketika duduk bersama ibunya ?
.
Habib membuat qohwah (kopi) untuk ibunya..
sesederhana itu ??
.
Tentunya tidak, Habib tidak membuat kopi jahiz (instan) yg dijual di toko-toko itu,..
.
Tapi beliau sendiri yg mengambil dan memilih biji-biji kopinya..
.
Menumbuknya..membersihkan kulit-kulitnya,hingga ia menjadi seperti daging (tepung)..
.
Setelah itu baru beliau hidangkan kopi tersebut untuk sang ibu..
.
Itu adalah kegiatan "wajib" Habib Umar setiap kali mengunjungi ibunya..
.
Siapa diantara kita yang pernah memanjakan ibunya seperti itu..? Memberi perhatian terhadap ibunya sebesar itu.. ?
.
ditengah waktu,tenaga dan fikiran yg banyak tercurahkan untuk ummat,mereka para Awliya' tak pernah lupa untuk memuliakan dan memanjakan ibu-ibu mereka..
.
Berapapun umur seorang ibu, ia tetaplah "mahluk" yang ingin diperhatikan dan dimanja oleh Anak-anaknya..
.
"Seorang anak yang berbakti kepada ibunya, jika ia memandang ibunya dengan pandangan kasih sayang,maka akan dicatat baginya pahala haji mabrur dalam setiap pandangan"
(HR.Baihaqi,Syuabul iman 7472)
.
Allahuma sholii 'alaa sayyidina muhammad wa 'alaa aalihi wa shohbihi wa salim

Silahkan share

Tauhid terbagi menjadi empat

Menurut Al Ghazali -semoga Allah merahmatinya- berkata :
Tauhid terbagi menjadi :
1. Inti .
2. Intinya inti.
3. Kulit .
4. Kulitnya kulit.

Perumpamaannya seperti buah kelapa yg mempunyai dua kulit, yaitu kulit atas dan kulit bawah, dan mempunyai inti yaitu kelapanya dan intinya inti yaitu minyak yg dihasilkannya.
- cotoh kulit atas adalah seorang hamba yg mengucapkan kalimat " laa ilaaha illalloh " dengan lisannya namun hatinya lalai.
- contoh kulit bawah adalah tauhidnya orang munafiq, hal itu masih bisa bermanfa'at baginya selama di dunia, jika ia meninggal maka dilemparkan kedalam neraka.
- contoh inti adalah tauhidnya seorang mukmin, akan tetapi inti yg ini masih ada sesuatu yg tdk bermanfaat baginya semisal kulit tipis yg menutupinya, begitu juga dengan tauhidnya mukmin karena seorang mukmin terkadang masih menoleh kepada perhiasan dunia.

- contoh intinya inti atau minyaknya adalah tauhidnya ahli ma'rifat, karena minyak tdk tercampur oleh sesuatupun begitu juga dengan orang yg ahli ma'rifat, ia menjadi murni tdk melihat kecuali Allah.
oleh karena inilah ketika imam Junaid dalam keadaan hampir meninggal, beliau disuruh mengucapkan kalimat " laa ilaaha illalloh " beliau berkata :
"aku tidak pernah melupakannya hingga aku perlu di ingatkan "

kisah :
Imam Junaid -semoga Allah merahmatinya- berkata :
" suatu hari aku keluar utk pergi haji, namun ontaku malah berbelok ke arah Qostantin ibukota Rum. kuputar lagi ke arah Ka'bah namun berbelok lagi ke arah ibukota Rum, kemudian ku biarka saja.
ketika memasuki Qostantin, ku melihat penduduknya banyak yg sedang kasak kusuk, maka kutanyakan akan hal itu.
mereka menjawab : " putri sang raja sedang sakit gila, dan sekarang sedang dicarikan Tabib utk menyembuhkanya "

" aku yg akan menyembuhkannya " kata Junaid.
kemudian aku diantarkan ketempat sang putri, dari belakang pintu ku mendengar ada suara yg berkata : " wahai Junaid, mengapa onta menarikmu kesini malah kau tolak ia utk menjauh dari kami ?"

setelah aku masuk, ternyata sang putri sangat cantik jelita dan ada rantai yg membelenggu leher serta kedua kakinya.
sang putri berkata : " katakan padaku, apa obatnya "
aku menjawab : "katakanlah kalimat " laa ilaaha illaloh "

kemudian sang putri mengucapkan kalimat "laa ilaaha illalloh" dengan suara yg lantang, maka jatuhlah rantai yg membelenggu leher dan kedua kakinya.
sang raja berkata : " wah... engkay tabib yg hebat, obatilah aku juga "
kemudian aku katakan kepadanya utk mengucapkan kalimat yg sama yg diucapkan oleh putrinya.
setelah itu sang raja masuk islam dan juga banyak orang2 yg bersamanya.

Wallohu a'lam.

~Nuzhatul Majaalis~

ulama itu ada 3

Dan didalam hadist riwayat imam Thobroni dan Abu Hanifa:''duduklah kalian dengan para pembesar ilmu,bertanyalah kalian kepadaa ulama,dan bergaullah kalian dengan hukama/orang bijak''. Dan didalam riwayat lain:''duduklah dengan ulama dan para pemilik kebijaksanaan,dan bergaullah dengan para pembesar ilmu''.

Maksudnya adalah..ulama itu ada 3 macam:

1.ulama yang menguasai hukum-hukum Allah ta'ala, mereka adalah para pemegang/ahli fatwa.

2.ulama yang hanya ma'rifat kepada Zat Allah saja, mereka adalah para Hukama (orang-orang bijak/sufi). Maka didalam bergaul dengan mereka terjadi pencerahan Akhlak, karena hati mereka memancarkan ma'rifatullah, dan sirr mereka memancarkan cahaya-cahaya keagungan Allah.

3.ulama dengan kedua macam tersebut mereka adalah Al-Kubaro (pembesar ulama), karena sesungguhnya bergaul dengan Ahlillah menghasilkan perilaku yang terpuji.

Manfa'at pandangan melebihi manfa'at ucapan. Maka siapa saja yang pandangannya bermanfa'at kepadamu,maka akan bermanfa'at segala ucapannya, dan siapa yang tidak demikian (pandangannya), maka tidak bermanfa'at (ucapannya).

Imam Suhrowardiy perna mengelilingi salah satu masjid Khoif di mina, wajah beliau berseri-seri. Lalu beliau ditanya mengenai hal itu. Lalu beliau berkata: ''sungguh Allah mempunyai hamba-hamba yang apabila mereka melihat seseorang, maka orang tersebut mendapatkan kebahagian (dunia/akhirat) dan aku sedang mencari hal itu.

Nabi SAW. Bersabda: ''akan datang suatu zaman atas umatku, dimana mereka lari/menjauhi para Ulama dan Fuqoha, lalu Allah menguji mereka dengan 3 macam ujian:

Ujian pertama, Allah ta'ala menghilangkan keberkahan dari usaha mereka.

Ujian kedua, Allah ta'ala memberikan kekuasaan kepada penguasa Dzolim atas mereka.

Yang ketiga, mereka keluar dari dunia (mati) tanpa iman.''.

Naudzu billah min dzalik.

Nashoihul ibad.

Seorang pemberani di tengah para pengecut

Pasukan musuh memasuki sebuah desa. Mereka menodai kehormatan seluruh wanita di desa itu, kecuali seorang wanita yang selamat dari penodaan. Ia melawan, membunuh dan kemudian memenggal kepala salah satu anggota pasukan yang akan menodainya.

Ketika seluruh pasukan sudah pergi meninggalkan desa itu, para wanita malang semuanya keluar dengan busana compang-camping, meraung, menangis dan meratap, kecuali satu orang wanita tadi.

Ia keluar dari rumahnya dengan busana rapat dan bersimbah darah sambil menenteng kepala salah satu anggota pasukan itu dengan tangan kirinya.

Para wanita bertanya: "Bagaimana engkau bisa selamat dari bencana ini?".

Ia menjawab: "Bagiku hanya ada satu jalan keluar. Berjuang membela diri atau mati dalam menjaga kehormatan."

Para wanita mengaguminya, tetapi kemudian rasa was-was merambat dalam benak mereka.

Bagaimana nanti jika para suami menyalahkan mereka gara-gara wanita pemberani ini.

"Mengapa kalian tidak membela diri seperti wanita itu?"

Kekaguman pun berubah perlahan menjadi ketakutan. Dan dikala lalai, seperti dikomandoi, para wanita menyerang wanita pemberani itu, mereka membunuhnya.

Membunuh kebenaran agar dapat bertahan hidup dalam aib, dalam kelemahan.

Beginilah keadaan kita saat ini...

Orang-orang yang rusak dan para pendosa, mencela, mengucilkan, menyerang dan bahkan membunuh orang-orang mulia agar mereka tidak menjadi saksi bagi kerusakan dan keburukan, agar hidup terlihat berjalan baik walaupun​ dalam kehinaan.

Sungguh inilah Fitnah Akhir Zaman ini.

Tentukanlah di sisi mana engkau akan berdiri !

نسأل الله الكريم رب العرش العظيم ان يحفظنا من فتنة الدنيا وفتنة الدجال وفتنة القبر وفتنة آخر الزمان...

Di Sumur Sunan Bejagung Lor, Semanding, Tuban, Jawa Timur.